Tags

, , , , , ,

cat among pigeonsJudul: Cat Among The Pigeons (Kucing di Tengah Burung Dara)

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Pages: 384p

Beli di: Gramedia Mal Taman Anggrek (IDR 55k)

Thanks to Gramedia’s birthday voucher, aku jadi punya kesempatan memborong buku-buku Agatha Christie cover baru tanpa terlalu merasa bersalah🙂

Salah satu yang memang sudah jadi inceran adalah buku Cat Among The Pigeons, yang kebetulan sudah lama juga tidak dicetak ulang. Samar-samar aku masih mengingat kisahnya, yang bersetting di sekolah asrama putri (seperti buku-buku Enid Blyton saja!) dan melibatkan Hercule Poirot, meski menurutku kehadirannya sedikit terlambat sehingga porsinya pun terlalu sebentar!

Anyway, ceritanya sendiri termasuk ke dalam kisah-kisah post-war yang memang banyak ditulis Christie setelah Perang Dunia II. Diawali oleh revolusi di Ramat, ibukota sebuah negara kecil di Timur Tengah, yang berujung pada kudeta dan meninggalnya penguasa saat itu. Yang membuat seru adalah sang penguasa ternyata memiliki batuan berharga yang menghilang tanpa jejak.

Penelusuran berbagai pihak menyimpulkan kalau batu-batu permata itu ada di Meadowbank, sekolah asrama putri terkenal di Inggris. Dan sepertinya dugaan tersebut benar, karena terjadi beberapa pembunuhan guru di sekolah tersebut, tepatnya di dalam Paviliun Olahraga yang baru dibangun. Apakah pembunuhan-pembunuhan itu ada hubungannya dengan batu-batu permata yang dicari semua orang, atau ada kisah lain di balik tragedi tersebut?

Seperti biasa, Agatha Christie sangat piawai menyampaikan kisah yang penuh misteri, melodramatis, namun endingnya seringkali membuat kita merasa terkaget-kaget (namun dengan sensasi yang penuh kepuasan karena tidak berhasil menebak siapa pembunuhnya). Karakter guru dan murid yang ada pun digambarkan dengan sangat detail, lengkap dengan drama antar staff yang memang semuanya perempuan: ada yang saling iri, curiga, ada orang baru yang tidak disukai, dan kepala sekolah yang bijaksana namun mulai bosan dengan pekerjaannya. Serasa membaca Malory Towers, dengan twist yang super seru!

Satu-satunya yang kusesalkan dari buku ini adalah kehadiran Poirot yang agak terlalu terlambat, hanya di sepertiga buku bagian akhir. Cerita lebih difokuskan pada penyelidikan inspektur setempat, serta pihak intelijen yang diwakilkan oleh Adam yang menyamar sebagai tukang kebun di sekolah. Sementara itu, untuk pertama kalinya juga Poirot berjumpa dengan Mr. Robinson, yang akan hadir di beberapa buku Agatha Christie lainnya, sebagai wakil dari pihak “yang tidak bisa disebutkan namanya”.

Satu poin lagi adalah cover buku yang cute banget dan sangat bisa mewakili isi bukunya. Two thumbs up for the designer!