Tags

, , , , , ,

king attoliaJudul: The King of Attolia

Penulis: Megan Whalen Turner

Penerbit: Gramedia (2011)

Penerjemah: Zaky Yamani dan Reita Ariyanti

Halaman: 400p

Beli di: Pesta Buku Gramedia Citiwalk (IDR 50k,disc 20%)

Usia kelayakan baca: 8 yo and up

Akhirnya, setelah bertahan sejak buku pertama yang sangat mengecewakan, aku tiba juga di buku terakhir serial The Thief yang digadang-gadang sebagai yang terbaik dibanding para pendahulunya. Kisah bermula dari hari-hari pertama Eugenides yang kini sudah menjabat sebagai Raja Attolia setelah menikahi cinta sejatinya, Ratu Attolia. Rakyat dan para pejabat Attolia tidak menyukai kenyataan bahwa kini mereka dipimpin oleh mantan pencuri dari Eddis. Selain dianggap kurang memiliki kharisma, Eugenides juga selalu dicurigai akan melakukan pengkhianatan terhadap ratu dan kerajaan Attolia.

Keadaan semakin rumit dengan hadirnya Costis, pengawal muda yang dihukum untuk melayani sang raja akibat kelakuannya yang tidak pantas. Awalnya Costis juga membenci Eugenides, tapi beberapa peristiwa membuka matanya bahwa ternyata sang raja tidak seperti yang mereka kira. Dengan lihai, Eugenides kembali menunjukkan kebolehannya, terutama saat muncul rencana dan intrik jahat dari dalam istana yang bertujuan menggulingkan Ratu Attolia.

Sebenarnya kisah di buku ketiga ini menggunakan formula yang mirip dengan buku pertama. Kita dipaksa untuk melihat tingkah laku Eugenides dari sudut pandang orang lain, membentuk opini berdasarkan penglihatan mereka. Tak ada yang menyangka Eugenides (seperti juga di buku pertama) menyimpan rencana dan kekuatan tersembunyi. Termasuk hubungannya dengan ratu yang dari luar tampak dingin-dingin saja.

Syukurlah, di buku ini karakter-karakternya jauh lebih mudah untuk disukai, terutama Costis, Eugenides dan sang ratu. Eugenides misalnya, digambarkan harus memilih antara cintanya pada ratu atau kerinduannya pada kampung halamannya, dengan mudah membuat pembaca merasa relate dan memberikannya sedikit simpati. Meski intrik politik masih diceritakan dengan beberapa kerumitan yang tak perlu, tapi buku ini terselamatkan oleh ketiadaan deskripsi berlebihan yang memenuhi dua buku sebelumnya. Masih ada bagian-bagian yang sengaja dibuat membingungkan, tapi penjelasan di bagian akhir cukup memuaskan.

Buku ke-4, A Conspiracy of Kings bercerita tentang Sophos, pewaris Kerajaan Sounis. Sepertinya akan lebih menyegarkan karena kita berpindah sejenak dari kerumitan Attolia dan Eddis, tapi sepertinya Eugenides masih akan berperan, mengingat Sophos termasuk salah seorang teman yang disayanginya. Sedangkan buku ke-5, kabarnya masih dalam proses penulisan.

Entah kenapa, aku sendiri masih belum menemukan “greng” nya serial ini, yang amat sangat beken di Amerika sana, bahkan masuk ke banyak daftar buku anak terbaik dan sempat menggondol penghargaan Newbery. Mungkin, kalau berkesempatan membaca buku ke-4, aku akan mencoba membaca versi bahasa Inggrisnya saja, sebagai pembanding 🙂

Submitted for:

Come join the event!

Come join the event!