Tags

, , , , , , ,

hobbit newJudul: The Hobbit

Penulis: J.R.R Tolkien

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Pages: 352p

Beli di: @HobbyBuku (IDR 37k)

Background:

Pertama kali aku membaca The Hobbit sudah hampir 10 tahun yang lalu, dan kesan yang samar-samar kuingat adalah perasaan seru yang kualami sepanjang buku. Tahun 2012 ini, The Hobbit diadaptasi menjadi film yang disutradarai oleh sang maestro Peter Jackson. Gramedia menerbitkan ulang The Hobbit dengan cover versi film, dan tanpa pikir panjang aku memutuskan untuk membaca kembali buku ini sebelum menikmati filmnya nanti. Ternyata, kesan seru yang kuperoleh dulu, kembali muncul dengan kuat, dibarengi oleh kekaguman tak terbatas pada sang jenius Tolkien.

Plot:

Di sebuah liang hobbit yang nyaman di Hobitton, tinggallah Mr. Bilbo Baggins, se “orang” hobbit yang cukup kaya dan suka hidup tenang. Bilbo merupakan keturunan keluarga Baggins yang dikenal sebagai keluarga terhormat dan tak pernah terlibat hal-hal aneh. Namun Bilbo juga masih memiliki darah keluarga Took dari ibunya, yang amat gemar berpetualang. Meski hasrat berpetualang tak pernah hadir dalam hidup Bilbo, suatu hari akhirnya ia terusik juga, ketika Gandalf, penyihir terkenal, secara

terbitan Gramedia sebelumnya

terbitan Gramedia sebelumnya

tak terduga mengumpulkan 13 Kurcaci di rumah Bilbo,yang membujuk Bilbo untuk ikut ambil bagian dalam petualangan mereka. Rencananya, para Kurcaci ingin merebut kembali harta keluarga mereka yang kini dikuasai oleh Smaug, naga tua jahat yang tinggal di Gunung Sunyi. Bilbo diangkat menjadi anggota rombongan, dan bertugas sebagai “pencuri” karena tubuhnya yang mungil. Maka dimulailah perjalanan mereka, menyusuri daerah berbahaya dan bertemu bermacam-macam makhluk, mulai dari yang bengis seperti goblin dan serigala, hingga yang menjadi sahabat mereka seperti burung elang dan manusia beruang. Dalam perjalanan ini, selain menghadapi berbagai bahaya dan rintangan, Bilbo juga menemukan cincin yang kelak akan mengubah hidupnya 180 derajat, dan menjadi sentral cerita trilogi paling terkenal spanjang masa. Bagian cerita di mana Bilbo bertemu dengan Gollum si pemilik cincin adalah salah satu yang paling menarik dan mendebarkan dalam buku ini. Perlahan-lahan namun jauh dari membosankan, Tolkien membawa kita ke dalam dunia yang diciptakannya, bersama Bilbo dan para Kurcaci, hingga akhirnya pertemuan dengan Smaug tak terelakkan lagi.

My thoughts:

The Hobbit adalah satu-satunya buku Tolkien yang pernah kubaca, dan pengalaman ini membuatku ingin membaca karya-karya lainnya yang selama ini hanya kukenal dari layar lebar. Tolkien adalah pencerita yang hebat, deskripsinya yang detail tentang dunia ciptaannya, Middle-earth, beserta segala makhluk di dalamnya membuatku bisa membayangkan mereka dengan mudah bahkan tanpa harus menonton filmnya. Hutan Mirkwood yang suram, Peri Hutan yang licik namun baik hati, Smaug si naga tua yang mengerikan, dan para Kurcaci dengan karakter mereka masing-masing yang sangat

who wants to see the movie?

who wants to see the movie? Pic from here

unik, semuanya digambarkan dengan begitu real. Yang juga sangat menonjol adalah bagaimana Tolkien melukiskan karakter Bilbo, yang bertransformasi dari hobbit kecil sedikit penakut menjadi pahlawan yang tak terduga. Meski awalnya Bilbo dianggap menyusahkan para Kurcaci, tak jarang akhirnya Bilbo-lah yang menyelamatkan kawan-kawannya sepanjang petualangan mereka. Bilbo menemukan banyak kualitas dan sifat baik dalam dirinya yang ia pikir tidak dimilikinya: nekat, berani, setia kawan dan banyak akal, Bilbo merupakan pengingat akan pentingnya mengatasi ketakutan kita terhadap dunia yang tidak kita kenal. Kadang, yang menghambat kita adalah ketakutan itu sendiri, dan betapa layaknya imbalan yang kita terima setelah meninggalkan comfort zone masing-masing. Tolkien juga mengangkat tema klasik yang tak lekang oleh waktu: keserakahan manusia terhadap harta benda, dan betapa hal itu dapat membutakan kita. Tanpa bersikap menggurui, Tolkien berhasil membawa kita untuk memikirkan dalam-dalam tentang sifat dasar manusia, melalui kisah berbalut petualangan yang dibumbui humor segar dan teka-teki menarik.

About this version:

Aku bukan penggemar buku dengan cover film, tapi The Hobbit versi cover film ini merupakan kekecualian. Perpaduan warna cokelat keemasannya benar-benar menawan, ditambah sosok Bilbo yang baru akan melangkah keluar liangnya, melambangkan petualangan dan dunia luar yang akan dia masuki, seolah menjanjikan kisah seru yang menunggu kita di dalam buku. Aku juga mengangkat 4 jempol untuk penerjemah buku ini, A. Adiwiyoto, yang dengan suksesnya berhasil menerjemahkan seluruh bait-bait teka-teki, syair lagu dan sajak yang tersebar di sepanjang kisah, ke dalam Bahasa Indonesia yang tetap berima, tanpa kehilangan maknanya.

Salah satu contoh:

Jauh ke balik gunung yang sendu

ke dalam terowongan dan gua berhantu

kita harus berangkat sebelum pagi tiba

merebut harta milikku dan milikmu.

Bandingkan dengan versi Bahasa Inggrisnya:

Far over the Misty Mountains cold

To dungeons deep and caverns old

We must away, ere break of day

To seek our pale enchanted gold.

Keren kan? =)

Satu-satunya keluhan yang aku miliki pada buku ini adalah mengenai penempatan peta di dalam buku. Peta dibagi dalam dua bagian, di depan dan belakang buku. Namun urutannya cukup membingungkan, karena ternyata peta yang ada di halaman depan merupakan akhir perjalanan Bilbo dan kawan-kawan, sementara perjalanan mereka dimulai dari peta di bagian belakang buku.

Trivia:

  • Peter Jackson memutuskan untuk meng-casting Martin Freeman sebagai Bilbo Baggins setelah ia melihat Freeman memerankan Dr. Watson dalam serial Sherlock versi BBC. Awalnya hal ini terasa mustahil karena komitmen Freeman terhadap serial yang jadwal syutingnya padat ini. Namun Jackson bersedia menyesuaikan jadwal syuting The Hobbit demi mendapatkan Freeman dalam filmnya. Maka, voila! Berubahlah Dr. Watson sebagai Bilbo Baggins. Yang lebih seru, pemeran Sherlock dalam serial tersebut, Benedict Cumberbatch juga di-casting sebagai Smaug sang naga jahat =) From friend to foe, eh?
From Sherlock & Watson to Smaug & Bilbo =)

From Sherlock & Watson to Smaug & Bilbo =) Pic from here

  • The Hobbit ditulis tahun 1930-an dan cukup lama tidak selesai, diterbitkan secara tidak sengaja pertama kali karena Tolkien meminjamkan manuskripnya pada seorang teman. Setelah itu, Hobbit dijadikan prekuel untuk kisah terbesar yang ditulis oleh Tolkien, The Lord of The Rings (ditulis tahun 1937-1949).
  • Tolkien menulis ulang bagian Bilbo bertemu Gollum saat ia mengerjakan The Lord of The Rings. Awalnya Gollum diceritakan mau mepertaruhkan cincin ajaibnya secara sukarela, namun di versi revisi (yang diterbitkan hingga saat ini), Bilbo diceritakan menemukan cincin tersebut tanpa sepengetahuan Gollum.

ps: review ini diikutsertakan dalam End Year 2012 Contest @GramediaFantasi. Wish me luck!

Advertisements