Tags

, , , , , , , ,

echo parkJudul: Echo Park (Taman Echo)

Penulis: Michael Connelly

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Halaman: 494p

Gift from @Gramedia

Untuk setiap polisi, ada sebuah kasus yang akhirnya menjadi obsesi. Bagi Harry Bosch, detektif di Kepolisian Los Angeles, kasus tersebut adalah menghilangnya Marie Gesto lebih dari 10 tahun yang lalu. Tak pernah ada petunjuk yang pasti yang bisa menuntunnya memecahkan kasus tersebut, bahkan tubuh Marie tidak pernah ditemukan.

Tak disangka, kini ada seorang tertuduh pembunuhan berantai bernama Raynard Waits yang mengakui bahwa pembunuhan Marie Gesto juga merupakan perbuatannya. Namun Bosch yang sudah lebih dari satu dekade berkutat dengan kasus ini, mencium adanya hal-hal ganjil yang membuatnya curiga bahwa pengakuan tersebut tak lebih dari kebohongan belaka. Namun ada alasan apa di balik pengakuan tersebut? Apakah motifnya sesederhana menukar informasi dengan pengurangan hukuman, atau ada muatan politis yang lebih rumit dari itu? Penyusuran Bosch ke masa lalu Raynard Waits membawanya pada fakta-fakta mengerikan yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Membaca kisah Michael Connelly ini layaknya menonton film serial kepolisian di televisi seperti CSI atau Criminal Minds. Misteri berlapis yang dikupas satu demi satu, karakter-karakter yang semuanya mencurigakan, mulai dari jaksa korup sampai personel polisi yang menyebalkan, juga kejar-kejaran seru yang seringkali membawa ke jalan buntu. Penuh twist dan kejutan, Michael Connelly berhasil memadukan kisah kriminal misteri klasik dengan bumbu intrik politik masa kini. Bosch juga digambarkan layaknya tokoh polisi Amerika: meski jagoan, seringkali terhambat oleh sisi-sisi gelap dan masa lalunya yang kelam. Ending yang mencekam juga sangat cocok dengan nuansa buku secara keseluruhan, meski masih bisa diprediksi sebelumnya.

Terjemahan buku ini sebenarnya enak dibaca, tapi ada beberapa bagian yang menerjemahkan secara bebas nama-nama tempat di Los Angeles yang menjadi setting cerita ini. Aku sendiri berpendapat kalau sebaiknya nama-nama tempat dalam buku terjemahan dibiarkan saja sesuai aslinya, untuk mempertahankan unsur otentik dari cerita. Apalagi khususnya dalam buku ini, setting kota Los Angeles menjadi komponen penting dalam jalinan kisah, menggambarkan masa lalu dan masa kini mayoritas tokoh-tokoh di dalamnya, termasuk adegan kejar-kejaran dan penelusuran jejak yang menegangkan. Jadi, sebenarnya lebih sreg kalau Rumah Sakit Bidadari tetap diterjemahkan Angels Hospital, atau Danau Perak tetap dipertahankan sebagai Silver Lake.

Beberapa istilah kepolisian juga sedikit membingungkan di bagian-bagian tertentu, misalnya istilah Divisi Perampokan dan Pembunuhan, selanjutnya langsung disingkat dengan RHD (Robbery-Homicide Division), yang tidak dijelaskan sebelumnya apa maksud kepanjangan RHD ini, sehingga pembaca harus membolak-balik halaman buku dan mengambil kesimpulan sendiri. Istilah dan kepanjangan dari bidang kepolisian memang cukup banyak di buku ini, dan alangkah baiknya kalau ada bagian glossary yang menjelaskan istilah asli dalam bahasa Inggris dan dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesianya, sehingga istilah yang dipakai bisa konsisten tanpa harus membingungkan pembaca di sepanjang buku.

Tapi di luar saran tentang penerjemahan, buku ini tetap layak dibaca bagi para penggemar kisah kepolisian.

Michael Connelly lahir di Philadelphia, Amerika Serikat, 21 Juli 1956. Sempat bekerja di beberapa surat kabar dan majalah dengan spesialisasi berita kriminal, Connelly akhirnya menulis novel kriminal pertamanya, The Black Echo, yang terbit tahun 1992 dan memperkenalkan sosok detektif polisi Harry Bosch. Kini, seri Harry Bosch sudah mencapai 19 buah buku, dan Echo Park merupakan buku ke-12. Selain Bosch, Connelly juga menulis beberapa novel serial lainnya, beberapa telah diangkat ke layar lebar, termasuk The Lincoln Lawyer yang diperankan oleh Matthew McConaughey. Kini Connelly tinggal di Florida bersama keluarganya.

Diikutsertakan juga untuk:

MysteryReadingChallengeButton1