Tags

,

book-kaleidoscope-2012-buttonHere we go again! Masih menyambung Book Kaleidoscope yang di-host oleh Mbak Fanda, edisi kali ini akan membahas tentang Top 5 Best Book Covers dari buku-buku yang kubaca selama tahun 2012. Untuk seorang cover-junkie, tentu saja ini merupakan hal yang menantang, bayangkan saja harus mengerucutkan pilihan menjadi 5 buah saja cover favorit dari lusinan kandidat yang ada! Hiks.

Anyway setelah menimbang, mencerna, menghapus, mengetik ulang, dan sedikit nggak rela karena harus memilih, inilah keputusan finalnya. Enjoy!

5. The Invisible Circus (Jennifer Egan)

invisible circusAlasan utamaku membeli buku ini adalah karena covernya. Simpel, dengan gradasi warna cerah dan desain retro yang seolah berteriak “Tahun 70-an!”. Sesuai dengan setting ceritanya yang memang diwarnai nuansa 70-an, Invisible Circus berhasil mewakili keseluruhan cerita melalui tampilan covernya. Aku juga suka perpaduan warna oranye dan biru muda yang dibuat pudar seolah berasal dari masa lalu, serta detail kerutan di ujung cover seolah poster yang sudah lecek. Sayang, cerita buku ini jauh lebih datar dibandingkan dengan covernya. Well, don’t judge a book by its cover, indeed! Or should I say, don’t judge a cover by the book content? =)

4. The Sherlockian (Graham Moore)

Aku bukan penggemar berat Sherlock Holmes, tapi tahun ini aku dibuat jatuh cinta sherlockiandengan kisah-kisah detektif terkenal beserta penciptanya ini, salah satunya melalui buku The Sherlockian. Covernya sangat artistik, didominasi oleh pipa cangklong khas Sherlock Holmes yang dibuat menyerupai tanda tanya, dengan aksen percikan darah di bagian bawah (yang melambangkan pembunuhan). Tidak spooky, tapi bikin penasaran. Klasik, sekaligus modern. Graham Moore membawa sosok Holmes (dan Arthur Conan Doyle) ke tingkat yang berbeda, dan cover buku ini benar-benar menjadi pelengkap yang sempurna.

3. The Last Survivors Trilogy (Susan Beth Pffefer)

last survivors

Terdiri dari 3 buku: Life As We Knew It, The Dead and The Gone, serta This World We Live In, serial ini adalah buku dystopian terbaik yang aku baca tahun ini. Ceritanya terasa sangat real dan mungkin terjadi di dunia nyata: bumi yang mati perlahan-lahan akibat bulan keluar dari orbitnya. Kisah buku ini makin terasa meyakinkan dengan covernya yang luar biasa bikin merinding. Bulan yang berjarak sangat dekat dengan bumi digambarkan begitu dominan, sementara setting background cover disesuaikan dengan isi masing-masing buku: pedesaan bersalju di buku pertama, kota New York yang hancur di buku kedua, serta bumi yang mulai mati di buku ketiga. Secara konsisten, ketiga buku ini berusaha tetap menjaga tensi cerita, termasuk melalui covernya yang luar biasa.

2. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children (Ransom Riggs)

MissPeregrineIni adalah cover paling spooky sepanjang masa, terutama bagiku si pembenci kisah-kisah horror (dapet salam dari si penakut). Bayangin aja, foto nuansa hitam putih dengan sosok anak kecil yang melayang, hiiii…siapa sih yang ngga ngeri? Saking seremnya, selama membaca buku ini aku selalu membuka covernya (berhubung bukunya versi hardcover), dan menyimpan covernya di bawah tumpukan buku-buku lain =D Meski akhirnya kisah buku ini tidak sesuai ekspektasi (oh well, horror story turned to children fantasy), tapi covernya tetap menjadi salah satu favoritku tahun ini. Apalagi, bagian dalam bukunya dilengkapi oleh foto-foto sejenis yang nggak kalah serem. Huhu!

1. The Night Circus (Erin Morgenstern)

NightCircusDaftar ini dibuka dengan buku berjudul The Invisible Circus, dan ditutup dengan buku berjudul The Night Circus. Ada apa dengan sirkus ya? Kayaknya buku yang mengandung judul sirkus selalu menarik, dengan embel-embel cover yang seru dan artsy. Tak terkecuali buku ini, yang menampilkan salah satu cover paling artistik dan efektif menurut pendapatku. Warna hitam mendominasi cover buku, melambangkan suasana malam yang menjadi setting utama cerita. Sedangkan tenda-tenda bergaris hitam putih disusun sedemikian rupa membentuk boneka, yang berada di telapak tangan seseorang – melambangkan tokoh-tokoh utama dalam cerita ini yang disetir oleh para master mereka. Agak kecewa dengan ceritanya, namun tidak mengurangi kekagumanku akan ide dasar kisah buku ini, termasuk covernya yang gemilang.

Now, it’s your turn! =)

Advertisements