Tags

, , , , , ,

Judul     : American Wife

Penulis : Curtis Sittenfeld

Penerbit : Random House, Inc (2009)

Pages: 568p

Beli di: Better World Books ($ 7,48; disc 20%)

Lahir dan tumbuh besar di kota kecil di Wisconsin, Alice Lindgren hidup bersama keluarganya yang sederhana: ayah, ibu, dan neneknya yang mengajarinya untuk mencintai buku. Namun sebuah tragedi kecelakaan saat Alice berusia 17 tahun membuatnya ingin cepat-cepat pergi dari kota kelahirannya itu, tempat di mana semua orang seolah menghakiminya. Lebih dari 10 tahun kemudian, Alice telah berkarier sebagai librarian di sebuah sekolah di Wisconsin.

Suatu hari, dalam sebuah pesta, ia bertemu dengan seorang laki-laki dari keluarga kaya di Wisconsin, yang ayahnya pernah menjabat sebagai Gubernur Wisconsin. Charlie Blackwell, pemuda tersebut, memesona Alice dan mengenalkannya pada dunia yang selama ini tak pernah ia bayangkan: kekayaan, fasilitas dan materi, akses ke keluarga-keluarga kaya dan terpandang, serta tentu dunia politik Partai Republik yang hiruk-pikuk. Tanpa sadar Alice terperosok ke dalam daya tarik Charlie dan keluarga Blackwell yang memikat, bahkan terseret pada kampanye politik yang menjadi obsesi Charlie, hingga akhirnya mereka terdampar di Gedung Putih.

Namun, apakah Alice bisa bertahan menghadapi berbagai konflik politik dan kebijakan pemerintahan suaminya yang tidak sesuai dengan kata hatinya? Apalagi saat semua yang ia katakan harus mewakili administrasi negara. Tidak ada lagi sekadar “pendapat pribadi”. Kehidupannya pun menjadi milik publik.

Curtis Sittenfeld adalah seorang pencerita yang luar biasa cerdas. Narasinya mengalir lancar, penggambaran karakternya dibuat sangat manusiawi. Aku sendiri sudah jatuh cinta pada karyanya sejak Prep. Dan American Wife pun menggelitik rasa ingin tahuku, selain karena gaya penulisan Sittenfeld yang jaminan mutu, juga karena tema ceritanya yang menarik. Seluk beluk kehidupan pasangan nomor satu di Amerika Serikat tentu selalu membuat orang penasaran.

American Wife sejujurnya merupakan kisah yang menarik untuk disimak, tentang pergumulan seorang perempuan biasa yang akhirnya “terpaksa” menjadi perempuan nomor satu di Amerika Serikat. Ketika posisinya sudah tidak memungkinkannya untuk memiliki opini pribadi, ketika semua gerak gerik dan tingkah lakunya diawasi masyarakat, dan ketika ia harus mensupport perang yang jelas-jelas bertentangan dengan kata hatinya… Semuanya merupakan premise yang menjanjikan.

Namun yang disayangkan, Sittenfeld mengangkat kisah ini berdasarkan hidup Laura Bush, istri dari mantan presiden Amerika, George W. Bush. Seluruh kisah hidup Laura diangkat ke buku ini, membuat kita bertanya-tanya sejauh apakah fiksi dan fakta yang ada? Ya, memang benar Laura pernah terlibat kecelakaan mobil di usia ke-17. Dan ya, Laura adalah seorang pustakawati sederhana dari kota kecil (di Texas, bukan Wisconsin). Tapi apakah benar hubungannya dengan Presiden Bush sempat hampir kandas? Dan apakah benar ia pernah terlibat affair dengan kakak laki-laki korban kecelakaan yang melibatkan dirinya?

Kenikmatan membaca buku ini pun sedikit berkurang saat aku mengetahui kisah hidup Laura Bush, apalagi membayangkan sosok George W.Bush selama adegan-adegan yang melibatkan Charlie Blackwell. Ugh! Semakin absurd adalah justifikasi Sittenfeld saat bercerita tentang alasan di balik terjadinya perang Irak. Novel yang tadinya hangat tiba-tiba berubah menjadi seperti kampanye terselubung membela kebijakan Partai Republik saat itu. Not a good feeling to end a book!

Hal-hal itulah yang membuatku mengurangi bintang buku ini, menjadi 3 buah saja =)

Trivia:

* Laura Bush merupakan salah satu First Lady paling populer sepanjang sejarah Amerika Serikat, bahkan lebih populer dibandingkan dengan suaminya.

* Curtis Sittenfeld menulis buku ini selama dua tahun, dan tidak keberatan bila ia tidak perlu menerbitkan novel hingga lima tahun ke depan.