Tags

, , , , , , ,

hickory1Judul: Hickory Dickory Dock (Pembunuhan di Pondokan Mahasiswa)

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Halaman: 314p

Beli di: Gramedia Central Park (IDR 48k)

Semua berawal dari Miss Lemon, sekretaris Hercule Poirot yang membuat kesalahan saat menulis surat. Hal yang tidak biasa ini terjadi karena Miss Lemon memikirkan adiknya, Mrs Hubbard, yang menemui masalah di tempat kerjanya.

Mrs Hubbard bekerja di sebuah pondokan mahasiswa internasional di Hickory Road, dan akhir-akhir ini banyak masalah aneh terjadi di sana. Barang-barang kecil menghilang, tinta ditumpahkan ke kertas seorang mahasiswi dengan sengaja, syal ditemukan tercabik-cabik..

kayaknya tikus jadi unsur favorit cover hickory, mengacu pada lirik sajaknya.

kayaknya tikus jadi unsur favorit cover hickory, mengacu pada lirik sajaknya.

Poirot pun mengunjungi Hickory Road untuk membantu Mrs Hubbard, dengan harapan Miss Lemon akan kembali bisa berkonsentrasi menunaikan tugas-tugasnya. Di sana, Poirot bertemu dengan beragam mahasiswa yang memiliki latar berbeda-beda, mulai dari yang pemalu sampai yang pemarah, orang Asia sampai Amerika, yang beraliran fundamentalis sampai calon psikolog yang serius. Dan apa yang tampak seperti masalah konyol biasa, ternyata menyimpan misteri yang lebih besar.

Terutama ketika terjadi pembunuhan yang pertama.

Hickory Dickory Dock adalah salah satu kisah Poirot favoritku karena beberapa alasan:

1. Judulnya catchy. Agatha Christie sering menggunakan puisi

Cover ini lebih simpel,mengacu pada beberapa adegan di buku.

Simple cover.

kanak-kanak Inggris untuk judul bukunya, dan Hickory Dickory Dock adalah salah satunya. Judul lain yang juga diambil dari sajak anak misalnya One, Two, Buckle My Shoes (Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya) dan A Pocket Full of Rye (Misteri Burung Hitam). Berikut isi sajak Hickory Dickory Dock:

Hickory, dickory, dock,
The mouse ran up the clock.
The clock struck one,
The mouse ran down,
Hickory, dickory, dock.

2. Setting-nya sangat menarik. Pondokan mahasiswa di London era tahun 50-60an, dengan beragam mahasiswa internasional. Salah satunya bahkan merupakan penerima beasiswa Fulbright! (Yang entah kenapa malah ditulis Fulbrite hehe). Isu subversif, komunisme, drug smuggling, dan rasisme, terasa sangat pas dan relate dengan masa tersebut.

Yang ini juga simpel, referring ke kata "clock" yang ada di sajak.

Yang ini juga simpel, referring ke kata “clock” yang ada di sajak.

3. Poirot. Tentu saja aku suka semua buku Poirot, tp ada beberapa buku yang porsi Poirotnya terlalu sedikit, atau Poirot sedang berada dalam suasana negatif (The Hollow, misalnya). Di buku ini, meskipun tidak ada Hastings yang setia, tapi karakter penggantinya terasa cukup pas- Miss Lemon yang kaku, Mrs Hubbard yang baik hati, Inspektur Sharpe yang menyenangkan, dan penghuni pondokan yang menarik.
4. Plot. Masih penuh kejutan, twist yang tak terduga, sedikit romance anak muda yang tidak berlebihan, dan beberapa subplot menarik, buku ini terasa ringan, penuh humor, dan mengalir lancar. Simply said, this book is one of Christie’s last books, and it’s one of the best, too.

Classic version. One of my faves :)

Classic version. One of my faves🙂

Sedikit kritik hanya perlu disampaikan menyangkut typo di edisi ini  yang cukup banyak bertebaran. Sayang juga karena sebenarnya ini buku cetak ulang, yang berarti suatu kesempatan untuk memperbaiki penerjemahan dan typo. Tapi untungnya cover edisi baru ini cukup bisa mengatasi kekecewaan tersebut.