Tags

, , , , ,

Judul: The Invisible Circus

Penulis: Jennifer Egan

Penerbit: Corsair (2012)

Halaman:356p

Beli di: Periplus Bandara Soetta (IDR 85k)

 

Background:

Pertama kali aku berkenalan dengan Jennifer Egan adalah saat membaca The Keep,sebuah novel semi gothic yang memiliki potensi seru,tapi ternyata sedikit datar dan malah kurang berkesan. Lalu,nama Egan terdengar lagi saat disebut-sebut sebagai pemenang Pulitzer lewat karyanya, A Visit From The Goon Squad (yang belum kubaca sampai sekarang). Aku memutuskan untuk memberi Egan kesempatan sekali lagi, saat melihat judul novel pertamanya ini (yang belakangan diterbitkan ulang setelah ia memenangkan Pulitzer), The Invisible Circus,yang terdengar menarik, ditambah cover bergaya retro yang seolah meneriakkan “tahun 70an” keras-keras.

 

Plot:

The Invisible Circus bercerita tentang Phoebe, seorang gadis 18 tahun yang sedang mencari makna hidupnya melalui perjalanan panjang menelusuri jejak kakaknya, Faith yang meninggal secara misterius di Italia delapan tahun yang lalu. Phoebe yang  selalu merasa berada di bawah bayang-bayang Faith menjadikan kenangan akan Faith sebagai obsesi dan tujuan hidupnya. Maka dimulailah petualangan Phoebe, dari San Francisco hingga melintasi benua Eropa, menyusuri jejak Faith berdasarkan kartu pos yang diterima Phoebe dulu. Namun Phoebe tidak mempersiapkan dirinya untuk mengetahui rahasia suram keluarganya sendiri.

 

My thoughts:

Membaca buku-buku tentang perjalanan selalu menarik, apalagi bila perkembangan tokohnya dibarengi dengan deskripsi tempat-tempat yang dikunjungi secara mendetail. Sayang, Egan tidak berhasil sepenuhnya melakukan kedua hal tersebut. Meski karakter Phoebe bisa membuatku bersimpati padanya, namun ada beberapa subplot yang terasa dipanjang-panjangkan secara tidak perlu, misalnya porsi cerita yang menggambarkan pertemuan Phoebe dengan Wolf, mantan kekasih Faith, yang dibuat cukup panjang dan lama. Sementara itu, Egan juga tidak dapat menghidupkan Eropa yang dikunjungi Phoebe dengan sempurna. Terlalu banyak bayang-bayang Faith dan masa lalunya yang mengaburkan keindahan kota-kota yang dikunjungi Phoebe: London yang terlalu suram, Amsterdam yang gelap dan Paris yang tidak berkesan, padahal semuanya dikunjungi saat musim panas! Ataukan memang Egan ingin menciptakan kontras indahnya summer dengan suramnya kehidupan Phoebe?

Anyway, setelah menamatkan buku ini, kesan Jennifer Egan di mataku masih tetap sama: great premise, flat execution. Mungkin Goon Squad adalah perkecualian?

 

Trivia:

The Invisible Circus adalah kegiatan underground community di San Francisco yang sudah melegenda. Event ini merupakan jawaban komunitas hipster San Francisco terhadap isu-isu global seperti persamaan hak dan lingkungan hidup. Dalam buku, Egan menggambarkan Faith sebagai bagian dari komunitas ini, yang memukau Phoebe dari sudut pandang masa kanak-kanaknya.

 

Poster Invisible Circus di San Francisco

The Invisible Circus sudah difilmkan pada tahun 1999, disutradarai oleh Adam Brooks, dengan Jordana Brewster sebagai Phoebe, dan Cameron Diaz sebagai si cantik Faith yang misterius.

Invisible Circus juga merupakan sirkus yang berasal dari Bristol, Inggris. Mereka memadukan aksi-aksi sirkus dengan pertunjukan teatrikal, dan sering mengadakan tur keliling Inggris.