Tags

, , , , , , ,

pactJudul: The Pact

Penulis: Jodi Picoult

Penerbit: Hodder and Stoughton (2005)

Halaman: 517p

Borrowed from: Ferina

Apa jadinya kalau dua keluarga sekaligus tetangga bersahabat karib sampai-sampai anak mereka pun otomatis menjadi sepasang kekasih yang tak terpisahkan sejak kecil? Dan apa jadinya bila tiba2 salah seorang anak ditemukan meninggal, sementara anak satunya lagi berada di tempat tersebut dan menjadi satu-satunya saksi yang mengetahui kejadian yang sebenarnya?

Jodi Picoult selalu jago dalam mencari tema-tema yang kontroversial, dilematis, menantang moral judgment pembacanya. Tak terkecuali dalam The Pact, yang mengisahkan tentang dua keluarga yang tinggal di kota kecil di New Hampshire. Keluarga Harte yang terdiri dari sang ayah yang juga dokter bedah, James Harte, ibu yang selalu bersemangat dan ekspresif, Augusta alias Gus, dan anak laki-laki mereka, bintang renang di sekolah, Chris; serta anak perempuan mereka Kate, bersahabat erat dengan tetangga mereka, keluarga Gold, yang terdiri dari Michael sang ayah yang juga dokter hewan, Melanie si ibu yang bekerja di perpustakaan, dan anak tunggal mereka yang berbakat melukis, Emily.

Kedua keluarga ini bersahabat sejak pertama kali bertemu dan sama-sama sedang mengandung anak pertama mereka. Tak heran, sejak lahir Chris dan Emily tumbuh besar bersama-sama, menjadi soulmate bagi satu sama lain, dan akhirnya berpacaran saat usia mereka menginjak remaja.

Namun sebuah kejadian menghancurkan kehidupan dan persahabatan kedua keluarga ini, saat suatu malam yang naas, Emily ditemukan tewas tertembak, dan Chris adalah satu-satunya orang yang berada di lokasi kejadian. Chris berkata bahwa ia dan Emily sudah membuat suatu perjanjian, atau pact, untuk melakukan bunuh diri ganda. Namun belum sempat Chris menyusul Emily, polisi sudah datang, sehingga ia tetap hidup.

Apakah benar ini yang terjadi, tak ada seorangpun yang tahu. Yang jelas, kedua keluarga tersebut mulai menjalani hari-hari penuh kesedihan saat menghadapi anak perempuan yang terbunuh, dan anak laki-laki yang dituduh membunuh. Ada rahasia apa di balik musibah tersebut?

Picoult selalu berhasil memikatku dengan penggambaran karakternya yang terasa real, juga adegan drama yang sangat emosional, di tengah jalinan plot yang ruwet dan seolah tak ada jawaban tepat. Namun ada dua hal yang tidak pernah kusukai dari buku-buku Picoult:

1. Adegan hukum dan pengadilan. Let’s face it, Picoult is no Grisham, and all the courtroom drama was kinda fake to me. Terlalu bertele-tele, prosedurnya dibuat-buat, drama dan twistnya terlalu over the top namun tidak meyakinkan.
2. Endingnya. Picoult sangat lihai membangun plot yang penuh ketegangan dan tensi, namun entah mengapa di beberapa bab terakhir, hal itu seolah dibuang begitu saja, dengan pemilihan ending yang antiklimaks dan terasa menggampangkan segalanya. Di bagian interview di akhir buku, Picoult mengaku bahwa ending yang ia pakai di The Pact sebenarnya bukan ending yang ia rencanakan dari awal, yang seharusnya lebih gelap namun masuk akal. Tapi Picoult mengubah ending tersebut karena khawatir dengan reaksi keras dari pembaca. Geez. What kind of excuse is that?

Tapi meski sudah merasa dikecewakan beberapa kali, entah kenapa aku masih belum kapok membaca Picoult. I just know that somewhere, there’s a Picoult book that could totally capture my heart. I just have to look harder for it🙂