Tags

, , , , , , , , ,

harpot 6Judul: Harry Potter and the Half-Blood Prince

Penulis: JK Rowling

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2006)

Halaman: 816p

Usia kelayakan baca: 10 y.o and up

Kisah dibuka dengan kunjungan mantan Menteri Sihir dan Menteri Sihir yang baru ke kantor Perdana Menteri muggle. Rezim Voldemort sudah membuat kekacauan bukan saja di dunia sihir, tapi merambat ke dunia muggle. Sementara, Harry dan teman-temannya kembali ke sekolah di tengah suasana yang serba tidak pasti ini.

Di samping menjadi kapten quidditch dan membuat banyak anak-anak perempuan tergila-gila dengannya, Harry juga harus menghadapi kenyataan pahit tentang ramalan dan takdirnya untuk melawan Voldemort. Dumbledore pun mulai mempersiapkan Harry, dengan cara mengajaknya menelusuri perjalanan masa lalu Voldemort serta obsesinya untuk memiliki jiwa yang imortal.

Sementara itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah Harry berhasil dalam pelajaran Ramuan, berkat adanya buku catatan Ramuan misterius milik “Pangeran Berdarah Campuran”. Tak disangka, misteri tentang siapa Pangeran Berdarah Campuran ini akan memiliki arti penting bagi Harry, terutama dalam mengerti masa lalu orang tuanya.

Meski temanya suram dan sudah mendekati klimaks akhir kisah petualangan Harry, jangan berharap buku ke-6 ini akan segelap dan seberat buku ke-5, karena banyak adegan lucu yang disisipi Rowling dalam buku ini, terutama yang menyangkut kisah-kisah asmara Harry dan teman-temannya. Mungkin Rowling ingin mengobati kekecewaan pembaca yang kebanyakan menganggap buku ke-5 merupakan buku yang paling tidak disukai dari serial ini.
What I like:
1. Hubungan Harry dan Dumbledore yang sangat dekat dalam buku ini, menghangatkan sekaligus mengharukan di banyak bagian.

Harry: Dia (Menteri Sihir) menuduh saya ‘orang Dumbledore luar dalam’.

Dumbledore: Sungguh sangat tidak sopan.

Harry: Saya katakan kepadanya memang begitu.

—setelah hening yang ditingkahi oleh nyanyian Fawkes yang lembut —

Dumbledore: Aku sangat terharu, Harry. (p 451)

2. Kisah asmara anak-anak Hogwarts, mulai dari Ron-Lavender-Hermione, sampai Harry yang dikejutkan dengan perasaannya pada Ginny.
3. Pelajaran Ramuan! Siapa sangka Ramuan akan bisa begitu menarik tanpa Snape yang penuh teror?
4. Tes Apparition, yang ketegangannya menyaingi tes mengemudi mobil bagi anak-anak muggle.
5. Quidditch yang lebih seru, karena Harry bukanlah satu-satunya pahlawan dalam tim Gryffindor, malah kemenangan lebih banyak bergantung pada anggota tim lainnya yang kebanyakan adalah anak-anak baru.
What I don’t like:
1. The ending. Huhuhu, the most heartbreaking ending dari semua buku Harry Potter termasuk buku ke-7. While it is necessary, it is also not fair. Aku masih bengep-bengep meskipun sudah membaca buku ini untuk kesekian kalinya.
2. Malfoy- dan betapa semua orang tidak percaya siginifikansi perannya dalam buku ini- kecuali Harry!
3. Ginny- ok, ini mungkin hanya aku saja. Tapi Ginny digambarkan sangat cool, cantik, populer dan banyak digilai cowok-cowok Hogwarts. Satu hal yang sepertinya tidak sesuai dengan penampakannya di film, yang menurutku sangatlah plain Jane. Jauh banget sama Hermione yang malahan di film kelihatan lebih cantik. Tapi mungkin ini masalah selera ya, because I’m not a Brit 😀

So what do u think?

So what do u think?

Quote favorit:

Ketidaktahuanlah yang kita takuti jika kita memandang kematian dan kegelapan, tak lebih dari itu (Dumbledore, page 711)

 

Submitted for:

hotter-potter-logo-1

name challenge 2013

Come join the event!

Come join the event!

Advertisements