Tags

, , , ,

Casual_VacancyJudul: The Casual Vacancy

Penulis: J.K. Rowling

Penerbit: Little, Brown and Company (2012)

Halaman: 503p

Beli di: Periplus Setiabudi Bandung (IDR 273k)

Kota kecil Pagford di Inggris tidak setenang kelihatannya. Terutama saat Barry Fairbrother, anggota dewan kota yang sangat berpengaruh, meninggal dunia secara tiba-tiba di usianya yang masih muda. Bukan hanya karena Barry adalah sosok yang kharismatik dan bisa menjangkau segala lapisan masyarakat, tetapi karena Barry adalah tokoh utama yang memperjuangkan the Fields, bagian kumuh kota yang terletak di perbatasan, supaya tetap berada di wilayah Pagford, dan tidak diberikan kepada Yarvill, seperti yang diinginkan para anggota dewan lainnya.

Meninggalnya Barry menciptakan perang terbuka antara kedua kubu: kubu Barry dan kubu lawan-lawannya, yang sebagian besar merupakan orang kaya lama Pagford yang berasal dari keluarga terpandang. Namun perang tersebut juga menjalar hingga ke lingkungan yang lebih kecil: sekolah, keluarga dan rumah tangga. Apalagi ketika pemilihan dilakukan untuk mencari pengganti posisi Barry, segala politik kotor dilakukan- dan kadang-kadang motifnya bahkan sangat personal!

Semua orang sudah tahu bahwa JK Rowling menulis kisah yang sangat berbeda dibandingkan dengan Harry Potter yang sudah membesarkan namanya. Ini adalah novel dewasa, penuh dengan kata-kata makian kasar, adegan seksual eksplisit, serta segala sifat gelap manusia. Mungkin karena itu juga rata-rata rating yang diperoleh buku ini cukup buruk. Di Goodreads saja, ratingnya termasuk rendah. Makanya aku tidak memiliki ekspektasi tinggi saat membaca buku ini.

Tapi surprisingly, I enjoyed this book so much!

Tangan ajaib Rowling masih terasa di sepanjang buku: kepiawaiannya membangun karakter yang sangat believable, konflik yang memancing emosi, serta setting yang detail (deskripsi Pagford mengingatkanku pada Hogsmeade- namun versi Muggle), semuanya membuatku menyadari betapa kisah yang sederhana pun bisa dibuat penuh makna olehnya. Setiap karakter dibangun dengan hati-hati, dan meski awalnya agak overwhelming saking banyaknya tokoh Pagford yang terlibat dalam kisah ini, tapi Rowling took her time, slowly introducing them to us, all the good and the bad sides.

Sekali lagi, mengingatkanku pada tokoh-tokoh di serial Harry Potter, dengan berbagai dilema mereka, persimpangan jalan memilih yang baik dan yang jahat, sifat abu-abu yang berakar jauh ke masa lampau… Tidak ada tokoh yang 100 persen jahat maupun baik, semua memiliki dilema masing-masing, kepercayaan masing-masing dan harapan masing-masing. Sungguh khas Rowling.Membuat kita bisa bersimpati di satu titik pada satu tokoh, dan merasa benci setengah mati pada orang yang sama di titik yang lain.

Tokoh favoritku adalah Samantha Mollison, menantu ketua dewan kota, yang jemu dengan kehidupan Pagford, dan berusaha dengan segala cara supaya bisa keluar dari sana; serta Sukhvinder, anak perempuan keturunan India yang menjadi korban bullying, tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah.

Segala sempalan adegan dewasa juga masih dalam batas toleransi, justru menurutku Rowling berhasil melampiaskan apa yang tidak dapat ia sampaikan selama bertahun-tahun menulis Harry Potter ke dalam buku ini. Segala kepahitan, sisi kelam manusia, masalah ketergantungan obat, penelantaran anak, depresi dan rasisme, semua yang hanya merupakan simbol dalam Harry Potter (mud blood vs pure blood, anyone?), kini disampaikan dengan lebih gamblang, and I’m fine with it.

Tidak sabar rasanya menanti the next Rowling’s magic. What would it be?

Buzz:

Dalam salah satu interview, Rowling memberi hint tentang niatnya menulis buku berikutnya, yang sepertinya akan ditujukan untuk anak-anak. Entah karena stress dengan review yang cukup kejam terhadap Casual Vacancy, atau karena kangen menulis cerita anak-anak, sepertinya memang Rowling berniat untuk kembali ke ranah yang membesarkan namanya itu. Bahkan ia bercita-cita ingin menulis tentang dunia penyihir lagi, meski tanpa Harry Potter! Padahal, sebenarnya banyak lho yang bisa diulik dari dunia ciptaannya: masa lalu Dumbledore, kisah cinta Snape-Lily, masa lalu James-Sirius, bahkan dunia masa depan dengan pemeran anak-anak Harry dan teman-temannya. Endless possibilities, hopefully she will pick at least one!🙂