Tags

, , , , , ,

skippy 2Judul: Skippy Dies

Penulis: Paul Murray

Penerbit: Penguin Books (2011)

Halaman: 661p

Beli di: The Book Depository ($ 9,99)

“Skippy and Ruprecht are having a doughnut-eating race one evening when Skippy turns purple and falls off his chair.”

Kalimat pertama novel ini langsung menceritakan klimaks yang terjadi dalam buku- sesuai judulnya, Skippy mati. Meninggal. Tewas. Tapi kenapa?

Kita pun dibawa mundur menyusuri kehidupan Skippy, anak laki-laki 14 tahun yang bersekolah di sebuah boarding school khusus cowok di pinggiran kota Dublin, Irlandia. Namun kehidupan Skippy sepertinya selalu berada di dalam bayang-bayang, memaksa kita untuk mengenal lebih dekat lingkaran yang mengelilinginya.

Ada teman-teman seasramanya, mulai dari Mario yang gila cewek, Dennis yang selalu sinis, dan Rupert, teman sekamar Skippy yang jenius dan bertekad menemukan rahasia alam semesta- sekaligus  membuktikan bahwa ada dunia paralel yang terletak sangat dekat dengan kita.

Lalu benang-benang kusut kehidupan Skippy pun mulai terurai: kehidupan keluarganya di rumah yang menyimpan kisah kelam, obsesi cintanya pada Lori, seorang gadis dari sekolah putri yang sepertinya out of his league, dan Carl, musuh bebuyutan Skippy yang posesif terhadap Lori.

Lalu ada juga tokoh-tokoh orang dewasa yang menyedihkan: Howard the Coward, guru sejarah yang selalu bingung dengan jalan hidupnya, Gregory the Automaton, kepala sekolah baru yang ingin memperbarui tradisi Katolik kuno sekolah mereka, juga Pastor Jerome yang mengerikan- perwujudan sempurna semua mitos tentang seorang pastor.

Semua tokoh-tokoh ini saling bersilang jalan, berbelit dan menjatuhkan, dengan embel-embel kisah cinta, obat terlarang, pergaulan yang salah, dan sebuah hati polos seorang anak bernama Skippy. Dengan lincah Paul Murray meramu kisah drama anak sekolahan yang berpadu dengan dunia orang dewasa, ditambahi bumbu teori-teori fisika kuantum untuk menjelaskan ruwetnya permasalahan hidup manusia dan alam semesta.

Beberapa humor buku ini terasa terlalu Irlandia bagiku, dan settingnya pun terkadang terasa begitu kelam. Tidak ada karakter yang benar-benar bisa disukai di sini, karena Murray seolah ingin menekankan sisi terburuk dari setiap orang. Hanya Skippy yang merupakan wujud nyata kenaifan seorang anak, penyeimbang dari chaos di sekelilingnya, tapi dia pun harus meninggal.

Tragis, dengan humor satir gelap yang mencuat di sana-sini, Murray seolah ingin mengajak kita menertawakan hidup yang sering memiliki sense of humor yang tidak pada tempatnya.

PS: Covernya jadi kontender best covers of the year nih!🙂

Submitted for:

name challenge 2013