Tags

, , , , , , , , ,

norwegian woodJudul: Norwegian Wood

Penulis: Haruki Murakami

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (2013)

Halaman: 426p

Buntelan dari: Gramedia

Semuanya bermula dari lagu Norwegian Wood yang didengar Watanabe dalam pesawat ketika baru mendarat di Jerman. Kenangannya langsung membawanya ke masa lalu, kepada Naoko, gadis yang dicintainya dan amat menyukai lagu the Beatles tersebut.

Hampir 20 tahun lalu Watanabe mengenal Naoko. Mereka dipersatukan oleh duka mendalam akibat kehilangan Kizuki, kekasih Naoko dan sahabat karib Watanabe yang meninggal akibat bunuh diri. Sama-sama kehilangan, mereka berusaha saling menghibur. Namun kelabilan kondisi jiwa Naoko yang rapuh menyebabkan mereka harus berpisah sementara. Di antara hari-harinya menahan rindu pada Naoko, Watanabe menjalani statusnya sebagai mahasiswa di kota Tokyo- tinggal di asrama, bekerja paruh waktu, berteman dengan mahasiswa nyentrik Nagasawa-san dan diperkenalkan pada dunia seks yang serba bebas. Watanabe juga bertemu dengan seorang gadis cuek, Midori, yang membantunya mencari tahu jati dirinya dan apa sebenarnya yang ia cari dalam hidup.

Norwegian Wood merupakan pengalaman pertamaku membaca karya Haruki Murakami yang fenomenal, dan meski jenisnya bukan favoritku, harus kuakui aku cukup terkejut karena ternyata aku menyukai buku ini. Aura suram dan gelap yang terdapat dalam buku ini memang kadang terlalu berlebihan, menimbulkan perasaan hampa saat menutup lembar terakhirnya.

Buku ini berkisah tentang ketidakbahagiaan, keputusasaan, kehidupan yang penuh pencarian tak berujung. Betapa gelapnya hidup yang tanpa harapan! Norwegian Wood membuatku melihat hidup dari sisi yang lain, sisi yang skeptis dan menganggap kematian adalah jalan satu-satunya bila tak ada lagi yang bisa diperjuangkan. Hanya dari Watanabe lah buku ini sedikit mendapat pencerahan. Selera humornya yang tak terduga menyelipkan adegan lucu di sana-sini, dan ketulusannya menjalani hidup di tengah berbagai beban yang dihadapinya memberikan secercah harapan dalam kisah kelam ini.

Selain kisah yang diramu dengan suram, salah satu ciri khas Murakami sepertinya terdapat pada adegan seksual yang kadang disajikan dengan terlalu gamblang dan berlebihan, namun untungnya masih terasa cukup riil, tidak terlalu absurd seperti kebanyakan literatur Jepang. Apalagi dengan latar kehidupan mahasiswa yang dipenuhi nafsu duniawi, Murakami dengan telak menggambarkan adegan seksual yang kerap menjadi bagian sehari-hari anak muda Jepang tahun 60-an.

Norwegian Wood juga membuatku bertanya-tanya apakah benar kehidupan di Jepang sebegitu gelap dan putus asanya? Dan betapa banyak jiwa-jiwa yang rapuh di sana! Untungnya, Murakami mampu menyajikan kegelapan budaya Jepang tadi lewat tulisan yang indah, yang banyak disusupi judul lagu pop dan buku terkenal yang pastinya relate dengan pembaca, dan sedikitnya bisa mengalihkan perhatian dari kesuraman yang menyelubungi buku ini.

Trivia:

-Lagu Norwegian Wood pertama kali dirilis tahun 1965 dalam album The Beatles yang bertitel “Rubber Soul”.

-Menurut John Lennon, lagu ini berkisah tentang affair yang dilakukannya saat menikah dengan istrinya saat itu, Cynthia.

-Norwegian Wood sudah diangkat ke layar lebar, salah satu bintangnya adalah Rinko Kikuchi sebagai Naoko, yang terkenal karena perannya di film Babel.

-Beberapa buku yang disebut dalam Norwegian Wood antara lain The Great Gatsby, The Magic Mountain, dan Beneath The Wheels.

Thanks Gramedia for this lovely gift!

Advertisements