Tags

, , , , , , , , ,

outJudul: Out

Penulis: Natsuo Kirino

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2007)

Pages: 576p

Gift from: @gramedia

Di pinggiran kota Tokyo, empat orang perempuan bekerja shift malam di sebuah pabrik makanan kotak (bento). Kehidupan mereka merupakan kebalikan dari orang-orang biasa: bekerja di tengah malam dan tidur di pagi hari. Namun diiming-imingi bayaran yang lebih besar, mereka berusaha mengesampingkan fakta ini.

Yoshie melakukannya demi menghidupi keluarganya, karena sebagai janda ia menjadi tulang punggung keluarga. Yayoi menabung untuk kehidupan keluarga kecilnya yang lebih layak, Kuniko perlu melunasi utang-utangnya yang sudah menumpuk. Sedangkan Masako memilih pekerjaan ini karena ingin menghindari suami dan anaknya yang semakin menjauhinya.

Mereka menjalani hidup dengan berat, dibebani masalah sehari-hari, hingga suatu saat Yayoi tidak tahan lagi dengan kelakuan suaminya yang gemar judi, menghabiskan tabungan keluarga, dan memukulinya. Yayoi membunuh suaminya, dan ketiga temannya terpaksa membantu memotong-motong mayat suaminya dan menyingkirkannya. Ketika salah satu potongan ditemukan polisi, mulailah drama kejar-kejaran yang menegangkan, ditambah dengan kehadiran seorang Yakuza yang sempat dituduh sebagai pelaku kejahatan tersebut, dan kini ingin membalas dendam.

Satu peringatan bagi yang ingin membaca buku ini: siapkan perut yang kuat! Karena akan begitu banyak gory details yang disajikan di sini, termasuk proses memotong dan mengiris mayat hingga bisa dimasukkan ke dalam belasan kantong belanjaan. Eew! Mungkin karena memang sudah menjadi ciri khas para penulis Jepang yang gemar adegan absurd, brutal, dan frontal, maka begitu jugalah gaya Natsuo Kirino mengisahkan thriller misteri ini.

Dipadukan dengan cerita gelap dan kegetiran yang dialami masing-masing tokohnya, maka sempurnalah perasaan depresi yang bisa ditimbulkan oleh buku ini. Jalinan ceritanya sendiri sebenarnya seru, mengalir dengan sifat-sifat dan aspek psikologis manusia yang bisa dituturkan dengan begitu pas oleh Natsuo. Ditambah lagi dengan budaya Jepang yang memang sunyi, kaku, dan masih sering merendahkan kaum perempuan. Permasalahan yang dialami masing-masing tokoh juga mewakili perasaan terperangkap, ingin mencari jalan keluar di saat semua pintu nampaknya sudah tertutup. Keputusasaan menjadi tema utama buku ini, dan betapa suatu kejadian yang sangat absurd mungkin bisa menjadi jalan keluar.

Namun buku ini memang sepertinya bukan untuk semua orang, dan harus dibaca dalam mood yang tepat. Otherwise, the intensity and dark feelings will bring you down.

Posting ini diikutsertakan dalam TBRR Mystery Reading Challenge yang di-host oleh Hobby Buku.

MysteryReadingChallengeButton1