Tags

, , , , ,

conspirataJudul: Conspirata

Penulis: Robert Harris

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2011)

Penerjemah: Femmy Syahrani

Halaman: 512p

Beli di: Pesta Novel Gramedia Palmerah (IDR 40k)

Setelah terpukau dengan Imperium, aku kembali terbuai oleh dunia Cicero lewat sekuelnya, Conspirata. Masih dituturkan dengan detail dan indah oleh Tiro sang budak sekretaris, perjalanan Cicero sejak menjadi konsul terpilih (jabatan yang diperolehnya melalui perjuangan luar biasa di buku pertama) dijabarkan dengan menawan.

Bagaimana ia harus berhadapan dengan musuh-musuh yang berusaha menggulingkannya, dan bahkan orang-orang yang tadinya ia anggap teman, bisa berubah dalam sekejap menjadi ancaman. Ada Caesar, politikus muda yang nantinya akan mengubah sejarah Roma, Pompeius yang masih dianggap sebagai jenderal penuh kuasa, Crassus yang berlimpah harta, Cato yang fanatik dan idealis, Catilina psikopat yang mengerikan, dan Clodius si playboy oportunis.

Persekutuan dan permusuhan, persaingan sengit dan siasat jenius, semuanya malang melintang dalam buku ini. Perbedaannya yang paling jelas dari buku pertama terletak pada sifat-sifat Cicero. Bila di buku Imperium Cicero digambarkan sangat bijaksana dan mulia, maka dalam Conspirata kita diperkenalkan pada kelemahan-kelemahannya. Bahkan Cicero pun tak lepas dari godaan uang, dan puncaknya adalah ketika ia rela meminjam uang dan berhutang demi memperoleh rumah impiannya. Ternyata, itulah yang menjadi titik tolak kejatuhan Cicero, yang disampaikan dengan penuh ketegangan, kejujuran, dan kesedihan, oleh Tiro yang setia.

Buku ini bercerita dengan lancar dan meyakinkan (khas Robert Harris) tentang titik tolak penting dalam sejarah Romawi, di mana sistem Republik mulai terancam oleh tokoh-tokoh ambisius yang mengaku bertindak atas nama rakyat meski sebenarnya alasan utama mereka adalah mementingkan kekuasaan masing-masing.
Bila diibaratkan dengan film Star Wars, buku ini seperti film Empire Strikes Back, gelap, depresif dan membuat frustrasi, meski tentu saja tetap ditulis dengan indah dan penuh detail yang sempurna. Mudah-mudahan saja buku ketiganya (yang rencananya baru akan terbit akhir tahun ini) bernuansa seperti Return of the Jedi yang penuh harapan 😀 (enough with this Star Wars nonsense!)