Tags

, , , , ,

Judul: The Tokyo Zodiac Murders

Penulis: Soji Shimada

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Halaman: 360p

Beli di: Gramedia Trans Studio Mall, Bandung (IDR 55k)

Tahun 1936, Jepang dikejutkan oleh pembunuhan berantai yang menimpa keluarga Umezawa. Pertama, sang kepala keluarga yang juga seniman nyentrik, Heikichi Umezawa, dtemukan terbunuh dalam studionya yang terkunci. Jejak-jejak sepatu perempuan dan laki-laki yang terdapat di atas salju di luar bangunan studio menambah kebingungan orang-orang. Ditambah lagi, Heikichi meninggalkan manuskrip aneh mengenai obsesinya membuat Azoth – makhluk yang terdiri dari potongan-potongan tubuh anak-anak perempuan dan juga keponakan perempuannya, yang berhubungan erat dengan zodiak mereka masing-masing.

Tidak lama berselang, putri sulung (tiri) Heikichi yang bernama Kazue Kanemoto pun dibunuh di rumahnya. Meski rumah ditinggalkan seolah-olah telah terjadi perampokan, orang-orang merasa yakin pembunuhan ini masih berhubungan erat dengan kematian Heikichi dan manuskripnya yang luar biasa.

Kemudian terjadilah pembunuhan paling sensasional – keenam anak perempuan serta keponakan Heikichi dibunuh secara bersamaan, namun mayat mereka ditemukan terkubur di berbagai tempat terpisah dalam kondisi terpotong-potong yang mengenaskan. Ada yang hilang kepalanya, perutnya, kakinya, sampai dada dan pinggul. Hal ini semakin meyakinkan polisi dan para detektif amatir tentang manuskrip gila Heikichi dan obsesinya membuat Azoth. Namun yang menjadi pertanyaan: siapa yang membunuh anak-anak perempuan tersebut setelah Heikichi meninggal? Dan apakah Azoth benar-benar ada?

Empat puluh tahun kemudian, Kiyoshi Mitarai, detektif sekaligus ahli astrologi, kedatangan seorang wanita yang memintanya untuk menuntaskan kasus Pembunuhan Zodiak Tokyo tersebut. Kiyoshi yang dibantu oleh Kazumi Ishioka, sahabatnya yang juga seorang penggemar kisah misteri, akhirnya berkelana hingga Kyoto, menemui orang-orang dari masa lalu dan berusaha menyibak kasus yang sudah membuat polisi menyerah sejak lama.Berhasilkah mereka?

Tokyo Zodiac Murders adalah buku thriller misteri khas Jepang – pembunuhan tertutup, kerumitan yang sebenarnya tidak diperlukan, banyaknya pihak yang terlibat, serta ide yang absurd (memotong-motong tubuh perempuan berdasarkan zodiak mereka? Cmon!), merupakan sebagian elemen yang mungkin akan disukai penggemar kisah-kisah misteri layaknya Detektif Conan, namun mungkin akan membuat sebagian pembaca lainnya menggeleng-geleng putus asa.

Kisah disajikan dari sudut pandang Kazumi Ishioka, yang bertindak bagaikan Dr.Watson bagi Sherlock Holmes atau Kapten Hastings bagi Hercule Poirot. Yang lucu, penulis juga sempat menyinggung betapa Kiyoshi Mitarai membenci Holmes dengan segala tindak-tanduknya, sementara Mitarai sendiri sebenarnya merupakan cerminan Holmes ala Jepang: cuek, jenius, dengan kecenderungan emosi yang tidak stabil seperti depresi berat, serta kegemarannya mengolok-olok Kazumi yang malang.

Di samping ide cerita yang gila, sebenarnya penyelesaian kasus ini cukup sederhana. Penulis menantang para pembaca untuk menyelesaikan kasus ini sebelum buku berakhir berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ada, dan meski aku sendiri baru mendapat pencerahan setelah lebih dari pertengahan cerita, sebenarnya pelakunya bukan seseorang yang luar biasa sekali.

Mungkin yang perlu dipersiapkan saat membaca buku ini adalah membiasakan diri dengan nama-nama Jepang yang cukup sulit untuk diingat, apalagi tokoh-tokohnya cukup banyak dengan berbagai hubungan yang agak rumit: istri pertama, istri kedua, anak tiri, keponakan, teman sesama seniman, anak dari teman seniman tersebut, teman dari teman seniman, dan lain-lain. Namun secara keseluruhan, Tokyo Zodiac Murders boleh dicoba untuk pembaca yang sudah bosan dengan kisah misteri klasik ala Inggris dan ingin mencicipi sesuatu yang lain dari negeri sushi.

Postingan ini dibuat dalam rangka posting bersama Blogger Buku Indonesia. Yuk, kunjungi blog lainnya untuk tahu apa pendapat mereka tentang buku ini. Klik di sini!