Tags

, , , , , ,

interpreter maladiesJudul: Interpreter of Maladies

Penulis: Jhumpa Lahiri

Penerbit: Mariner Books (1999)

Pages: 198p

Beli di: Second Story Books, Washington, DC (USD 6)

I love sad ending stories. Sedikit absurd mungkin, tapi aku memang menyukai kisah-kisah yang heartbreaking, yang endingnya menggantung, penuh twist tak terduga, dan mampu membuatku craving for more. Dan ternyata, kesembilan kisah dalam kumpulan cerita pendek karya Jhumpa Lahiri ini memenuhi kriteria tersebut.

Semua kisah berlatar belakang kehidupan orang-orang India, baik yang telah menjadi imigran di Amerika Serikat, maupun yang masih menetap di tanah airnya. Perpaduan isu gegar budaya, masalah sosial dan politik dibalut indah oleh kisah tentang cinta, apapun bentuknya. Favoritku di antaranya adalah A Temporary Matter, dimana sepasang suami istri muda keturunan India baru dirundung tragedi menyedihkan, dan berusaha memulihkan kembali hubungan mereka yang mendingin. Kesempatan datang saat listrik di daerah rumah mereka harus dimatikan selama satu jam setiap hari akibat adanya perbaikan. Saat-saat gelap itu dipergunakan mereka untuk saling mengungkapkan rahasia hati yang terdalam. Namun satu rahasia terakhir mengubah segalanya.

Jhumpa juga tak ragu mengangkat isu politik, terutama perang yang terjadi antara India dan Pakistan, seperti yang menjadi inti kisah When Mr.Pirzada Came to Dine. Betapa kontrasnya suasana perang yang panas, dengan dinginnya hari Haloween di Amerika.

Sedangkan beberapa kisah ditulis dengan setting India, salah satu favoritku yang lain adalah Interpreter of Maladies, yang juga dijadikan judul buku ini. Bercerita tentang seorang pemandu wisata yang mengantarkan satu keluarga India imigran Amerika yang ingin melihat objek wisata. Harapannya membuncah saat ia merasakan daya tarik dan perhatian dari sang ibu, namun sebuah pengakuan yang mengejutkan membuyarkan segalanya.

Jhumpa Lahiri sangat jeli menggambarkan setiap karakter, setting cerita, baris-baris percakapan, dan kekosongan hati tiap tokohnya. Gambarannya tentang orang India yang seringkali sukses di dunia akademisi terasa sangat tepat. Berbagai sudut pandang yang digunakannya juga sangat menyegarkan: seorang perempuan Amerika yang memiliki affair dengan laki-laki India, seorang istri India yang harus mengikuti suaminya berimigrasi ke Amerika dan berhadapan dengan segala yang tidak familiar di sana, sepasang suami istri muda India-Amerika yang baru pindah rumah dan menemukan berbagai barang religi nuansa Katolik di dalamnya, serta perjalanan seorang laki-laki India muda mengarungi samudra hingga tiba di Amerika.

Budaya India yang kompleks dan kontras dengan modernitas masyarakat Amerika Serikat berhasil dirangkai dengan kata-kata indah di sini, dan sekali lagi, aku beruntung bisa membaca edisi bahasa Inggris buku ini. Tak semua hal bisa diterjemahkan dengan sempurna, secanggih apapun penerjemahnya. Dan suasana muram, heartbreaking serta kalimat-kalimat di ending yang akan menghantui pembacanya lama setelah itu, adalah harta tak ternilai buku ini.

Mengutip endorsement dari Amy Tan di bagian belakang buku: “Jhumpa Lahiri is the kind of writer who makes you want to grab the next person you see and say, “read this!””

Beautiful Jhumpa Lahiri. Pic from here

Beautiful Jhumpa Lahiri. Pic from here

Jhumpa Lahiri lahir di London dan dibesarkan di Rhode Island, Amerika Serikat. Debutnya, Interpreter of Maladies, memenangkan penghargaan Pulitzer. Kini ia tinggal di Brooklyn, New York. Karyanya yang lain termasuk The Namesake (yang juga sudah diadaptasi ke layar lebar), serta kumpulan cerita pendek Unaccustomed Earth.

Postingan ini diikutsertakan dalam Posting Bersama BBI bulan Maret 2013, dengan tema buku yang ditulis oleh penulis Asia.

 

Advertisements