Tags

, , , , ,

Judul: Misteri Sittaford

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Halaman: 352p

Beli di: Gramedia Central Park (IDR 50k)

Sittaford adalah sebuah desa sangat terpencil yang terdiri dari sebuah rumah besar, Sittaford House, yang dikelilingi oleh beberapa bungalo kecil. Musim dingin ini, sang pemilik rumah sekaligus bungalo-bungalo tersebut, Kapten Trevelyan, menyewakan Sittaford House pada Mrs. Willet dan anak perempuannya. Apa yang dilakukan oleh ibu dan anak tersebut di daerah terpencil dan di tengah-tengah musim dingin bersalju yang cukup parah, tidak ada yang benar-benar yakin.

Yang pasti, di suatu malam bersalju, ketika para penghuni Sittaford berkumpul di rumah besar itu dan melakukan permainan “meja goyang” (sejenis jelangkung), dimulailah rangkaian kejadian yang mengerikan. Hasil ramalan permainan itu, yang mengatakan bahwa Kapten Trevelyan akan menjadi korban pembunuhan, ternyata menjadi kenyataan. Siapakah yang memiliki motif dan kesempatan untuk membunuh tuan tanah yang kaya raya itu, yang saat itu sedang berada di kota tetangga?

 

Judul: Malam Tanpa Akhir

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Halaman: 304p

Beli di: Gramedia Central Park (IDR 45k)

Mike dan Ellie adalah sepasang pengantin baru yang berbahagia, meski berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Mike, pemuda yang dibesarkan oleh ibunya di tengah kondisi ekonomi pas-pasan, pertama kali bertemu dengan Ellie, gadis pewaris kekayaan keluarga Amerika yang terpandang, di sebuah rumah tua bernama Gypsy’s Acre. Setelah menikah, mereka memutuskan untuk merenovasi rumah tersebut dengan bantuan seorang arsitek jenius, menjadi tempat tinggal yang sangat indah.

Masalahnya, Gypsy’s Acre memiliki banyak cerita misterius di masa lalu, termasuk tragedi-tragedi yang menimpa penghuni sebelumnya, dan juga…kutukan kaum gipsi. Apakah hal tersebut akan memengaruhi kehidupan rumah tangga mereka yang baru berjalan? Mike dan Ellie tidak ingin percaya dengan segala kutukan dan nasib buruk. Namun ketika satu demi satu terror menyerang mereka, termasuk kecelakaan yang dicurigai sebagai pembunuhan, Mike tidak tahu lagi apa yang harus dia percayai.

 

Judul: Mayat dalam Perpustakaan

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Halaman: 288p

Beli di: Gramedia Central Park (IDR 45k)

Sesosok mayat perempuan tak dikenal ditemukan di perpustakaan rumah Kolonel Bantry. Mayat tersebut dicekik dan ditinggalkan begitu saja di tengah ruangan, seolah dalam adegan panggung sandiwara saja. Ruby Keene, gadis tersebut, ternyata bekerja sebagai gadis penari di Hotel Majestic, dan berhubungan dekat dengan keluarga Jefferson yang sedang tinggal di hotel itu.

Mrs. Bantry mengajak sahabatnya, Miss Marple yang dikenal di St. Mary Mead karena kecemerlangannya dalam memecahkan kasus-kasus pembunuhan, untuk berkunjung ke Hotel Majesty dan menyelidiki langsung misteri mayat di perpustakaan. Namun pembunuhan kedua membuat kejadian yang sensasional tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata!

 

My Thoughts:

Kejelian penerbit Gramedia menerbitkan ulang kisah-kisah Agatha Christie yang terkenal dengan cover baru yang unik, membuatku tiba-tiba keranjingan mengoleksi kembali buku-buku sang maestro misteri ini. Karena hampir semua buku Hercule Poirot, detektif favoritku sepanjang masa, telah aku baca, maka aku memutuskan untuk melirik buku-buku yang bukan mengangkat Poirot sebagai tokoh utama.

Misteri Sittaford pertama kali diterbitkan tahun 1931, salah satu karya awal Agatha Christie. Hal ini terlihat dari gaya berceritanya yang terasa lamban, sedikit datar tanpa ada warna khas detektif tertentu. Tokoh detektif amatir Emily yang dibantu oleh seorang jurnalis muda tidak terlalu menimbulkan kesan mendalam. Sementara selipan kisah cinta yang ada juga terasa sedikit kuno =)

Hal ini sangat berbeda dengan Malam Tanpa Akhir, salah satu buku Agatha Christie yang ditulis belakangan, dan diterbitkan tahun 1967. Kisah berbau psikologis ini terasa sedikit lain dibandingkan buku-buku klasik Christie sebelumnya. Lebih menekankan penokohan dan karakterisasi yang mendalam, kita diajak untuk mengenal Mike, si tokoh utama, dari sudut pandang orang pertama, untuk kemudian dijungkirbalikkan dengan twist yang tak terduga di akhir cerita. Perpaduan tema psikologis dengan kutukan gipsi kuno juga membawa warna baru yang cukup menyegarkan, meski sedikit asing bagi pencinta karya Agatha Christie.

Sedangkan Mayat dalam Perpustakaan merupakan karya klasik Christie dengan misteri yang sangat pas untuk Miss Marple, yang dengan cemerlang melakukan pengamatan dan perbandingannya yang tak ada dua terhadap sifat-sifat manusia. Meski tidak seheboh dan sesegar Poirot, kesimpulan akhir Miss Marple tetap patut diacungi jempol.

Marathon ketiga buku Agatha Christie ini, meski membawa pembaruan yang menyegarkan, tetap tidak bisa disandingkan dengan kepuasan membaca buku-buku bertokoh Poirot. Yes, I’m a huge Poirot fan! Kalau ada Hercule Poirot fans club, aku mau deh bergabung! =p Mungkin keunikan dan kekocakan Poirot, digabungkan dengan kejeniusannya, apalagi kalau ditambah faktor polosnya Hastings, adalah the best combinations of Christie’s works. Tapi bagaimanapun, tetaaap Agatha Christie adalah idolaku =D

 

Advertisements