Tags

, , , , , ,

city of thievesJudul: City of Thieves

Penulis: David Benioff

Penerbit: Ufuk (2010)

Pages: 489p

Gift from: Angela

Kisah-kisah masa perang yang sederhana biasanya jauh lebih menarik untuk dibaca, dibandingkan kisah yang terlalu banyak diwarnai adegan-adegan pertempuran berdarah. City of Thieves adalah contoh yang sempurna. Diawali dari pencarian akan selusin butir telur, kita dibawa menyusuri Rusia di saat Perang Dunia yang kejam.

Lev Beniov (kakek sang penulis, David Benioff), dijebloskan ke penjara atas tujuan penjarahan. Di sana, ia ditempatkan satu sel dengan Kolya, prajurit tampan yang dituduh melarikan diri dari tugas. Namun, kesempatan untuk selamat dari hukuman mati menghampiri mereka, saat seorang kolonel yang berkuasa menugaskan mereka mencari selusin telur untuk membuat kue pernikahan puterinya.

Telur yang dalam keadaan normal mudah ditemukan, ternyata menjadi barang langka di masa perang. Lev dan Kolya pun menyusuri tanah Rusia yang dingin dan penuh bahaya untuk memenuhi tugas mereka. Selama perjalanan, keduanya melihat kembali tanah kelahiran mereka dari kacamata berbeda, dan bertemu berbagai jenis manusia, kawan maupun lawan. Orang-orang yang tak segan mengorbankan sesama manusia demi sesuap makanan, gadis-gadis yang tak punya pilihan lain selain melayani tentara Jerman, hingga pasukan bawah tanah berani mati yang nekat menghalalkan segala cara untuk mengalahkan musuh mereka. Dan dua belas butir telur tidak pernah membawa lebih banyak pelajaran bagi Lev.

Buku ini adalah jenis buku yang memenuhi ekspektasi setiap pembacanya. Mengisahkan persahabatan dua orang yang dipaksa untuk bekerja sama meski memiliki sifat-sifat luar biasa beda, klasik namun tetap menarik. Kedua tokoh utamanya, Lev dan Kolya juga sangat mudah disukai, kepolosan Lev dan pengalaman Kolya yang membuatnya sok tahu selalu menimbulkan dialog-dialog kocak sekaligus mengharukan. Kisah petualangan seru, dengan klimaks yang pas dan adegan tempur yang menegangkan meski tidak berlebihan. Dan tentu, ending yang dramatis meski tetap meninggalkan ironi yang membuat miris.

Satu-satunya keluhanku adalah di beberapa bagian terjemahannya. Meski secara keseluruhan terjemahan buku ini termasuk enak untuk dibaca, namun ada beberapa kata yang kurang sreg untukku pribadi, misalnya kata “cake” yang diterjemahkan menjadi “keik”. Aku sendiri kurag suka dengan kata-kata bahasa Indonesia yang diadaptasi langsung dari bahasa asing, padahal kita sudah punya padanan kata yang lebih familiar (kue, misalnya??).

Tapi selain keluhan kecil ini, City of Thieves kurekomendasikan untuk setiap orang yang mencintai kisah-kisah bagus!

PS: buku ini dapet hadiah dari Angela yang waktu itu tergabung dalam tuker-tukeran kado “November Club”, para BBI-ers yang sama-sama ulang tahun di bulan November. Tahun ini lagi yuk!