Tags

, , , , , ,

Judul: The Sixty-eight Rooms

Penulis: Marianne Malone

Penerbit: Yearling (2010)

Halaman: 272p

Beli di: Kramerbooks and Afterwords, Washington,DC (USD 6,99)

Ruthie selalu menganggap hidupnya membosankan – tinggal dengan kedua orangtuanya yang sama-sama berprofesi sebagai guru, berbagi kamar tidur dengan kakak perempuannya di apartemen mereka yang sempit. Satu-satunya hiburan dalam dunia Ruthie adalah Jack, sahabatnya di sekolah yang selalu memiliki segudang ide-ide aneh namun cemerlang.

Suatu hari, saat kelas mereka mengadakan kunjungan ke Chicago Institute of Art, akhirnya hidup Ruthie berubah mengasyikkan. Ia langsung jatuh hati pada Thorne Rooms, salah satu ruangan di museum tersebut yang memiliki koleksi 68 miniatur kamar dengan berbagai desain, mulai dari kamar bergaya kolonial Amerika, kamar tidur mewah bangsawan Perancis, sampai perpustakaan lengkap dengan buku-buku super mini – semuanya begitu kaya akan detail dan tampak sangat real, sehingga Ruthie benar-benar berharap ia bisa masuk dan menjelajahi sendiri kamar-kamar itu.

Ruang E-1,tempat buku harian yang menjelaskan tentang kunci ajaib. Can you locate the book?

Siapa sangka keinginannya benar-benar dapat terpenuhi saat Jack menemukan kunci aneh yang bisa membuat mereka mengecil dan masuk ke dunia miniatur yang menakjubkan. Ruthie dan Jack berpetualang dari ruangan ke ruangan, bertemu dengan berbagai karakter dari masa lalu yang bersembunyi di balik dinding-dinding kamar, sambil berusaha memecahkan rahasia di balik kunci ajaib dan Thorne Rooms yang penuh misteri.

The Sixty-eight Rooms adalah buku yang tepat untuk pembaca yang mendambakan buku-buku petualangan penuh nuansa magical tanpa perlu dipusingkan oleh plot yang rumit. Marianne Malone, sebagai penggemar berat koleksi miniatur ini, mampu melukiskan dengan sangat detail ruangan demi ruangan yang ada, sehingga rasanya aku benar-benar ingin berkunjung sendiri ke sana.Karakter Ruthie dan Jack juga digambarkan dengan pas, saling menyayangi walau kadang suka bertengkar, saling menolong meski mereka sangat berbeda satu sama lain. Jack yang reckless dan Ruthie yang waspada, membuat petualangan mereka berjalan seru.

Ruang A-1, can you imagine how small this room is?

Yang juga keren adalah bagian saat Ruthie dan Jack bertemu dengan tokoh-tokoh masa lalu, karena kita dibawa menelusuri sejarah dari masa revolusi Perancis sampai pembakaran penyihir di Amerika. Sekuel buku ini, Stealing Magic, juga sudah terbit awal tahun 2012.

Thorne Miniature Rooms terletak di Chicago Institute of Art, dan didirikan oleh Mrs.James Ward Thorne. Ke-68 ruangan yang ada dibuat oleh para pengrajin dan ahli miniatur dengan skala 1 inci : 1 kaki. Yang menakjubkan adalah detail yang digunakan di tiap ruangan, termasuk benda-benda mungil seperti cangkir, buku atau pakaian. Koleksi Thorne Rooms dibagi menjadi 2 bagian: Eropa (E) dan Amerika (A).

Foto-foto diambil dari sini

 

 

Advertisements