Tags

,

Tiga belas bukanlah melulu angka sial, setidaknya bagi para pencinta buku, karena justru di tahun 2013 ini banyak penulis (dan penerbit) best seller memutuskan untuk menerbitkan buku-buku terbaru mereka. Ada yang memang termasuk penulis produktif seperti Paulo Coelho, ada juga yang sudah cukup lama menghilang dan karyanya terus ditunggu-tunggu, seperti Khaled Hoseini. Dan biarpun kadang para penulis ini mengecewakan kita dengan buku-bukunya yang mediocre, predictable dan penuh pengulangan, tapi tak bisa disangkal, melihat nama-nama mereka di cover buku saja sudah membuat jantung berdegup kencang! Berikut beberapa di antaranya.

Manuscript Found in Accra (Paulo Coelho)

love this simple monochrome cover.

love this simple monochrome cover.

Sejujurnya tidak semua buku Paulo Coelho menimbulkan kesan positif bagiku. The Alchemist dan Veronika Decides to Die adalah favoritku, tapi beberapa yang lain seperti The Witch of Portobello atau Aleph agak terlalu absurd menurutku. Bukunya yang terbaru terbit awal bulan ini, dan sepertinya masuk ke genre historical fiction, dengan bumbu-bumbu spiritualitas serta filosofi yang menjadi ciri khasnya. Review buku ini seperti biasa beraneka ragam, dari yang memuji sampai menghina, tergantung seberapa cocoknya para pembaca dengan ide Paulo Coelho yang terkadang memang kontroversial. Aku sendiri kepingin mencoba membaca buku ini, tapi sepertinya akan menunggu edisi mass market paperbacknya saja 🙂

Inferno (Dan Brown)

Rencananya terbit tanggal 14 Mei 2013, novel terbaru Dan Brown ini sudah menuai

the cover is not too engaging, eh?

the cover is not too engaging, eh?

kontroversi, mulai dari judul yang dianggap menjiplak habis karya legendaris Dante, hingga pandangan skeptis para pembaca yang sudah telanjur antipati dengan buku-buku Brown. Da Vinci Code dan Angels and Demons adalah favoritku, tapi sayangnya lama-lama formula Dan Brown memang jadi lumayan ketebak, tidak menyisakan kejutan berarti seperti di buku-bukunya yang terdahulu. Inferno kembali mengisahkan petualangan Robert Langdon, kali ini di Italia dan berhubungan dengan manuskrip terkenal Dante, Inferno. Mudah-mudahan saja kisahnya tidak terlalu mirip dengan buku-buku sebelumnya, karena sejujurnya aku mulai bosan dengan Langdon dan tadinya berharap Brown akan menciptakan karakter utama yang baru. Oiya, entah kenapa pre order novel ini lewat beberapa toko buku lokal kok sepertinya harganya mahal banget. Well, tunggu mass marketnya aja deh! 🙂

And The Mountains Echoed (Khaled Hoseini)

i love the color!

i love the color!

Enam tahun menunggu bukanlah waktu yang sebentar bagi para fans yang sudah kangen berat dengan karya sang master of storytelling, Khaled Hoseini. Penulis ini belum pernah membuatku gagal terpukau dengan jalinan kisahnya yang selalu heartbreaking sekaligus heartwarming. Buatku, mungkin ini adalah the most anticipated book of the year. Kisahnya masih berkisar tentang cinta antar generasi, dengan budaya Timur Tengah sebagai benang merah cerita. Selain Kabul, kita akan dibawa ke Paris, San Francisco sampai Yunani. Ahhh…kebayang haru-birunya nih! Nggak sabar menunggu tanggal 21 Mei saat novel ini diluncurkan. Beli hardbacknya juga mau deh! 🙂

The Ocean at The End of The Lane (Neil Gaiman)

another lovely cover

another lovely cover

Neil Gaiman. Nama yang selalu memiliki aura magis sehingga apapun yang ia lakukan sepertinya akan menuai sukses 🙂 Dari mulai menulis buku anak, novel biasa, sampai kumpulan cerita pendek via twitter untuk promosi Blackberry Z10, semuanya keren, inspiratif, dan bikin nagih. Meski aku sendiri tidak selamanya kesengsem dengan karya Neil Gaiman (Anansi Boys tidak terlalu memikatku, tapi Neverwhere dan Stardust menempati posisi buku-buku fantasi keren sepanjang masa), kejeniusannya tetap akan membuat siapapun tergoda untuk mengintip setidaknya satu saja karyanya. Novel terbarunya yang rencana dirilis tanggal 18 Juni yang akan datang, bukan merupakan perkecualian. Apalagi setelah Neil absen berkutat di genre novel dewasa selama beberapa tahun terakhir, sepertinya karya terbarunya ini akan mengobati rindu para penggemarnya. Menggabungkan mitologi, fantasi dan kenangan masa kecilnya dalam buku ini, The Ocean at The End of The Lane layak untuk ditunggu-tunggu!

Wedding Night (Sophie Kinsella)

Bosan setengah mati dengan Becky Bloomwood, rasanya lega juga Sophie Kinsella

hopefully the story is as cute as this cover!

hopefully the story is as cute as this cover!

beristirahat sejenak dari serial Shopaholic yang telah membesarkan namanya. Meski belum membaca bukunya yang terakhir (I’ve Got Your Number), tapi tetep cukup penasaran dan belum kapok juga menanti buku terbarunya. Sempat agak ragu karena review yang cukup buruk dari pembaca (yang kelihatannya juga sudah bosan dengan karakter tokoh utama Kinsella yang selalu berbau-bau Becky Bloomwood), tapi…nama Kinsella sendiri sudah terlalu melekat sih, sebagai pionirnya British chicklit yang tidak bisa disingkirkan begitu saja. Rencana diterbitkan tanggal 23 April mendatang, sepertinya buku ini masih akan lama berada dalam reading list ku 🙂

Night Film (Marisha Pessl)

it feels intense!

it feels intense!

Yang ini sebenarnya obsesi pribadiku, yang sudah kepincut berat dengan buku debut Marisha Pessl, Special Topics in Calamity Physics. Gaya bertuturnya yang panjang lebar dan twist endingnya yang bikin setengah sebal setengah bengong, dan pastinya si lovable heroine, Blue van Meer. Semoga saja di buku terbarunya ini Marisha tidak kehilangan tajinya, ya! Ceritanya masih berbau misteri dan thriller, dengan bumbu-bumbu drama hubungan ayah-anak seperti di bukunya yang pertama. Nggak sabar nunggu tanggal 20 Agustus saat buku ini dirilis.

Navigating Early (Clare Vanderpool)

gloomy but beautiful, as usual :)

gloomy but beautiful, as usual 🙂

Buku ini sudah dirilis awal Januari lalu, tapi sepertinya belum pernah lihat kehadirannya di toko-toko buku di Jakarta. Alasan penantianku sama dengan buku Marisha Pessl, yaitu karena sudah telanjur kagum dengan karya pertama penulisnya. Clare Vanderpool berhasil memikatku lewat bukunya yang menang Newbery, Moon Over Manifest. Salah satu dari sedikit buku yang kusematkan bintang 5 di tahun 2012 kemarin, rasanya tidak salah kalau aku berharap buku terbaru Clare akan secemerlang buku pertamanya. Menilik review di beberapa website, sepertinya Clare tidak mengecewakan penggemarnya. Dapat berbicara kepada anak-anak sekaligus orang dewasa, itulah kelebihan buku Clare Vanderpool yang jarang ditemukan di buku-buku lainnya.

Masih ada Escape from Children’s Hospital (Jonathan Safran Foer), The Dark (Lemony Snicket), Sisterland (Curtis Sittenfeld), The Crane Wife (Patrick Ness), dan beberapa buku baru yang nggak kalah seru. Paling asyik memang menunggu-nunggu, meski hasilnya nanti mungkin tidak seindah yang dibayangkan, tapi penantiannya itu yang menyenangkan 🙂

So what’s your most anticipated book(s) of the year? Jangan lupa lirik timbunan ya! 🙂