Tags

, , , , , , , , ,

godfatherJudul: The Godfather

Penulis: Mario Puzo

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2007, hardcover)

Halaman: 680p

Beli dari: @HobbyBuku (IDR 54k, bargain price!)

 

Keluarga Corleone adalah keluarga paling berkuasa di New York City. Don Vito Corleone, sang kepala keluarga, disegani semua orang akibat kekuasaannya yang sangat besar dan kemampuannya untuk membuat semua orang memenuhi keinginannya, hanya dengan “berbicara secara logis”. Don Corleone kerap dipanggil Godfather oleh para pengikutnya. Ia adalah seorang yang pemurah, selalu bersedia menolong siapapun- dengan kesepakatan bahwa orang tersebut harus siap diminta imbalan di masa depan, apapun bentuknya. Sangat setia pada keluarga, Don Corleone memimpin mereka menguasai dunia bisnis perjudian dan minuman keras, dengan kedok usaha minyak zaitun dari Italia.

Namun suatu tragedi yang menimpa Godfather mengancam jatuhnya kekuasaan keluarga Corleone. Apakah anak-anaknya bisa mempertahankan keutuhan keluarga mereka? Ataukah mereka harus takluk di bawah kekuasaan empat keluarga mafia lainnya di New York? Sonny yang beringas, Freddy yang lemah, atau Michael yang tidak mau terlibat kegiatan keluarga, siapakah keturunan Don Vito yang bisa menyelamatkan keluarga ini? Intrik politik, pengkhianatan, dan persaingan dari keluarga-keluarga mafia lainnya menjadi bumbu penyedap kisah penuh aksi ini.

Jarang ada film adaptasi yang bisa bersanding dengan buku sumber kisahnya. Dan The Godfather adalah salah satu contoh dari segelintir film dan buku yang sama-sama bermutu dan mampu saling melengkapi dengan sempurna. Film Godfather menyabet berbagai penghargaan termasuk piala Oscar untuk film terbaik tahun 1972 (ditambah dua piala Oscar dan tujuh nominasi lainnya). Sosok Marlon Brando sebagai Don Vito Corleone merupakan salah satu karakter paling memorable sepanjang sejarah film. Dan Al Pacino menapaki jejaknya di dunia Hollywood melalui film ini.

Namun bagaimana dengan bukunya? Ternyata kisah legendaris Mario Puzo ini memang luar biasa. Kita dibawa masuk ke dalam seluk-beluk dunia mafia yang penuh kontradiksi. Dunia yang sangat mengutamakan sopan santun, persahabatan dan kekeluargaan yang erat, di mana “keadilan” versi mereka sangat berbeda dengan versi pada umumnya. Di balik segala keramahan tersebut, terdapat kekejaman dingin yang mengerikan. Pembunuhan dilakukan tanpa tedeng aling-aling. Siapapun yang tidak menuruti kehendak sang Godfather, siap-siap akan mengalami kemalangan. Godfather menguasai segalanya, bahkan aparat hukum dan para politikus korup yang berpihak pada keluarga mafia.

The great Marlon Brando

The great Marlon Brando

Puzo juga menceritakan detail setiap karakter (yang cukup banyak) lengkap dengan masa lalu mereka masing-masing, tanpa membuat pembaca bingung atau bosan. Yang juga hebat adalah narasi yang mengalir sangat lancar. Meski buku ini cukup minim dialog dan lebih banyak mengandung narasi serta deskripsi detail, tidak ada satu bagian pun yang membosankan.

Setiap karakter memiliki porsi dan peran masing-masing, dan adegan aksinya pun dijelaskan dengan sangat gamblang. Bahkan untuk yang sudah menonton filmnya pun, buku ini tetap menyimpan kejutan yang membuat kita sport jantung. Transformasi Michael Corleone dari anak yang ingin memisahkan diri dari bisnis keluarga, menjadi calon pengganti Godfather yang kejam, juga diceritakan dengan sangat membumi. Keseluruhan kisah merupakan sebuah epik keluarga, yang syukurnya juga melahirkan sebuah film yang tak kalah epiknya. Long live The Godfather!

 

Trivia:

– The Godfather memenangkan Piala Oscar untuk Best Picture, Best Actor (untuk Marlon Brando), dan Best Adapted Screenplay tahun 1972. Beberapa nominasi lain termasuk 3 nominasi untuk Best Supporting Actor, serta Best Director (Francis Ford Coppola). Namun Piala Oscar ini menuai kontroversi karena Brando menolak datang ke acara Academy Award, dan malah mengirim wakilnya, seorang Indian (Native American) sebagai bentuk protesnya terhadap diskriminasi di dunia Hollywood.

– Film The Godfather memiliki dua sekuel yang masih mengambil bagian-bagian dari novel Mario Puzo, dan masih terbilang sukses. Godfather Part II adalah film sekuel pertama yang menyabet Best Picture di Academy Award.

– Meski mengaku tidak memiliki keterlibatan apapun dengan organisasi mafia, Puzo menggambarkan kehidupan dunia mafia dengan sangat detail dan akurat. Hingga saat ini, masih ada lima keluarga mafia yang sangat berkuasa di New York, dan sebagian besar mafia di Amerika Serikat merupakan para imigran dari Sicilia.

 

“Kau tidak bisa mengatakan tidak pada orang yang kausayangi, tidak sering. Itu rahasianya. Dan kalau kau mengatakannya, usahakan terdengar seperti ya. Atau kau harus membuat mereka yang mengatakan tidak” (Don Vito Corleone, p617)

Posting ini dibuat dalam rangka posting bersama BBI bulan Februari, dengan tema buku-buku yang pernah memenangkan/masuk nominasi Academy Award.

Advertisements