Tags

, , , , , , ,

harpot2Judul: Harry Potter and The Chamber of Secrets (Harry Potter dan Kamar Rahasia)

Penulis: J.K. Rowling

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2000)

Pages: 423p

Rental di: ReadingWalk

Usia kelayakan baca: 10 tahun and up

 

 

 

The Saga Continues

Musim panas Harry diwarnai oleh kejadian aneh saat sesosok peri rumah bernama Dobby mengunjunginya di Privet Drive, dan memperingatkan Harry untuk tidak kembali ke Hogwarts karena alasan yang misterius. Mengabaikan Dobby, Harry menghabiskan liburannya di The Burrows, rumah keluarga Weasley yang super cool. Namun peringatan Dobby mulai menjadi kenyataan ketika terjadi insiden di Hogwarts yang melibatkan monster mengerikan dan kamar rahasia yang dibuka kembali. Harry harus siap berhadapan dengan monster tersebut- sekaligus bertemu kembali dengan Lord Voldemort, kali ini dalam wujud pemuda yang muncul dari sebuah buku harian.

 

What I Remember and Still Exciting

– Berubahnya korban menjadi batu: imajinasi Rowling benar-benar luar biasa, termasuk menjabarkan mandrake sebagai obat penyembuh.

– Gilderoy Lockhart: tetap narsis, gila-gilaan, menyebalkan tapi juga memberi warna buku kedua ini.

– Basilisk yang tetap mengerikan, dan Fawkes yang menjadi salah satu hewan favoritku di sepanjang serial ini.

 

What I Just Noticed

– Betapa Ginny sangat lemah di buku ini, berbeda sekali dengan Ginny di buku-buku terakhir, dan aku bertekad akan mengamati transformasinya di buku-buku berikutnya dengan lebih teliti. To tell you the truth I’m not a fan of Ginny, but probably this re-reading thing will change my feeling.

– Pola yang mulai terbentuk: Harry didampingi oleh salah satu atau kedua sahabatnya di klimaks buku, namun pada akhirnya harus selalu berjuang sendiri. Lalu pembicaraannya dengan Dumbledore di setiap akhir buku, mulai mengungkap sedikit-sedikit misteri yang menyelubungi hidupnya. Dan Hagrid- selalu ada kekacauan yang menyangkut dirinya di setiap buku, entah keceplosan membocorkan rahasia seperti di buku pertama, atau dituduh melakukan kejahatan seperti di buku kedua ini. Perhatikan saja, buku-buku selanjutnya masih ada adegan drama-drama Hagrid yang menunjukkan sisi emosionalnya.

– Baru sadar juga, kenapa Harry dan Ron tetap keukeuh mengajak Lockhart ke kamar rahasia padahal sudah tahu kelicikannya, dan bukannya pergi ke McGonagal atau guru lainnya ya?

 

My Fave Re-reading Scene: saat Hermione memancing Profesor Binns untuk bercerita tentang kamar rahasia, dan untuk pertama kalinya pelajaran sejarah sihir tampak menarik (karena jarang sekali kelas ini disinggung-singgung dalam buku lain).

 

hotter-potter-logo-1

 

Posting ini juga diikutsertakan dalam FYE with Children’s Literature yang di-host oleh Bacaan Bzee, untuk kategori Bildungsroman.

Come join the event!

Come join the event!