Tags

, , , , , , , , , , ,

harpot 5Judul: Harry Potter and The Order of The Phoenix

Penulis: JK Rowling

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2004)

Halaman: 1200p

Age appropriate: 8 yo and up

Buku kelima serial Harry Potter ini adalah buku yang paling suram, paling padat, dan paling tidak kusukai dari ketujuh buku di seri ini. Meski begitu, buku ini menguak detail dan misteri yang menjelaskan banyak hal (sekaligus membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang bikin penasaran), juga memiliki tensi pertempuran yang tinggi di bagian akhir buku, yang berakhir pada kematian tragis pertama sepanjang serial Harry Potter.

Kemunculan Voldemort secara penuh menimbulkan terror tersendiri, didukung oleh para Pelahap Mautnya yang satu per satu diperkenalkan pada pembaca. Tujuan Voldemort kali ini adalah mendengar Ramalan tentang dirinya dan Harry Potter, dan ia memancing Harry untuk mengambilkan Ramalan tersebut dengan cara-cara tak terduga. Untunglah perlawanan berarti datang dari Orde Phoenix, yang bermarkas di rumah tua Sirius di London.

Sementara itu, unsur politik sangat kental di buku ini, diwakili oleh Fudge si Menteri Sihir yang menolak percaya akan kembalinya Voldemort, memilih untuk tutup mata dan malah menyudutkan Dumbledore dan Harry, bahkan menempatkan wakil kementerian di Hogwarts yang sok berkuasa dan berusaha menguasai sekolah lewat gaya diktatornya yang kejam.

Sebenarnya buku ini berpotensi menjadi buku yang seru, tapi gayanya yang terlalu suram dan gelap membuat pembaca cukup depresi. Kalau di Star Wars, buku ini mungkin seperti episode Empire Strikes Back yang penuh nuansa gelap, saat kekuatan jahat berkuasa sebelum si baik menyerang balik. Rowling memang menampilkan sisi gelapΒ  hampir semua karakternya, sehingga mau tidak mau kita merasa sebal pada mereka, merasa ikut frustrasi, dan merasa kalau buku ini memang terlalu panjang dan kelam.
Beberapa catatan menyebalkan dalam buku ini:
Harry, sangat pemarah, sangat mudah naik darah, ceroboh dan super egois di dalam buku ini. Pengaruh Voldemort yang bisa menguasai pikirannya juga sangat terasa.
Dumbledore: kenapa oh kenapa Dumbledore tidak mau berterus terang saja pada Harry tentang apa yang sebenarnya ia alami, dan malah memberikan petunjuk samar serta larangan tak jelas yang tentunya memancing Harry mengambil tindakan nekat? (Meski alasan sikap Dumbledore dijelaskan di akhir kisah, tetap saja butuh kesabaran luar biasa untuk mengikuti sikap diamnya di sepanjang buku).
Mrs. Weasley: yep! Dalam buku ini Mrs. Weasley digambarkan sangat protektif, galak dan kadang sok penting (karena ia keukeuh tidak mau memberi tahu anak-anak tentang apa yang sebenarnya dilakukan Orde Phoenix), insting Ibu yang cukup berlebihan, dan konfliknya dengan Sirius yang ingin selalu membela Harry terasa sangat melelahkan untuk diikuti.
Snape: yang mendapat kepercayaan Dumbledore untuk memberikan pelajaran Occlumency pada Harry- dan bersikap sangat ganas dan menyebalkan. Namun satu adegan yang merujuk ke masa lalu mengungkapkan kalau James Potter dan Sirius Black juga sangat-sangat menyebalkan saat mereka di Hogwarts, dan untuk pertama kalinya kita terpaksa bersimpati pada Snape.
Dolores Umbridge: mewakili setiap hal yang menyebalkan dari seorang birokrat- kekuasaan, tirani, dan kemunafikan, Umbridge berhasil dinobatkan menjadi tokoh paling menyebalkan oleh sebagian besar pembaca. Cara sadisnya menghukum saat detensi hanya sebagian kecil dari kekejamannya.
-Belatrix Lestrange: pengikut paling fanatik dan setia Lord Voldemort. No need to explain more, dia gila, itu saja.

Untunglah ada sekelebat hal menyenangkan juga yang terjadi di buku ini:

-Banyaknya scene baru sehingga memberi nuansa lain pada serial ini: Kementerian Sihir dengan Departemen Misteri yang digambarkan dengan sangat cool, aku berharap ada satu buku tersendiri tentang tempat ini! Lalu Grimauld Place No.12 yang suram, rumah keluarga Sirius yang menjadi markas besar Orde, namun menyimpan banyak rahasia gelap di dalamnya. Juga rumah sakit St. Mungo yang digambarkan dengan cukup menarik.

Memorable scenes: Terbangnya Fred & George meninggalkan pentas Hogwarts, dan pertempuran Voldemort vs Dumbledore. Belum pernah Dumbledore digambarkan se badass ini!!!!!

woohoo! source.

woohoo! source.

abis brantem santai dulu :p source

abis brantem santai dulu :p source

TRIVIA:

– Sebanyak 7500 kopi buku Harry Potter dicuri tiga hari sebelum peluncuran resmi novel tersebut. JK Rowling memohon pada pencurinya supaya “tidak merusak kesenangan para fans dan pembaca” πŸ™‚

-Buku ini adalah buku pertama dari serial Harry Potter yang dirilis saat filmnya sudah mulai diproduksi

-Meski merupakan buku paling panjang di serial ini, ternyata adaptasi filmnya malah yang terpendek.

Submitted for:

hotter-potter-logo-1

name challenge 2013

Come join the event!

Come join the event!