Tags

, , , , , ,

murder king tutJudul: The Murder of King Tut (Pembunuhan Raja Tut)

Penulis: James Patterson dan Martin Dugard

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Penerjemah: Julanda Tantani

Halaman: 387p

Beli di: @HobbyBuku (IDR 52k, disc 20%)

Mesir, sekitar 1300 SM
Kerajaan Mesir terguncang saat raja mereka Akhenaten meninggal mendadak karena serangan jantung. Permaisurinya, Ratu Nefertiti, mengambil alih kepemimpinan sambil mempersiapkan anak angkatnya, Tutankhamen untuk menjadi raja. Namun kematian juga menghampiri Nefertiti dan memaksa Tut naik tahta di usia 9 tahun. Masa-masa pemerintahannya tidak pernah digambarkan secara jelas, termasuk pernikahannya dengan kakak tirinya, intrik-intrik gelap di istana dan perebutan kekuasaan yang selalu mengancamnya, hingga kematiannya yang misterius di usia muda. Makamnya yang tersembunyi tidak ditemukan hingga ribuan tahun, dan kisah kehidupan serta kematiannya masih menjadi misteri.

Mesir, sekitar tahun 1900
Howard Carter, ahli arkeologi dari Inggris yang berasal dari keluarga miskin, selalu bercita-cita untuk melakukan penemuan terbesar dalam sejarah purbakala Mesir. Namun apa daya, keberuntungan sulit sekali menyertainya. Penggalian-penggaliannya kebanyakan menemui kegagalan, entah karena masalah pendanaan, sponsor yang menyebalkan, atau mendapatkan tempat penggalian yang salah. Hingga suatu hari, sebuah penggalian mengubah hidupnya, ketika ia berhasil menemukan salah satu makam yang paling dicari-cari sepanjang masa: makam Raja Tutankhamen. Apakah muminya masih ada di sana? Dan apakah kematian sang raja yang misterius bisa terpecahkan dari makam dan benada-benda peninggalannya tersebut?

Florida, masa kini
James Patterson sang penulis bestseller sedang terpukau dengan sejarah Mesir kuno, khususnya masa kehidupan Raja Tutankhamen. Ia menelantarkan naskah-naskah yang sedang mengantri di hadapannya, termasuk lanjutan novel Alex Cross dan serial Women’s Murder Club, demi proyek terbarunya ini. Dibantu oleh Martin Dugard, James menelusuri sejarah sang raja bocah dan meneliti fakta-fakta yang ada, berdasarkan catatan-catatan Carter, hasil X-Ray mumi Raja Tut, dan berbagai sumber lainnya. Dengan lihai James memadukan kisah sejarah, fakta, dan fiksi sehingga menghasilkan salah satu cerita misteri paling seru: apa yang menyebabkan kematian Raja Tut? Dan kalau benar ada pembunuhan, siapa pelakunya?

Salah satu kisah paling misterius dalam sejarah Mesir kuno adalah masa pemerintahan Tutankhamen, raja bocah yang naik tahta di usia 9 tahun. Tidak ada ahli yang tahu persis mengenai latar belakang Raja Tut, termasuk kematiannya yang misterius di usia muda, dan makamnya yang tersembunyi hingga ribuan tahun. Hingga akhirnya di tahun 1907, seorang ahli purbakala bernama Howard Carter bertekad ingin menemukan makam penuh misteri tersebut dan melakukan penggalian demi penggalian. Namun setelah makamnya ditemukan, tetap ada satu misteri yang tersisa: mengapa Raja Tut meninggal dunia? Apakah ini pembunuhan? Siapa pembunuhnya?

Kisah misteri yang disajikan James Patterson di sini berbeda dari buku-bukunya yang lain. Fakta sejarah, teori konspirasi, thriller dan misteri semua berpadu dengan seru dalam buku ini. Memang penyajiannya yang bolak-balik dari jaman Mesir kuno ke awal abad 20 terasa sedikit membingungkan pada mulanya, tapi lama kelamaan menyatu menjadi jalinan kisah yang mengasyikkan.

Nuansa Mesir yang kental, dengan setting padang pasir, piramida dan Sungai Nil, benar-benar digambarkan dengan detail yang meyakinkan. Sementara itu, karakter-karakter yang diambil dari dunia nyata juga dibuat tidak melenceng dari aslinya, dengan tambahan bumbu drama di sana sini. Yang juga menyenangkan, aku suka bagaimana James menggambarkan kehidupan sehari-harinya di Florida, dengan tumpukan naskah novel yang terbengkalai sementara perhatiannya terpusat pada kisah Mesir yang menarik ini. Penggalan-penggalan adegan ini membuat James Patterson lebih terasa dekat sebagai seorang penulis.

Buku ini kurekomendasikan untuk siapapun yang menggemari kisah sejarah Mesir kuno, teori konspirasi dan misteri yang tak terjawab.

Juga disubmit untuk:

name challenge 2013