Tags

, , , , , ,

splendorsgloomsJudul: Splendors and Glooms

Penulis: Laura Amy Schlitz

Penerbit: Candlewick Press (2012)

Pages: 384p

Beli di: Kinokuniya Ngee Ann City (SGD 29,48)

Enchanting, itulah kesan pertamaku terhadap buku yang memenangkan Newbery Honor tahun 2013 ini. Berkisah tentang dua anak yatim piatu, Lizzie Rose dan Parsefall, yang menjadi asisten seorang master puppeteer, Gaspare Grisini, di kota London pada abad ke-19. Grisini yang kejam selalu membuat hidup Lizzie Rose dan Parsefall menderita.

Suatu hari, pertunjukan boneka mereka dipanggil untuk tampil di pesta ulang tahun Clara Wintermute, anak tunggal seorang dokter yang kaya raya. Clara nampak memiliki semua yang tidak dimiliki oleh Lizzie Rose dan Parsefall, namun sesungguhnya hidupnya penuh kesedihan dan rahasia kelam. Ketika Clara menghilang di penghujung hari ulang tahunnya, polisi mencurigai Grisini ada sangkut pautnya dengan tragedi tersebut, apalagi Grisini pun tiba-tiba ikut lenyap.

Lizzie Rose dan Parsefall mau tidak mau ikut terlibat petualangan ini, ketika sepucuk surat dari Cassandra Sagredo, teman lama Grisini datang meminta kehadiran mereka ke rumahnya di pedesaan dengan iming-iming kehidupan yang lebih baik. Namun Grisini dan Cassandra menyimpan rahasia yang lebih gelap daripada yang anak-anak bayangkan, karena ilmu sihir dan kutukan siap menyambut mereka disana.

Aku bersyukur karena berkesempatan membaca buku ini dalam Bahasa Inggris, karena Laura Amy Schlitz adalah penulis yang sangat piawai merangkai kalimat-kalimat indah namun tidak pretensius. Meski cukup predictable, ia mampu memberikan beberapa sentuhan kejutan pada plot kisahnya. Berbagai rahasia kelam terkuak di tengah cerita, dan memberikan twist yang cukup tak terduga.

Karakter tokoh-tokoh sentralnya pun dibuat tidak membosankan, dan mengalami perkembangan yang cukup menarik. Lizzie Rose yang baik hati dan sangat menyayangi Parsefall, sangat kontras dengan Parsefall yang kerap melakukan hal-hal yang menyerempet hukum. Namun mereka saling melengkapi satu sama lain. Sementara sosok Clara pun menyimpan rahasia gelapnya sendiri, dan muncul dalam wujud yang tak terbayangkan.

Suasana London yang suram di era Victoria, dipadukan dengan wilayah countryside yang misterius tempat Cassandra berdiam, menjadi bagian yang sempurna dari kisah misteri ini. Meski di pertengahan cerita alurnya sempat sedikit melambat, namun endingnya bisa mengobati kelemahan tersebut. Satu lagi, covernya benar-benar menggoda🙂

A perfect companion for any middle grade book lovers!

Posting ini diikutsertakan juga dalam Fun Year Event with Children’s Literature.

Come join the event!

Come join the event!