Tags

, , , , , ,

Judul: The Lady and The Unicorn

Penulis: Tracy Chevalier

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2007)

Halaman: 296p

Beli di: Vixxio.com (IDR 23k, bargain price)

Nicolas des Innocents, seniman sekaligus playboy kelas kakap, menerima pekerjaan tidak biasa yang akan mengubah hidupnya. Jean le Viste, bangsawan Paris abad ke-15, memintanya untuk membuat lukisan 6 buah permadani dinding untuk merayakan kenaikan statusnya di lingkungan kerajaan.

Nicolas yang sempat ragu akhirnya memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu, terutama setelah bertemu dengan putri sulung Jean le Viste yang telah mencuri hatinya. Nicolas mulai melukis dengan tema lady dan unicorn, secara tidak sadar mengungkapkan isi hatinya ke dalam lukisan-lukisan itu.

Sementara di Brussels, Georges de la Chapelle, penenun yang akan menuangkan lukisan Nicolas ke dalam bentuk permadani indah, bertanya-tanya apakah keputusannya untuk mengambil pekerjaan ini adalah keputusan yang tepat, terutama saat keluarganya mulai bersitegang akibat pembuatan permadani unicorn.

Tracy Chevalier sangat piawai dalam menghadirkan plot yang unik, karakter menggigit (namun terkadang keterlaluan annoyingnya – *hint: Nicolas*), dan ending yang tidak bisa diduga oleh pembacanya. Hal ini dipertajam dengan cerita yang menggunakan sudut pandang bergantian, sehingga pembaca bisa menyelami tiap karakter utama dan memahami isi hati mereka masing-masing. Nicolas si playboy memang membuat gregetan, tapi kehadirannya juga menyegarkan cerita. Begitu pula Claude, putri sulung Jean le Viste yang tergila-gila dengan Nicolas. Hanya Jean le Viste lah yang tetap menjadi “latar belakang” sepanjang cerita, meskipun sesungguhnya seluruh kisah berputar di sekelilingnya.

Tidak seperti Virgin Blue yang menurutku karakternya lebih sulit meraih simpati, The Lady and The Unicorn lebih seimbang. Setiap karakter memiliki plus minus masing-masing. Yang juga menarik tentu saja detail pembuatan permadani jaman dahulu. Tanpa mesin dan pabrik seperti sekarang, langkah demi langkah pembuatan permadani digambarkan dengan terperinci, mulai dari melukis skala kecil, memindahkan ke skala besar, sampai menenunnya. Aku juga baru tahu kalau tenunan permadani yang utuh baru bisa dilihat setelah seluruh pekerjaan selesai, karena para pekerja menenun dalam kondisi terbalik. Bayangkan resiko yang harus mereka pikul!
Meskipun tentu saja setiap helai permadani menjadi begitu bernilai.

Buku ini merupakan pengalaman keduaku dengan Tracy Chevalier, better than the first one, and making me more excited to chew the next! =)

The Lady and The Unicorn terinspirasi dari satu seri permadani dinding yang dibuat di abad ke-15. Terdiri dari 6 buah permadani yang mewakili 5 indera (penglihatan, penciuman, peraba, perasa, pendengaran, serta A Mon Seul Desir/ desire). Beberapa gambar permadani ini bahkan digunakan sebagai latar dalam film Harry Potter.

A Mon Seul Desir