Tags

, , , , , ,

swamplandiaJudul: Swamplandia!

Penulis: Karen Russell

Penerbit: Vintage (2011)

Pages: 397p

Pinjam dari: @ndarow

Buku ini memiliki segalanya yg menjanjikan premis menarik: (dan Swamplandia! memang ditulis dengan tanda seru, karena itulah nama taman hiburan yang dijadikan judul buku ini, lengkap dengan tanda serunya)

– Bersetting di sebuah taman hiburan bertema buaya di Florida, keluarga Bigtree mencari nafkah dengan membuat pertunjukan wrestling bersama buaya, berenang bersama buaya, dan pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan buaya.

– Bintang dari keluarga mereka, mama Hilola Bigtree yang merupakan pegulat buaya yang tangguh, meninggal karena kanker dan keluarga Bigtree harus struggling mempertahankan bisnis keluarga mereka.

– Ava, anak bungsu tokoh utama buku ini, memiliki rencana besar untuk menyelamatkan Swamplandia!, tapi kedua kakaknya sibuk dengan dunia mereka sendiri. Kiwi, sang jenius keluarga, menyeberang ke taman hiburan saingan yang baru buka, World of Darkness, sedangkan Oscheola sibuk dengan dunia spiritual dan jatuh cinta pada makhluk halus dari masa lalu.

Namun premis menarik tadi sayangnya tidak diikuti oleh eksekusi yang maksimal:

– Ava adalah heroine yang menarik, tapi kecerdasannya kadang tidak diimbangi dengan tindakan yang sesuai dengan sifatnya. Beberapa kali Ava digambarkan sebagai anak polos 13 tahun, tapi lalu seolah ia menjadi anak yang sudah sangat dewasa. Kurang believable, begitulah.

– Sudut pandang yang berpindah-pindah, antara sudut pandang pertama Ava, dengan sudut pandang orang ketiga yang berfokus pada Kiwi, terasa cukup mengganggu di beberapa bagian. Harusnya konsisten saja, mau sudut pandang pertama atau ketiga?

– Konflik yang dibangun perlahan dengan suasana rawa-rawa yang cukup mencekam, akhirnya malah tidak diselesaikan dengan tuntas. Tidak jelas kisah ini mau dibawa ke mana: misteri, thriller, drama keluarga, atau coming of age story? Aku sendiri sempat dilema waktu menentukan buku ini masuk ke segmen dewasa atau YA.

 

PS: Baru tau juga kalau buku ini masuk dalam Nominasi Pulitzer 2012, namun karena satu dan lain hal (yang nggak begitu jelas juga), akhirnya tahun tersebut tidak dipilih pemenang kategori fiksi.