Tags

, , , , , , ,

The_Sealed_Letter_FCJudul: The Sealed Letter

Penulis: Emma Donoghue

Penerbit: Picador (2011)

Pages: 398p

Beli di: The Book Depository ($7,46)

Kisah ini bersetting di tahun 1864, saat perceraian di Inggris masih merupakan sesuatu yang tabu, dan persidangannya menjadi skandal hebat yang juga diikuti oleh publik. Emily Faithfull yang biasa dipanggil Fido, tidak pernah menyangka akan terlibat dalam salah satu skandal terbesar tahun itu.

Semuanya berawal ketika ia tak sengaja bertemu dengan kawan lamanya, Helen Codrington yang sudah hilang kontak bertahun-tahun. Dulu Helen adalah sahabat Fido yang paling dekat, namun sejak pindah ke Malta mengikuti suaminya bertugas, Helen seolah menghilang. Kemunculan Helen yang tiba-tiba membuat hidup Fido yang serba teratur menjadi kacau. Fido yang kini aktif dalam gerakan feminis dan bahkan memiliki perusahaan percetakan sendiri (suatu hal yang masih sangat jarang dilakukan perempuan saat itu), mendadak terlibat di tengah-tengah affair Helen dengan seorang tentara muda.

Meski tidak menyetujui kelakuan Helen, Fido terjebak dalam pesona temannya itu, sehingga bersedia menjadi kaki tangan dalam melakukan pertemuan diam-diam dengan Anderson sang perwira muda. Sementara itu Harry, suami Helen mulai mencium kelakuan istrinya, dan dikompori oleh Mrs. Watson, istri pendeta yang tidak suka pada Helen, Harry akhirnya mengajukan gugatan cerai.

Persidangan pun tak terhindarkan, dihiasi fakta menghebohkan tentang affair-affair Helen sebelumnya, dan bahkan hubungannya dengan Fido yang memancing tanda tanya. Adanya bukti surat yang disimpan Harry tentang hubungan Helen dan Fido juga membuat motif Fido membantu Helen kerap dipertanyakan.

Yang sangat menarik dari buku ini menurutku adalah mengamati sikap Fido yang tak berdaya di hadapan Helen. Rasa cintanya yang berlebihan pada Helen, serta sikapnya yang penuh kemesraan memberikan hint tentang bagaimana sebenarnya hubungan kedua perempuan tersebut di masa lalu, meski tidak diungkapkan secara gamblang hingga halaman terakhir. Hubungan cinta sesama jenis memang merupakan hal yang tabu di era Victoria, ditambah lagi banyak pandangan miring dari masyarakat kepada para feminis yang tidak menikah seperti Fido. Tidak seperti beberapa temannya yang akhirnya menikah, Fido tetap mempertahankan status lajangnya, dan akhirnya memiliki beberapa partner perempuan seumur hidupnya.

Emma Donoghue mengangkat topik yang sama sekali berbeda dari novel pertamanya yang sensasional, Room. Terinspirasi dari kisah nyata yang betul-betul terjadi tahun 1864, Sealed Letter membawa kita jauh kembali ke era Victoria, dimana posisi wanita masih jauh di bawah pria, terutama di mata hukum. Hampir semua perceraian berakhir dengan kerugian di pihak wanita, termasuk tidak mendapat hak asuh anak. Hal ini, ditambah gerakan feminis dan tabunya hubungan sesama jenis, diangkat dengan jeli oleh Emma Donoghue.

Lupakan alur cepat meledak-ledak seperti dalam Room, karena Sealed Letter memiliki alur yang lambat, penuh detail dengan sudut pandang bergantian antara Helen, Fido dan Harry. Bersiaplah merasa kesal sekaligus bersimpati pada ketiganya, karena mereka digambarkan sangat manusiawi, setiap orang punya kelemahan dan kelebihan sendiri-sendiri, dan hingga halaman terakhir, kita akan terus bertanya siapakah antagonis sesungguhnya?

Kisah nyata selengkapnya tentang proses perceraian Harry dan Helen Codrington dapat dilihat di sini.

Postingan ini dibuat dalam rangka posting bersama BBI dengan tema LGBT books.