Tags

, , , , , , ,

al capone does my shirtsJudul: Al Capone Does My Shirts

Penulis: Gennifer Choldenko

Penerbit: Puffin Books (2004)

Halaman: 225p

Beli di :Dhieta Books Indonesian Book Fair 2012 (IDR 35k)

Age appropriate: 8 yo and up

Di tahun 1935, saat penjara Alcatraz masih beroperasi dan menaungi penjahat-penjahat paling berbahaya di Amerika, para karyawan dan keluarganya tinggal di pulau tersebut, yang terletak tak jauh dari kota San Francisco. Ini termasuk para penjaga, sipir penjara, juga teknisi yang membawa istri serta anak-anak mereka ke pulau tersebut. Bagaimana rasanya tumbuh besar di Alcatraz, dan hidup hanya beberapa ratus meter saja jaraknya dari Al Capone yang terkenal? Setting unik inilah yang diangkat oleh Gennifer Choldenko dalam bukunya yang mendapat penghargaan Newbery, Al Capone Does My Shirts.

Moose Flanagan awalnya membenci keputusan ayahnya yang menerima pekerjaan di Alcatraz dan memboyong seluruh keluarga ke pulau tersebut, termasuk ibunya dan adiknya (yang sebenarnya berusia lebih tua dari Moose namun dianggap sebagai anak kecil karena menyandang autisme), Natalie.

Kehidupan Moose semakin rumit saat ia bertemu dengan anak sang kepala sipir penjara, Piper Williams yang tukang ngebos, sering mencari masalah tapi tidak pernah dicurigai oleh ayah yang selalu memujanya. Piper semakin menggila ketika memiliki rencana untuk menarik biaya dari teman-teman sekolah mereka di kota yang ingin baju mereka dicuci oleh Al Capone (karena saat itu salah satu tugas narapidana adalah mencuci baju penghuni pulau). Rencana ini mengancam Moose dan anak-anak lain di pulau, karena kalau ketahuan, ayah mereka bisa kehilangan pekerjaan.

Sementara itu Moose juga menghadapi pergumulan dalam keluarganya, terutama ibunya yang ingin berusaha menyembuhkan Natalie dengan segala cara. Ini hal yang sulit, terutama karena autisme belum dikenal pada era tersebut.

Yang paling kusukai dari kisah ini adalah dua hal berikut:

1. Setting Alcatraz. Dengan jeli Gennifer bisa menggambarkan kehidupan anak-anak di pulau yang dipenuhi oleh penjahat kelas kakap. Dari mulai ketakutan mereka, kekaguman teman-teman mereka di sekolah, dan tentu saja rasa penasaran ingin melihat salah satu narapidana tersebut, terutama Al Capone yang terkenal.

2. Topik tentang autisme. Hal ini lebih terasa istimewa mengingat di tahun 1935, diagnosis autisme belum populer seperti sekarang. Banyak orang menyangka Natalie hanya seorang anak yang terbelakang mental atau memiliki kelainan jiwa. Usaha keras Ibu Moose untuk “menyembuhkan” Natalie, sekaligus denial terhadap kondisi yang terjadi pada anaknya, terasa sangat heartbreaking.

Percakapan yang mengalir lancar, beberapa humor segar di sana-sini, dan dilema Moose yang sayang sekaligus sebal dengan Natalie yang membuat hidup keluarga mereka tak pernah bisa “normal”, terasa sangat pas mengisi buku ini. Tak heran Al Capone Does My Shirts menggondol penghargaan Newbery. Dan aku tidak sabar untuk membaca sekuelnya yang juga sudah terbit- Al Capone Shines My Shoes dan Al Capone Does My Homework.

Trivia:

-Penjara Alcatraz terletak sekitar 1,5 mil dari San Francisco dan sering disebut sebagai The Rock. Beroperasi dari tahun 1933-1963, penjara ini sempat menampung beberapa penjahat paling terkenal di Amerika, seperti Al Capone, Machine Gun Kelly, dan Alvin Creepy Karpis.

-Meski sempat ada 14 kali percobaan melarikan diri, tidak pernah ada satu pun narapidana yang berhasil lolos dari Alcatraz. Beberapa dari mereka ditembak mati saat mencoba melarikan diri, atau tewas tenggelam di perairan sekitar pulau.

-Kini Alcatraz Island dikelola oleh National Park Service yang menawarkan tur berkeliling pulau ini, termasuk melihat-lihat bekas penjara paling terkenal di dunia ini.

Alcatraz Island

Alcatraz Island

Submitted for:

Come join the event!

Come join the event!

name challenge 2013