Tags

, , , , , , , , , , ,

moving fingerJudul: The Moving Finger (Pena Beracun)

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Penerjemah: Ny Suwarni A.S.

Halaman: 320p

Beli di: Gramedia Trans Studio Mall Bandung (IDR 48k)

Plot:
Jerry Burton adalah mantan penerbang yang baru mengalami cedera akibat kecelakaan pesawat. Dokter menyarankan agar ia memulihkan kesehatannya dan pindah ke sebuah desa yang tenang. Maka Jerry ditemani adik perempuannya yang cantik, Joanna, menyewa rumah cantik Little Furze di desa Lymstock dan bertekad untuk menikmati ketenangan ala pedesaan Inggris. Namun ternyata Lymstock tidak setenang yang mereka kira. Selain para penghuninya yang gemar bergunjing, muncul juga insiden ketika surat-surat kaleng yang keji mulai beredar. Meski awalnya Jerry menyangka ini hanyalah pekerjaan seorang iseng yang menjijikkan, masalah mendadak terasa lebih serius ketika salah satu penerima surat tersebut ditemukan meninggal karena bunuh diri. Atau apakah itu pembunuhan?

Miss Marple’s Factor
Buku ini merupakan salah satu kasus Miss Marple yang dinarasikan oleh tokoh utama lain, yaitu Jerry Burton. Miss Marple sendiri baru muncul di sepertiga akhir buku, saat ia dipanggil oleh istri pendeta desa, Mrs Dane Calthrop yang adalah temannya, untuk membantu memecahkan misteri ini. Peran sebagai penyelidik yang lebih besar jatuh pada Jerry Burton, sedangkan Miss Marple “hanya” mengeksekusi rencana akhir untuk membuktikan si pelaku kejahatan, yang bahkan Jerry sendiri tidak menyangka kalau orang itulah pelakunya.

Untuk penggemar berat Miss Marple, agak lama juga menunggu kemunculannya di buku ini, dan buku ini tidak bisa dibilang sebagai buku yang memiliki “faktor Marple” terkuat 🙂 Meskipun unsur melodramatik -nya tetap kental, tapi kurang terasa sebagai kasus Miss Marple. Nyaris lebih seperti kasus non Marple/Poirot (sedikit mengingatkanku dengan buku Membunuh Itu Gampang). Namun suasana Lymstock dengan penghuninya yang unik, intrik cinta, dan rahasia masa lalu- tetap bisa dinikmati.

Like and Dislike
Yang kurang kusukai dari buku ini adalah unsur romansnya yang terlalu kental (ini subjektif!). Entah mengapa, kisah-kisah Miss Marple memang cenderung lebih dikuasai oleh faktor percintaan yang agak-agak bergaya Victoria, sedikit kuno- biasanya laki-laki yang jatuh cinta pada perempuan yang tak berdaya, atau yang tak disangka-sangka karena awalnya terlihat tak sepadan. Begitu pula di buku ini, kisah romans antara Jerry dan Megan Hunter, perempuan tomboy yang terlihat kekanak-kanakan, menjadi subplot yang agak terlalu menguasai isi buku. Agatha sendiri mengakui, buku ini menjadi salah satu kisah misterinya yang paling banyak terpengaruh gaya penulisannya sebagai Mary Westmacott (nama penanya saat menulis genre romans). Tapi bagi penggemar romans, ini menjadi selingan yang menyenangkan.

Yang paling kusukai dr buku ini adalah karakter Joanna Burton- adik Jerry yang cantik, perempuan kota sejati yang gemar memikat laki-laki dan meninggalkan mereka, dan akhirnya kena batunya saat jatuh cinta betulan dengan dokter desa Lymstock. Meski berbau-bau romans juga, subplot kisah cinta Joanna ini terasa lebih menyegarkan, kocak, dan membumi, sangat membantu mengangkat nuansa kisah buku ini menjadi tidak membosankan.

Twistnya sendiri cukup mengagetkan, seperti biasa Christie membawa kita tersesat dulu ke kesimpulan yang salah, untuk kemudian memutarbalikkan segalanya dan memberi pemecahan yang luar biasa di akhir buku. Dan Miss Marple, tentu saja, menganggap itu semua masalah biasa 🙂

Submitted for:

Agatha Christie Button Meme 1MysteryReadingChallengeButton1