Tags

, , , , , , ,

abelincolnvampireJudul: Abraham Lincoln Vampire Hunter

Penulis: Seth Grahame-Smith

Penerbit: Grand Central Publishing (2011)

Halaman: 336p

Beli di: Periplus Jakarta Book Fair (IDR 25k)

Seth Grahame-Smith tinggal di sebuah kota kecil di New York, dan hidupnya tampak semakin membosankan saja. Sampai pada suatu hari, seorang langganan di toko kelontong miliknya memberikan setumpuk manuskrip misterius, dan meminta Seth untuk menuliskannya menjadi sebuah buku. Guess what? Manuskrip-manuskrip itu ternyata adalah jurnal pribadi Abraham Lincoln, salah satu presiden Amerika Serikat paling terkenal sepanjang masa, yang keberadaannya sudah banyak dicari orang sejak dulu kala.

Abe bercerita tentang kehidupannya semenjak anak-anak hingga hari saat ia dibunuh, dan mengungkapkan salah satu rahasia terbesarnya, yaitu identitasnya sebagai seorang vampire hunter. Ia menulis dengan detail, bagaimana pertemuan pertamanya dengan kaum vampir, bagaimana ia menyadari peran besar vampir terhadap perbudakan di Amerika, dan bagaimana ia – dengan bantuan salah seorang vampir yang berada di pihak manusia- berperang melawan kaum tersebut dalam perang terbesar di sejarah Amerika: Perang Saudara.

Salah satu pencapaian paling terkenal dari Lincoln adalah penghapusan perbudakan di Amerika, namun tak banyak yang tahu kalau musuh sebenarnya dalam perang melawan perbudakan adalah para vampir, yang menjadikan komoditi budak sebagai pasokan makanan mereka.

Buku ini merupakan salah satu buku gila yang menyatukan sejarah dan fantasi dengan absurd, liar, tapi juga cukup meyakinkan, sehingga mau tak mau aku sempat berharap kalau ada bagian-bagian yang benar dalam kisah Abe vs Vampire ini.

Yang aku suka, Seth melukiskan Abraham Lincoln bukan sekadar sebagai seorang tokoh yang pintar dan serius, tapi juga sangat badass. Adegan kejar-kejaran dan pembantaian vampir menjadi salah satu daya tarik buku ini. Beberapa adegannya memang cukup gory, misalnya saat vampir membantai para budak, atau saat Abe dan teman-temannya membantai habis para vampir, tapi masih cukup relevan dengan ceritanya.

Aku juga suka cara Seth memasukkan berbagai fakta yang dicomotnya dari sejarah, dan memodifikasinya untuk kepentingan kisah ini. Favoritku adalah saat Abe berkenalan dengan Edgar Allan Poe, yang ternyata bersahabat juga dengan vampir.

Satu-satunya komplainku mungkin hanya penuturan buku ini, yang merupakan gabungan antara entry jurnal Abe (dengan sudut pandang orang pertama), dan penuturan Seth (dengan sudut pandang orang ketiga). Aku sebenarnya merasa buku ini bisa lebih seru kalau semua dituturkan dalam bentuk jurnal, dari sudut pandang Abe. Karena Abe memang karakter yang mudah disukai, heroik tanpa harus menjadi sok jago, dan tetap vulnerable juga.

Anyway, my most favorite part? The ending. Check it out and you’ll know why I love this book🙂

Trivia:

-Banyak pihak yang hingga saat ini masih mencari-cari jurnal Abraham Lincoln saat Perang Saudara Amerika berlangsung, yang disinyalir masih tersimpan di suatu tempat tersembunyi. Beberapa saksi mata mengaku sering melihat Lincoln menulis catatan di sebuah buku selama perang tersebut berlangsung. Apakah memang buku itu merupakan bagian dari jurnal yang hilang, sepertinya masih menjadi misteri.

-Seth Grahame-Smith mungkin merupakan salah satu penulis paling fenomenal dan kontroversial masa kini. Ke-absurd-annya dimulai saat ia menulis Pride and Prejudice and Zombies, yang merupakan kombinasi kisah klasik dengan bumbu horror ciptaannya. Seth bermukim di Los Angeles bersama istri dan kedua anak lelakinya.

-Abraham Lincoln Vampire Hunter telah diangkat ke layar lebar, dengan Tim Burton sebagai salah satu produsernya, dan Benjamin Walker sebagai Abe. Film ini tidak menerima penilaian sebagus novelnya, menurut penonton tone-nya terlalu serius untuk ukuran film horror-fantasy.

The Movie, Badass Mr. President!

The Movie, Badass Mr. President!

This post is submitted for Posting Bareng Blogger Buku Indonesia bulan November 2013 dengan tema horror/thriller

Also submitted for:

name challenge 2013