Tags

, , , ,

Note: Buku keempat dari seri Supernova-nya Dee yang fenomenal, Partikel, akhirnya terbit tahun ini setelah ditunggu-tunggu selama 8 tahun saja. Setelah membaca buku itu, aku memutuskan untuk membaca ulang ketiga buku sebelumnya. Berhubung buku-bukuku sudah entah di mana, akhirnya aku memutuskan untuk pinjam dari ReadingWalk. Edisinya memang campur aduk, ada yang masih terbitan lama dan ada yang sudah versi terbaru Bentang Pustaka. Anyway, semoga review singkat ini bisa menyegarkan ingatan tentang salah satu serial buku tanah air yang paling ditunggu-tunggu ini.

Judul: Ksatria,Puteri dan Bintang Jatuh

Penulis: Dee

Penerbit: Truedee Books (2001)

Halaman: 231p

Rental di : ReadingWalk

Dhimas dan Ruben adalah pasangan gay yang bertemu saat keduanya kuliah di Amerika Serikat. Merayakan 10 tahun anniversary, mereka bertekad menulis sebuah masterpiece yang merupakan kombinasi keahlian keduanya: Dhimas dengan sentimentalitas seorang pujangga dan pemerhati literatur, sedangkan ruben dengan logika dan penuturan sainsnya. Cerita mereka berkisah tentang cinta dan pengkhianatan, antara seorang laki-laki yang mereka juluki Ksatria, dengan seorang perempuan yang sudah bersuami dan mereka panggil Puteri. Untuk menyemarakkan suasana, mereka menghadirkan sosok Bintang Jatuh yang menjadi sentral cerita.

Suasana mulai terasa surreal bagi Dhimas dan Ruben saat mereka menyadari kalau cerita yang mereka buat ternyata lebih dari sebuah fiksi belaka- terutama karena tokoh-tokoh di dalamnya hidup di dunia nyata, termasuk Diva si Bintang Jatuh, dan peran mereka yang tadinya hanya sekadar “dalang”, kini berubah menjadi “wayang”.

 

Judul: Akar

Penulis: Dee

Penerbit: Bentang Pustaka (2012)

Halaman: 262p

Rental di : ReadingWalk

Kisah diawali dengan kabar tentang Diva yang menghilang saat ekspedisi ke Amazon. Kemudian, kita dibawa berkenalan dengan sosok Bodhi,seorang anak yatim yang diasuh di wihara oleh Guru Liong. Bodhi bercerita tentang petualangan hidupnya, mulai dari perjalanannya ke Thailand, terdampar di Bangkok dan bertemu seorang laki-laki bernama Kell yang merupakan frenemy yang akan mengubah jalan hidupnya.

Beragam orang dan petualangan menyerempet maut dialami Bodhi di pelosok Asia Tenggara, hingga akhirnya pulang kembali ke Indonesia dan bertemu Bong, pentolan komunitas punk yang menjadi keluarga barunya. Di akhir buku, Bodhi menemukan sepucuk surat misterius dari seseorang berinisial S, yang mengantarkannya ke realita hidup yang baru. Siapakah ia sebenarnya?

 

Judul: Petir

Penulis: Dee

Penerbit: Akoer (2004)

Halaman: 203p

Rental di : ReadingWalk

Di awal buku kita dibawa kembali menemui Dhimas dan Ruben. Bersiap merayakan 12 tahun kebersamaan mereka,pasangan ini dikejutkan dengan kabar Diva yang menghilang tanpa jejak di rimba Amazon. Sementara itu kisah berlanjut dengan perkenalan Elektra, seorang perempuan muda yatim piatu yang tinggal di kota Bandung. Elektra mewarisi rumah tua yang besar dari ayahnya yang dulu berprofesi sebagai tukang listrik.

Merasa hidupnya gagal dan muak direcoki terus oleh kakaknya Watti yang sudah menikah dengan seorang pemuda kaya raya, Elektra bertekad memperbaiki jalan hidupnya. Melalui lika-liku petualangan, Elektra dipertemukan dengan orang-orang yang akan menjadi guru dan keluarga barunya, termasuk memecahkan misteri mengapa ia memiliki kemampuan aneh seperti memanggil petir dan menyemburkan aliran listrik.

 

Judul: Partikel

Penulis: Dee

Penerbit: Bentang Pustaka (2012)

Halaman: 493p

Gift from: @nadiabadudu

Perkenalkan Zarah, anak perempuan yang tinggal di pinggiran kota Bogor dan dibesarkan oleh ayahnya yang tidak biasa. Firas,ayah Zarah,adalah seorang dosen dan ahli mikologi yang tidak percaya dengan sistem pendidikan konvensional. Kenyentrikan Firas juga dikenal karena hubungannya dengan tempat angker bernama Bukit Jambul, yanh kerap menjadi bahan perbincangan orang-orang di kampung mereka. s

Suatu hari, Firas menghilang tanpa jejak, meninggalkan Zarah dalam kebingungan yang membawanya pergi menjauhi Bogor. Bakat terpendam fotografi mengantar Zarah ke konservasi orang utan di Tanjung Puting, Kalimantan, dan membuatnya bertemu dengan orang-orang yang akan mengubah jalan hidupnya sekaligus membawanya semakin jauh melintasi dunia: London, Amerika Selatan hingga Afrika. Zarah belajar tentang cinta, persahabatan dan pengkhianatan, namun tekadnya menemukan sang ayah tak pernah pudar. Hingga sepucuk surat dari seseorang berinisial S membangunkan sesuatu dalam hatinya. Sementara itu, Elektra dan Bodhi akhirnya bertemu di Bandung.

 

My thoughts:

Supernova adalah kisah fantastis tentang metamorfosis. Bukan saja para tokoh di dalamnya yang selalu dikisahkan memiliki kisah perubahan hidup yang unik (Bodhi: anak yatim di wihara menjadi backpacker dan tattooist andal, Elektra: anak yatim tanpa potensi yang memiliki tempat nongkrong sukses bernama Elektra Pop, hingga Zarah, anak yatim yang merasa sangat kehilangan ayah, menjadi fotografer terkenal seantero dunia –> baru sadar kalau kesamaan para tokoh adalah status yatim nya); namun juga metamorfosis para pembaca yang sudah mengikuti buku ini sejak tahun 2001, dan tentu saja, metamorfosis Dewi Lestari alias Dee sebagai seorang penulis.

Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (KPBJ) mengukuhkan nama Dee sebagai seorang penulis setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai penyanyi. Di sini masih terlihat ambisinya dalam menebar footnotes di sepanjang buku, menggunakan istilah yang sulit dipahami, dan berusaha menuangkan isi kepalanya melalui kisah klise tentang cinta-pengkhianatan, yang dibalut oleh teori ilmiah seperti fisika kuantum dan lain-lain. Waktu membaca buku ini pertama kali jaman kuliah dulu, aku melihat buku ini lebih sebagai buku overrated yang penuh bahasa canggih dan tidak memiliki isi cerita yang jelas. Namun, membacanya kembali saat ini, setelah membaca buku-buku selanjutnya, membuatku sedikit lebih mengerti arah yang dituju Dee melalui buku pertama ini. Hanya saja, mungkin saat menulisnya, gambaran kisah selanjutnya masih di awang-awang, sehingga buku pertama pun berkesan lebih seperti tempelan yang kurang berarti.

Akar, buku kedua, kubaca ulang versi terbaru terbitan Bentang Pustaka. Namun, masih segar di ingatanku saat susahnya mencari buku ini sekitar 10 tahun yang lalu, akibat sempat dilarang beredar di toko-toko buku (kalau nggak salah ada kontroversi masalah cover deh). Akhirnya aku mendapatkan buku Akar dari salah satu distributor independen yang mangkal di kampus-kampus. Dalam Akar, Dee mulai menemukan gaya menulisnya yang pas. Tokoh Bodhi dan petualangannya adalah yang terbaik dari keseluruhan Supernova. Di buku ini Dee juga bisa men-share pengetahuannya tentang Budha, tattoo, kehidupan backpacker, dll, tanpa terlalu pretensius seperti di buku pertama.

Petir adalah buku terakhir yang digawangi oleh penerbit independen (setelah Truedee Books, bergeser ke Akoer), sebelum akhirnya berlabuh di Bentang Pustaka. Elektra merupakan tokoh favoritku dari seluruh seri Supernova, dan awalnya aku menganggap Petir lah karya terbaik Dee. Namun setelah membaca ulang Supernova, pendapatku sedikit bergeser, menempatkan Akar di tempat pertama dan Petir di urutan kedua. Sepertinya kesukaanku pada Elektra lebih karena selera dan pengalaman pribadi: menyusuri Bandung, membaca percakapan bahasa Sunda, dan membayangkan Elektra Pop sebagai salah satu distro dan tempat nongkrong masa kuliah dulu. Sisi personal Dee juga ditampilkan disini, mulai dari kata pengantar yang sangat personal saat ia baru melahirkan Keenan (setidaknya ini ada di edisi lama, aku nggak tahu apakah kata pengantar ini masih ada di edisi Bentang atau tidak), sampai lokasi Elektra Pop yang digambarkan mirip sekali dengan lokasi rumah Dee di Bandung.

Akhirnya, tiba juga di Partikel, karya terakhir Dee yang membangunkan Supernova dari tidur lelapnya. Delapan tahun para fans harus menanti kelanjutan serial ini, diselingi novel-novel dan karya lain Dee, bahkan kehidupan personalnya yang diekspos di TV – perceraian, pernikahan kedua, hingga kelahiran anak perempuannya. Transformasi Dee terasa benar dalam buku Partikel yang nuansanya lebih feminin, hingga di beberapa bagian, kisah cinta dan perselingkuhan nampak lebih menonjol dibandingkan benang merah yang menghubungkan sosok Partikel dengan Akar dan Petir. Kadang membaca novel Partikel terasa seperti membaca novel metropop biasa saja, apalagi adegan-adegan romantis di London =) Namun untunglah Dee belum melupakan rasa penasaran pembacanya. Di akhir buku, bahkan kita dijamu dengan pertemuan Petir dan Akar – membuat kita ingin mendorong-dorong Dee agar segera melepas episode berikutnya, Gelombang.

Apapun transformasi dan metamorfosis yang terjadi: penerbit independen menjadi penerbit besar, gaya menulis pretensius menjadi sesederhana chicklit, perempuan single yang kini memiliki dua orang anak – bahkan metamorfosis pembaca (re: aku), dari mahasiswi menjadi ibu-ibu – semuanya menjadikan Supernova serial yang tetap ditunggu-tunggu. Sedikit mulai terbayang apa yang ingin disampaikan Dee melalui karyanya ini, namun bagi yang suka berspekulasi, barangkali review Calvin di sini bisa memuaskan keingintahuan kamu (spoiler alert!).

 

 

Advertisements