Tags

, , ,

back to children litDalam rangka mengikuti event seru yang di-host oleh Mbak Maria Hobby Buku dan Bzee, Back To Children Classic’s Literature, salah satunya adalah membuat postingan tentang buku-buku yang dulu dibaca waktu kecil, dan masih berkesan sampai sekarang.

Aku berasal dari keluarga yang cukup kutu buku. Mamaku senang membaca, meski buku-bukunya tidak semua satu selera denganku (aku suka Agatha Christie karena Mama, tapi koleksi Miles and Boons nya nggak pernah kusentuh sampai sekarang). Kakak laki-lakiku juga termasuk kutu buku (sampai sekarang masih jadi temen diskusi setia Harry Potter dan buku-bukunya John Grisham), dan beberapa sepupuku juga menghibahkan koleksi buku-bukunya untuk kita (Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu dan Trio Detektif adalah beberapa di antaranya. Generous banget ga sih? Kayaknya aku nggak bakal rela kalo harus menghibahkan koleksiku sama orang lain, heuheu!).

Perjalanan ke toko buku selalu menjadi saat-saat menyenangkan, setidaknya seminggu sekali kita sowan ke toko buku (dulu cuman ada Gramedia atau Gunung Agung di Bandung). Dan di antara buku-buku yang kubaca waktu kecil, ada beberapa yang paling berkesan dan menjadikanku kutu buku sampai sekarang ini.

Kumpulan Dongeng Binatang (Anne-Marie Dalmais)

dongeng binatang1Terdiri dari kisah-kisah pendek yang tokohnya adalah para binatang. Yang membuatnya sangat berkesan adalah ceritanya yang sederhana tapi mengena, dan ilustrasinya yang warna-warni cerah, keren banget! Aku inget kisah tentang Mia si kucing yang suka banget menunda, termasuk menunda beli buku sekolah meski rumahnya di sebelah toko buku. Sehari sebelum masuk sekolah, baru deh Mia kelabakan dan ternyata antrian di toko udah panjang. Nyesel deh si Mia🙂

Terjemahan buku ini juga bagus, ada beberapa cerita dongeng binatang2yang bentuknya puisi dan diterjemahkan dengan pas banget, lengkap dengan rhyme nya dalam bahasa Indonesia dan artinya pun masih nyambung. Baru-baru ini aku lihat Gramedia menerbitkan ulang Kumpulan Dongeng Binatang dengan cover baru, tapi untungnya aku masih sempat beli versi cover lama (yang terdiri dari 2 buku) untuk keperluan nostalgia🙂

 

 

 

Kisah-kisah di Hutan (Tony Wolf)

Gambar pinjam dari Ferina :)

Gambar pinjam dari Ferina🙂

Ini satu lagi cerita yang sangaaat berkesan. Terdiri dari 6 buah buku berjudul Hutan, Liliput, Kurcaci, Raksasa, Peri dan Naga; buku seukuran majalah ini memiliki ilustrasi yang luar biasa bagus, dengan warna warni cerah dan detail yang kuat. Yang paling aku ingat adalah buku tentang peri, karena beberapa endingnya yang sediiiih banget untuk ukuran buku anak. Dulu aku mengoleksi buku-buku ini yang masih dalam versi hardcover, tapi sekarang versi barunya diterbitkan dalam bentuk softcover (yang untungnya masih sempat kubeli lengkap lewat situs bukabuku.com, yeay!).

Serial Noddy (Enid Blyton)

noddyNoddy! Si kecil yang selalu terlibat petualangan seru di Kota Mainan. Banyak banget serial Noddy ini, tapi aku nggak inget yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia lengkap atau tidak. Yang pasti, dulu koleksiku komplit, aku suka kisahnya yang sederhana dan ceria, juga ilustrasinya yang menggemaskan. Tapi koleksiku menghilang entah ke mana, dan sempat juga hunting buku-buku secondnya, sampai akhirnya berhasil mendapatkannya lewat AlmariDeki (atas info berharga dari Dewi!), dan juga lewat Bukumoo Satu Dua Tiga.

 

 

 

Serial Kumbang (Enid Blyton)

serikumbangMasih karya si jenius Enid Blyton, Serial Kumbang ini terdiri dari 7 buah buku saku yang tidak berwarna, tapi tetap dipenuhi ilustrasi menarik. Kisahnya khas banget Enid Blyton, penuh dengan pelajaran moral yang cocok untuk anak-anak. Salah satu yang paling berkesan untukku adalah tentang putri raja yang bertukar tempat dengan gadis miskin, dan betapa gadis miskin akhirnya sangat menghargai kehidupannya yang biarpun sederhana tapi dipenuhi kasih sayang yang tidak didapatkan oleh si putri raja. Yang menyenangkan, sekarang aku punya versi baru koleksi ini yang dikemas dalam boxset berwarna kuning cerah, dan ternyata Yofel suka banget kisah-kisah di buku ini🙂 What a nice heritage.

Serial Tini (Marcel Marlier)

Serial Tini menurutku adalah salah satu serial paling keren sepanjang masa, terutama buat anak-anak perempuan😀 Ilustrasinya baguuuuus banget, dengan warna yang lembut dan garis-garis yang realistis, sehingga sosok anak-anak yang digambarkan di sana sudah seperti foto saja. Kisahnya juga bervariasi, mulai dari Tini berlibur, berkebun, belajar balet, berlayar dan lain-lain. Untuk anak-anak lelaki, mungkin lebih suka membaca kisah yang mengangkat binatang serta petualangan sebagai tema nya, seperti Pita si Rubah Gurun, Mimi Kucing Kecil atau Robi dan Susi di Pulau Impian. Semuanya menarik dan menyenangkan. Sayangnya, aku sempat melihat serial ini diterbitkan ulang oleh Gramedia, tapi dengan versi cover dan ilustrasi yang berbeda. Entah hanya covernya saja yang beda atau dalamnya juga beda, tapi yang jelas aku lebih menyukai versi yang lama.

Picture from here

Picture from here

 

Selain buku-buku di atas yang mengawali kecintaanku pada dunia membaca, aku tumbuh besar dengan beberapa buku yang lebih tebal dan kompleks, seperti serial Lima Sekawan, Trio Detektif, Pasukan Mau Tahu dan Babysitter’s Club. Semuanya memiliki andil dalam membentukku menjadi seperti sekarang ini. Aku harap, aku dapat menurunkan warisan buku-buku ini juga kepada Yofel kelak (Junior bookworm in the making!)🙂