Tags

, , , , , , ,

notre dameJudul: The Hunchback of Notre Dame

Penulis: Victor Hugo

Penerbit: Serambi (2010)

Halaman: 570p

Beli di: Pesta Buku Jakarta 2012 (IDR 25k, bargain price!)

Kisah dimulai di Paris tahun 1482, berputar di sekitar sosok gadis gipsi cantik yang misterius, La Esmeralda. Esmeralda dicintai oleh banyak orang, terutama laki-laki, dengan cara yang berbeda-beda. Pierre Gringoire- pujangga kota Paris yang gagal- mencintainya karena merasa berutang budi telah diselamatkan oleh si gadis gipsi. Phoebus-perwira gagah yang dikagumi Esmeralda- pura-pura mencintainya demi memperoleh kenikmatan yang sudah ia cita-citakan. Frollo- wakil uskup yang dibutakan oleh nafsunya, mencintai Esmeralda dengan posesif dan dipenuhi oleh rencana gila. Sementara Quasimodo, pemukul lonceng di gereja Notre Dame yang buruk rupa dan selalu menjadi bahan celaan masyarakat, mengasihi dan mencintai Esmeralda dengan tulus dari jauh, karena ia tahu cintanya tak akan terbalaskan.

Di tengah suasana Paris yang masih penuh kekacauan, sebuah konspirasi terjadi sehingga Esmeralda dituduh melakukan pembunuhan dan terancam hukuman mati. Apakah peran dari masing-masing pria yang mengaku mencintainya itu? Adakah yang bisa menyelamatkannya, atau mereka malah akan menjerumuskannya?

Ini adalah pertama kalinya aku membaca karya Victor Hugo, sebagai bagian dari Posting Bareng BBI bertema Sastra Eropa. Edisi terjemahan Serambi ini cukup enak untuk diikuti, meski ada beberapa ganjalan di sana-sini. Ganjalan terbesar tentu datang dari judulnya: kenapa juga Hunchback of Notre Dame diterjemahkan menjadi Si Cantik dari Notre Dame? Jelas-jelas judulnya mengacu pada Quasimodo, si Bungkuk dari Notre Dame yang menjadi anomali dalam kisah ini- keburukan fisik dan kebaikan hatinya yang luar biasa, sangat berbeda dengan karakter lain dalam buku yang penuh dengan muslihat serta kedengkian.

Lalu satu lagi, kenapa covernya sangat mengecilkan hati ya? Padahal setting Notre Dame bisa dijadikan cover yang gothic, atau anggun, atau misterius, sesuai tone dari buku ini. Tapi, Serambi malah mengubah covernya menjadi berbau-bau horror nggak jelas :p Sayang banget. Beberapa org yg kukenal malah mengaku malas membeli buku ini karena covernya yang tidak berselera.

Mengenai gaya bertutur Hugo, aku cukup suka mengikutinya. Tidak terlalu bertele-tele seperti Dickens misalnya, tapi justru banyak disisipi humor gelap yang kadang membuatku tersenyum-senyum sendiri (misalnya tentang Gringoire yang terobsesi dengan kambing Esmeralda). Setting Paris terutama Notre Dame juga digambarkan dengan cukup detail dan memenuhi imajinasiku dengan unsur gothicnya yang kental. Namun tokoh Esmeralda menurutku masih terlalu klise- gadis cantik yang disukai semua orang dan malah memilih pria yang salah. Meh.

Satu lagi yang perlu diperhatikan: bagi siapapun yang sudah menonton Hunchback versi Disney, bersiaplah untuk menghadapi cerita yang sama sekali berbeda, karena Disney-seperti biasa- telah memorak-porandakan kisah klasik ini menjadi dongeng happily ever after. Jangan kaget kalau endingnya tidak seindah yang ditawarkan oleh Disney!

the happy fairy tale

the happy fairy tale

Tentang Victor Hugo

Victor Hugo adalah penyair dan penulis yang lahir di Perancis tanggal 26 Februari 1802. Hunchback of Notre Dame adalah novel panjangnya yang pertama. Setelah Hunchback, novel Hugo yang paling terkenal sepanjang masa adalah Les Miserables. Tulisannya merupakan kritik terhadap Perancis – konservasi Notre Dame di Hunchback, dan ketidakadilan sosial di Les Miserables. Selain menulis, Hugo juga merupakan seorang pelukis dan memproduksi sekitar 4000 lukisan sebelum meninggal dunia tahun 1885.

Tentang Notre Dame

Notre Dame de Paris (atau Our Lady of Paris) merupakan salah satu katedral paling terkenal di dunia. Arsitekturnya bergaya gothic Peranics, dan dilengkapi dengan patung gargoyle serta kaca jendela buram yang khas. Sekitar tahun 1790, bangunan ini mengalami kerusakan di tengah Revolusi Perancis, di mana banyak bangunan religius dihancurkan dan dirusak. Terdapat 5 buah lonceng besar di Menara Notre- Dame (yang di novel Hugo dibunyikan oleh Quasimodo), yang paling besar dinamakan Emmanuel, dengan berat sekitar 13 ton! Tidak heran Quasimodo dikisahkan menjadi tuli akibat membunyikan lonceng ini selama bertahun-tahun.

Yang ini, BUKAN si cantik dari Notre Dame :p (Paris, 2006)

Yang ini, BUKAN si cantik dari Notre Dame :p (Paris, 2006)