Tags

, , , , ,

imperiumJudul: Imperium

Penulis: Robert Harris

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2008)

Halaman: 416p

Beli di: Pesta Novel Gramedia Palmerah (IDR 40k)

Dari buku-bukunya yang sudah kubaca, Robert Harris belum pernah mengecewakanku. Dan Imperium adalah satu lagi bukti kepiawaian penulis ini, yang berhasil memikatku untuk kesekian kalinya. Kali ini Harris kembali ke ranah sejarah Romawi yang menjadi salah satu kekuatannya.

Kisah hidup Cicero, senator dan orator ulung Romawi, disampaikan dengan begitu detail, mengalir dan bersahaja, melalui sosok budak sekretarisnya, Tiro. Tiro memulai ceritanya saat Cicero menghadapi salah satu kasus paling menantang sepanjang kariernya, yaitu membela rakyat miskin Sisilia yang menjadi korban kekejaman gubernur korup, Verres. Cicero, yang masih merupakan senator pemula dan tidak memiliki keluarga kaya maupun dukungan kaum aristokrat, mempertaruhkan seluruh masa depannya dalam kasus ini, sekaligus mengawali kariernya yang cemerlang di kancah perpolitikan Romawi.

Seiring perjalanan karier Cicero, Tiro membawa kita menelusuri seluk-beluk intrik politikus, negosiasi dan lobby yang tanpa henti, dukungan dan tentangan yang silih berganti, serta istilah “percaya” yang sepertinya tidak ada artinya di dunia politik yang kejam ini. Sehari kawan dan esoknya lawan, mungkin merupakan hal yang biasa saja dihadapi oleh Cicero.

Syukurlah Cicero masih berusaha mempertahankan integritasnya sebagai negarawan yang jujur, meski tak urung seringkali ia terpaksa mengambil jalan yang tidak sesuai dengan hati nuraninya. Namun kecerdikannya selalu muncul di saat-saat ia sudah terjepit dan pembaca mulai dilanda rasa putus asa. Underdog always rules!🙂

Harris berhasil membawa kita sepenuhnya terhipnotis dalam tutur kata Tiro, yang sangat menyayangi Cicero dan menjadi orang kepercayaannya. Setting kota Roma kuno juga disampaikan dengan akurat, sehingga jalanan berdebu, pilar-pilar angkuh serta rumah mewah kaum aristokrat dapat dibayangkan dengan mudah. Yang juga menarik adalah munculnya tokoh-tokoh yang terkenal dalam sejarah, seperti Julius Caesar yang nantinya akan mengubah masa depan Republik Romawi.

Lewat kisah ini, kita juga mau tak mau merenungkan makna politik- dan betapa hal tersebut tidak berubah seiring perkembangan jaman. Mungkin sistemnya telah berbeda di jaman sekarang, tapi politik dengan segala intriknya tetaplah sama, penuh akal bulus dan kadang kelicikan yang tak ada henti. Meskipun demikian, aku jauh lebih menghargai cara berpolitik Cicero, yang murni berpolitik atas dasar cintanya pada politik, dibandingkan dengan politikus jaman sekarang yang intinya sih uang, uang dan uang. Betapa menyenangkannya kalau ada seorang Cicero di tengah kesemrawutan negara kita saat ini!

Trivia

  • Imperium merupakan bagian dari trilogi Romawi yang ditulis oleh Robert Harris. Bukunya yang kedua adalah Conspirata, sementara pamungkasnya baru akan diterbitkan akhir tahun 2013.
  • Cicero merupakan sedikit contoh dari politikus ulung yang sukses meskipun berasal dari keluarga non-aristokrat. Ironisnya, contoh lainnya yang memiliki latar belakang sangat mirip adalah Julius Caesar, yang malah menjadi musuh bebuyutannya.
  • Salah satu tantangan membaca buku ini (meski kisah dan dialognya mengalir lancar) adalah nama-nama Romawi yang sangat sulit untuk diingat, bahkan banyak di antara mereka yang memiliki nama sama (Marcus, Quintus, dan Lucius adalah nama-nama yang populer, dan dimiliki oleh banyak orang meski nama keluarganya berbeda). Siap-siap pusing🙂
  • Sosok Cicero sudah banyak diangkat ke dalam buku, film maupun serial televisi. Robert Harris cenderung mengangkat sisi positif Cicero dan menjadikannya sebagai pahlawan. Namun ternyata, Colleen McCullough dalam serial “Masters of Rome” malah menonjolkan sisi lemah Cicero, dan menjadikan Julius Caesar lebih sebagai protagonis. There are two sides of every story, indeed🙂