Tags

,

sceneonthree

“She retarded?” The girl asks.
“None of your business,” I tell her.
“So, not retarded. Stupid, then?” Piper asks.
“Look, could we drop this already?”
“I’m just asking a simple question,” Piper says.
“Not in front of Natalie,” I whisper. “How would you like it if I asked, are you stupid?”
“I would just say no.” Piper flips her hair behind her shoulder.
“No, she’s not stupid,” I say.
“Prove it.”
I clench my fists. I’d really like to give this Piper girl pounding.
“See, I knew she was retarded,” Piper tells Theresa.
“Follow me.” I walk back around.”When’s your birthday, Piper?”
“November 16th, 1922”
“Natalie, what day of the week was Piper born?”
“Thursday,” Nat says without looking up.
“That right?” I ask Piper.
She doesn’t answer, but her eyes open wider. “What else can she do?”
“She’s not a trick monkey.”
(Al Capone Does My Shirts – Gennifer Choldenko (p 17-18)

Kutipan di atas sangat mengena bagiku karena setting buku tersebut adalah tahun 1935, di mana autisme belum dikenal dan bahkan belum dapat didiagnosa secara pasti. Orang sering salah mengartikan sindrom tersebut sebagai kelainan mental, penyakit jiwa, bahkan idiot.

Betapa sulitnya menjelaskan pada orang banyak bahwa anak atau saudara kita itu tidak bodoh, malah jauh dari itu, mereka sebenarnya sangat cerdas! Aku sendiri ingat, dulu punya kenalan yang anaknya sering dicap idiot atau memiliki keterbelakangan mental, akibat ketidakmampuannya berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Waktu itu era 80-an, dan aku ingat si cowok ini seringkali berkeliaran di jalanan Bandung, sambil memakai walkman dan mendubbing kaset berisi rekaman serial Jepang yang didengarnya- di luar kepala! How cool was that? Tapi orang hanya menganggapnya sebagai anak yang “aneh” atau “sedikit gila”.

Saat ini, untunglah autisme sudah dikenal luas, dan orang banyak memiliki awareness yang lebih tinggi. Tapi memang terbayang sulitnya hidup dengan kondisi demikian di tahun 30-an. Dan hal inilah yang berhasil ditangkap dalam buku Al Capone Does My Shirt.

Mau ikutan Scene on Three?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).