Tags

, , , , ,

postcard killersJudul: The Postcard Killers

Penulis: James Patterson and Liza Marklund

Penerbit: Grand Central Publishing (2010)

Halaman: 385p

Beli di: SecondHandGalore Instagram (IDR 65k)

Inget sama buku ini, yang pernah masuk ke salah satu Wishful Wednesday-ku? Terus terang aku kepincut dengan covernya yang keren, dan sinopsisnya yang mengundang: pembunuh berantai yang membunuh pasangan-pasangan muda di kota-kota besar di Eropa, dan meninggalkan jejak berupa kartu pos. Kedengarannya seru, dan semua elemen yang kusukai: misteri pembunuhan, traveling di Eropa, dan kartu pos, ada semua di sini. Tapi apa memang sesuai ekspektasi?

Well, first of all, I have to admit that James Patterson hasn’t made it into my fave author list yet. Mungkin juga karena ia hampir selalu berkolaborasi dengan penulis-penulis yang tidak dikenal (dalam buku ini, seorang penulis Swedia), sehingga karya-karyanya tidak bisa langsung menjadi jaminan mutu, seolah hanya menjual namanya saja di sampul muka.

Sebenarnya premis kisah ini cukup lumayan. Jacob Kanon, detektif dari kepolisian New York, mengejar si pembunuh berantai berkeliling Eropa, setelah anak perempuannya sendiri menjadi korban saat traveling ke Roma bersama pacarnya. Di Stockholm, Jacob bertemu dengan Dessie Larsson,wartawan surat kabar lokal yang dikirimi postcard oleh para pembunuh setelah mereka beraksi di kota tersebut.

Keduanya kemudian bekerja sama untuk mengungkap identitas the Postcard Killers- dan berusaha mendahului rencana pembunuhan berikutnya- meskipun itu berarti mengejar mereka ke seluruh Eropa. Dan ketika ada sepasang turis Amerika yang ditangkap, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa mereka benar-benar bersalah- sementara alibi yang mereka punya sangatlah kuat.

Menurutku, ada dua poin yang membuat buku ini kehilangan beberapa bintang dariku:

1. Sudut pandang pembunuh yang digunakan bergantian dengan sudut pandang karakter-karakter protagonis. Dari halaman pertama pun pembaca sudah diberi tahu siapa para Postcard Killers ini, sehingga elemen kejutannya langsung hilang. Meski ada twist yang berusaha diselipkan di bagian belakang buku, tetap saja buku ini sudah kehilangan “greng”nya- dan bahkan twist tersebut jadi sedikit maksa. Menurutku, buku thriller/misteri itu paling pas kalau membuat pembaca bertanya-tanya sampai akhir, siapa sebenarnya para pelaku di balik kejahatan-kejahatan yang terjadi.

2. Karakter yang satu dimensi. Entah mengapa, hampir semua karakter di buku ini- protagonis maupun antagonis- terasa satu dimensi semua. Mulai dari para penjahat yang benar-benar bitchy, Jacob yang kerjanya marah-marah terus, dan Dessie yang serba nggak jelas maunya apa, rasanya susah sekali mencari seseorang yang bisa disukai dalam buku ini. Aku juga tidak terlalu suka dengan penggambaran polisi Swedia yang sepertinya terlalu bodoh dan selalu mengacaukan penyelidikan, sementara Jacob yang mewakili polisi NYPD marah-marah terus dengan kelambanan mereka. Jadinya kisah ini memang berkesan Amerika banget! Sementara penulis pendamping James Patterson sebenarnya adalah orang Swedia😀

Kalau diibaratkan film, The Postcard Killers mungkin bisa disebut sebagai B-Movie. penuh action dan plot seru, namun dengan eksekusi seadanya yang sepertinya hanya ingin menghibur dengan bab-babnya yang serba pendek dan pacenya yang lumayan cepat.

Submitted for:

MysteryReadingChallengeButton1