Tags

, , , , ,

swiss familyJudul: The Swiss Family Robinson

Penulis: Johann David Wyss

Penerbit: TOR Classic (1996)

Pages: 299p

Swap with Dion

Usia kelayakan baca: middle grade (8 y.o and up)

Seorang pendeta beserta istri dan keempat anaknya sedang dalam pelayaran menuju daerah koloni baru ketika sebuah badai besar menghantam kapal mereka. Seluruh awak kapal dan penumpang lainnya hilang di tengah badai, namun keluarga ini bisa bertahan. Dengan kecerdikan dan semangat yang gigih, akhirnya mereka berhasil mendarat di sebuah pulau. Di pulau tak berpenghuni inilah (yang belakangan dinamakan mereka New Switzerland- sebagai tribute untuk tanah air mereka) keluarga Robinson bahu membahu berusaha bertahan hidup, dan menjadikan tempat yang masih liar tersebut sebagai rumah mereka.

Banyak film atau buku yang terinspirasi dari kejadian nyata yang dialami oleh Andrew Selkirk, pelaut Skotlandia yang terdampar di pulau terpencil selama empat tahun sejak 1705. Robinson Crusoe mungkin termasuk yang paling terkenal, atau kalau mau versi film yang lebih modern, penampilan Tom Hanks di Castaway tetap tak terlupakan.

Namun, The Swiss Family Robinson terasa berbeda. Mungkin karena yang terdampar adalah sebuah keluarga yang penuh semangat, selalu bersyukur akan berkat sekecil apapun, maka petualangan yang mereka jalani tidak terasa suram dan depresif, tapi malah sebaliknya, selalu ceria dan ada hal-hal baru yang terjadi setiap hari.

Buku ini menceritakan dengan detail bagaimana keluarga Robinson berusaha bertahan hidup sambil menghadapi tantangan tak terduga: diserang ular boa raksasa, bertemu beruang dan singa, hampir binasa karena hiu, serta berhadapan dengan sekelompok monyet besar yang ganas. Untuk yang suka petualangan, buku ini memang menyenangkan, meski deskripsi tempat ini terasa kurang masuk akal: di mana kita bisa bertemu penguin, flamingo, beruang, singa dan harimau di pulau yg sama? 🙂 Well, perlu diingat juga buku ini pertama kali diterbitkan tahun 1812, sehingga keakuratannya pun banyak yang dipertanyakan (belum ada Google lho jaman itu!). Antara lain, lokasi yang berada di sekitar Papua Nugini, namun bahasa yang disinggung dalam buku adalah bahasa Malay.

Buku ini juga menyimpan detail yang sangat terperinci mengenai berbagai hal yang dilakukan keluarga ini untuk bisa bertahan hidup sehari-hari: bagaimana membuka buah kelapa, membuat sepatu bot sendiri, membangun kano, dan lain-lain yang mungkin menarik dan berguna bagi anak pramuka, tapi terasa cukup membosankan buatku. Yang menarik untukku adalah keempat anak laki-laki keluarga ini dengan karakternya masing-masing: Fritz, si sulung yang bijak dan pemberani, Ernest yang pendiam dan lebih suka belajar daripada bertualang, Jack yang selalu spontan dan banyak akal, serta Franz si bungsu yang selalu ingin ikut petualangan kakak-kakaknya. Sang ayah yang juga pendeta kerap mengingatkan anak-anaknya akan prinsip-prinsip hidup yang harus mereka jalani, meski sedang terdampar di pulau tak berpenghuni. Bersyukur setiap hari adalah salah satunya. Dan memang, sepertinya kehidupan akan jauh lebih ceria bila dijalani ala keluarga Robinson!

The Swiss Family Robinson ditulis oleh seorang pendeta yang ingin mengajarkan swiss-family-movienilai-nilai moral pada keempat anak laki-lakinya melalui sebuah cerita yang penuh petualangan. Seiring perjalanannya, buku ini sudah diedit, ditambahkan, dan diterjemahkan ke berbagai bahasa hingga akhirnya menjadi seperti versi yang aku baca saat ini. Buku ini juga sudah diadaptasi ke berbagai media, termasuk beberapa film layar lebar. Yang paling terkenal adalah versi Disney (1960), disutradarai oleh Ken Annakin.

Posting ini dibuat untuk diikutsertakan dalam event Fun Year With Children’s Literature yang dihost oleh B’zee, untuk kategori bacaan klasik di bulan pertama. Ikutan yuk, masih panjang kok perjalanan 2013 ini =)

Come join the event!

Come join the event!