Tags

, , , , , ,

in time of butterfliesJudul: In The Time of The Butterflies

Penulis: Julia Alvarez

Penerbit: Serambi (2012)

Penerjemah: Istiani Prajoko

Halaman: 571p

Gift from @HobbyBuku dan Penerbit Serambi

Apa kesamaan Indonesia dengan Republik Dominika? Sama-sama pernah diperintah oleh seorang diktator, dalam jangka waktu yang lama, yang menyaru sebagai Presiden.

Jenderal Rafael Trujillo berkuasa selama puluhan tahun di negeri tersebut, mengontrol kebebasan berpendapat, baik dari pers maupun masyarakat, memenjarakan dan bahkan membunuh orang-orang yang menentangnya, bahkan memiliki simpanan wanita muda di mana-mana.

Keluarga Mirabal terkena imbas kegilaan Trujillo juga, terutama setelah anak-anak perempuan keluarga tersebut terlibat dalam gerakan perlawanan bawah tanah untuk menggulingkan sang diktator. Mereka terkenal dengan nama sandi Mariposa, atau kupu-kupu.

Minerva yang cerdas dan selalu radikal, menjadi salah satu pemimpin dan simbol pergerakan yang melegenda dan dihormati di mana-mana. Patria yang alim dan sangat relijius mendapat panggilannya untuk ikut dalam pergerakan setelah melihat orang-orang terbunuh di hadapannya. Sementara Maria Teresa alias Mate, si bungsu yang awalnya aktif gara-gara bertemu laki-laki yang kelak menjadi suaminya, terus berjuang bahkan setelah ia menjadi seorang ibu. Hanya Dede, si anak tengah yang tidak ikut aktif di pergerakan, karena dilarang oleh suaminya yang dominan.

Buku ini mengulas dengan detail, lewat sudut pandang masing-masing saudari, tentang apa yang terjadi mulai tahun 1940-an hingga hari naas saat ketiga bersaudari tersebut ditemukan meninggal di dasar jurang. Penuturan Dede, satu-satunya saudari yang selamat dan harus menanggung hidup yang menyedihkan sepeninggal para Mariposa, juga disampaikan dengan begitu menyentuh. Perjuangan Mirabal bersaudari memang sangat mengagumkan, tapi apa yang terjadi dalam hidup Dede juga tak kalah mengenaskan.

Julia Alvarez berhasil menyusun kisah fiksi ini- yang berdasarkan sejarah nyata, dengan memukau. Detail dan fakta sejarah menyatu indah bersama bumbu-bumbu dramatis yang tidak berlebihan. Latar belakang Dominika juga digambarkan dengan sangat meyakinkan – ketakutan masyarakat, revolusi tak terkendali- segala yang dikhawatirkan oleh negara yang ingin bebas tapi belum tahu benar apa yang diinginkan. Seperti Indonesia di tahun 60-90-an akhir. Aku sangat relate dengan buku ini, dan penerjemahan yang cukup baik juga membantuku memahami lebih dalam tentang perjuangan Mirabal bersaudari- di tengah bangsa yang haus akan kemerdekaan.

TRIVIA

-Mirabal Sisters meninggal di usia 25-35 tahun, kecuali Dede Mirabal, yang hingga saat ini di usia yang mendekati 90 tahun, masih hidup di Republik Dominika, mengelola museum Mirabal di Salcedo, kampung halaman mereka dulu.

-Novel karangan Julia Alvarez ini pernah diangkat ke layar lebar di tahun 2001, dengan Salma Hayek memerankan Minerva Mirabal.

-Hingga Trujillo dibunuh tahun 1961, ia tidak pernah mau mengakui keterlibatannya terhadap pembunuhan Mirabal bersaudari. Meskipun Jenderal Pupo Roman mengaku ia tahu kalau para pembunuh Mirabal bersaudari adalah tangan kanan Trujillo sendiri.

 

Advertisements