Tags

, , , ,

Judul: A Week in December

Penulis: Sebastian Faulks

Penerbit: Vintage (2010)

Pages : 550p

Rental dari: ReadingWalk

Bersetting di London, buku ini berkisah tentang tujuh tokoh utama yang menghadapi berbagai masalah selama minggu terakhir menjelang hari Natal. Tapi jangan bayangkan buku ini ringan-lucu-hangat-menghibur layaknya Love, Actually atau buku dan film sejenis. Sebaliknya, buku ini sangat lambat, dingin, dengan karakter-karakter yang bermasalah dan tidak bisa mudah mengundang simpati pembaca.

John Veals, tokoh sentral cerita ini adalah tipikal ahli keuangan yang tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki. Meski sudah menyandang gelar salah satu orang terkaya di Eropa, John masih tetap penasaran menjalankan rencana-rencana liciknya untuk menaklukkan sebuah bank besar tanpa tercium oleh penegak hukum.

Sementara itu, kita juga diperkenalkan oleh tokoh lainnya: Spike Borowski, seorang pemain bola profesional dari Polandia yang baru dibeli oleh sebuah klub Inggris; Gabriel Northwood, seorang pengacara brilian yang kariernya mentok; Hassan al-Rashid, anak pengusaha kaya asal Pakistan yang terjebak dalam grup Islam radikal; R.Tranter, book reviewer yang selalu sinis karena kariernya sebagai penulis novel gagal total; Finn Veals, anak John Veals yang kaya raya namun tidak bahagia dan memiliki kecanduan berat pada ganja; serta Jenni Fortune, pengemudi kereta bawah tanah London yang bersembunyi dari kenyataan hidupnya yang pahit.

Sesungguhnya tokoh-tokoh di atas, dengan konfliknya masing-masing, menjanjikan cerita yang keren, memorable dan jauh dari membosankan. Sayangnya, Faulks nampak senang bermain-main dengan detail yang terlalu panjang. Misalnya saja bercerita panjang lebar tentang latar belakang keluarga ayah Hassa Al-Rashid, yang cukup menarik namun tidak terlalu berhubungan jelas dengan kisah keseluruhan. Terlebih lagi, chemistry antar tokoh kurang bisa disajikan dengan pas, sehingga benang merah yang ada tampak tanggung alias setengah-setengah.

Faulks juga terkesan ingin memasukkan terlalu banyak issue ke dalam buku setebal lebih dari 500 halaman ini. Issue finansial dan politik, radikalisme agama dan pemahaman Islam, trend reality TV yang menggila, bahkan issue klub sepakbola Inggris yang kini memasukkan lebih banyak pemain asing ketimbang pemain lokal. Semuanya terasa terlalu padat, terlalu liat untuk bisa dikunyah dengan nikmat.

Mungkin kalau Faulks mau memilih dua topik saja untuk dibahas, hasil akhir buku ini akan terasa berbeda. Tapi memang sih, membaca tentang dunia finansial yang dikupas habis oleh Faulks di sini mungkin bisa membuat terkantuk-kantuk mahasiswa jurusan ekonomi sekalipun =p Ini adalah jenis buku yang halaman-halamannya ingin kuskip supaya bisa segera sampai di bagian klimaks – untuk kemudian menyadari kalau buku itu sudah selesai tanpa klimaks apapun.

Sebastian Faulks adalah penulis best seller dan pemenang berbagai penghargaan yang berasal dari Inggris. Karyanya yang terkenal termasuk The Girl at the Lion d’Or dan Birdsong. Faulks lebih dikenal lewat buku-buku bertema sejarah (jadi mungkin aku memilih buku yang kurang tepat sebagai perkenalanku dengannya) =)

Buku ini adalah buku pertama yang aku pinjam dari ReadingWalk.

Advertisements