Tags

, , , , , , , , ,

harpot 7Judul: Harry Potter and the Deathly Hallows

Penulis: J.K.Rowling

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2008)

Halaman: 999p

Usia kelayakan baca: 10yo and up

The last installment, the last review, but definitely NOT the last rereading. Buku terakhir serial fenomenal ini menutup dengan sempurna rangkaian petualangan dan misteri dalam hidup Harry Potter. Tidak banyak yang bisa ditulis tentang plot buku ini tanpa mengungkap terlalu banyak spoiler.

Intinya adalah Harry harus menghadapi Voldemort secara langsung, karena sesuai dengan ramalan yang telah mengubah hidup mereka: yang satu tidak bisa hidup tanpa yang lain mati. Yang membuat kisah ini sangat berbeda dari buku-buku sebelumnya adalah ketiadaan kisah-kisah Hogwarts yang sudah menjadi ciri khas tiap buku. Harry, Ron dan Hermione tidak kembali ke sekolah dan memutuskan untuk mencari sisa Horcrux Voldemort sebelum menghadapinya secara langsung.

Mereka pun berkelana dari hutan ke hutan, berusaha memecahkan teka teki Horcrux Voldemort, menghindari ancaman Pelahap Maut, dan bahkan menghadapi ujian persahabatan mereka bertiga. Ada saat-saat suram di mana tidak ada makanan, mereka bertengkar hebat, sementara tidak ada kemajuan sama sekali dengan pencarian Horcrux. Di dunia luar, Voldemort semakin menancapkan kukunya, bahkan menguasai Hogwarts melalui Snape dan antek-anteknya. Pencarian semakin seru ketika ketiga sahabat ini bersinggungan dengan The Deathly Hallows- tiga benda pusaka yang bisa menjadikan seseorang penyihir terhebat di dunia- dan tak diragukan lagi, ingin dikuasai oleh Voldemort.

Most memorable scenes:

-Hermione dan tas ajaibnya: nggak ada yang ngalahin kejeniusan Hermione dan rencana-rencana hebatnya. Bahkan di saat paling genting sekalipun, Hermione bisa mengeluarkan benda yang dibutuhkan dari tas ajaibnya. Jadi inget sama Doraemon!

-Kreacher yang menjadi baik: peri rumah keluarga Sirius yang menyebalkan di dua buku sebelumnya, berubah menjadi penyelamat mereka di buku ini. Dan rasa sayang yang tumbuh antara si peri dengan ketiga pahlawan kita merupakan satu dari sedikit momen hangat dalam buku ini.

-Kematian banyak tokoh: dari mulai anggota Orde Phoenix sampai keluarga Weasley, semua kematian terasa mengguncang, apalagi di akhir buku, saat menyadari tokoh favorit kita sudah tidak ada lagi😦

-Pensieve Snape: adegan yang juga favoritku dalam adaptasi filmnya. Membuka semua rahasia yang dikubur Snape selama ini, termasuk tentang cinta sejatinya. Huks.

-Battle of Hogwarts: memang belum sekeren pertempuran di trilogi Lord of The Rings, tapi yang bikin adegan pertempuran ini seru adalah kontras dari sengitnya peperangan, dengan teka-teki yang harus dipecahkan oleh ketiga sahabat kita dalam waktu mendesak. Di saat pertempuran membabi buta, Harry malah harus berpikir di mana salah satu Horcrux Voldemort disembunyikan di kastil Hogwarts?

-Kisah Dumbledore: apakah versi palsu ala Rita Skitter atau versi asli yang misterius, kisah tentang Dumbledore nggak ada matinya. Aku benar-benar berharap Rowling mau menerbitkan buku Rita yang terkenal tentang biografi sang penyihir hebat.

So, it’s a wrap!

Eh..belom deng. Sebagai penutup event Hotter Potter, akan ada wrap post yang akan diposting sekitar minggu depan. So, until next time!

Submitted for:

hotter-potter-logo-1

Come join the event!

Come join the event!

name challenge 2013