Tags

, , , , , , ,

Judul     : Never Let Me Go

Penulis : Kazuo Ishiguro

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (2011)

Pages: 358p

Beli di: Pesta Novel Gramedia (UDR 60k, disc 20%)

Buku ini ditulis dari sudut pandang Kathy K, seorang perawat lulusan sekolah asrama bergengsi, Hailsham, yang sedang mengingat hari-harinya di masa lalu. Hailsham tampak seperti sekolah berasrama biasa di Inggris, tapi melalui kisah Kathy, kita dibawa ke dalam dinding sekolah tersebut, melihat kejadian-kejadian biasa yang ternyata luar biasa.

Masa lalu Kathy di Hailsham sebenarnya cukup menyenangkan, bagaimana ia menjalin persahabatan dengan Ruth, gadis keras kepala yang kadang menjengkelkan namun sebenarnya baik hati, serta Tommy, anak laki-laki pemarah yang menyimpan sifat menyenangkan dalam dirinya. Kathy tumbuh besar di Hailsham bersama teman-temannya, menghabiskan hari-hari masa kecil mereka hingga tumbuh dewasa, dengan satu fakta penting: tidak boleh berhubungan dengan dunia luar.

Awalnya, kita hanya bisa menebak-nebak ada apa di balik misteri Hailsham: para guardian (guru-guru sekolah) yang serba tertutup, larangan ini-itu bagi murid-muridnya, dan masa depan besar yang mengerikan yang menanti mereka. Apa yang terjadi setelah mereka lulus?

Jawabannya bukan merupakan sesuatu yang mengejutkan, karena fakta bahwa anak-anak Hailsham merupakan kloningan yang disiapkan untuk menjadi donor-donor organ tubuh di masa mendatang bagi manusia sudah disinggung sejak awal cerita. Namun berbagai misteri yang berusaha ditebak-tebak Kathy dan teman-temannya untuk memahami tujuan hidup mereka, disingkap perlahan-lahan seiring penuturan Kathy, dan inilah inti buku ini.

Sejujurnya, Never Let Me Go merupakan kisah menyentuh yang mengangkat isu moral dan kehidupan dalam tingkat yang tidak terbayangkan sebelumnya. Namun, entah karena gaya penulisan yang super lambat atau aura terlampau suram yang memenuhi buku yang bersetting di Inggris ini, aku tidak bisa menangkap ke”agungan” cerita ini yang membuatnya dinobatkan menjadi salah satu dari 1001 Books To Read Before You Die versi list ini.

Buku ini ditulis di era 2000-an, sehingga temanya yang kontroversial  sebenarnya tidak sekontroversial itu juga. Segala teknologi kloning yang dikembangkan para ilmuwan mungkin saja suatu saat benar-benar akan membawa solusi bagi penyakit-penyakit yang tidak bisa disembuhkan selama ini: kanker dan AIDS adalah beberapa di antaranya. Namun, bagaimana bila para kloningan tersebut sebenarnya adalah manusia yang memiliki jiwa layaknya manusia biasa? Sampai sejauh mana ‘pengorbanan’ mereka mampu mengetuk rasa kemanusiaan kita?

Postingan ini dibuat dalam rangka baca bersama BBI yang mengambil tema 1001 Books To Read Before You Die. Dan salah satu pemikiran yang ingin diangkat adalah: apakah buku yang dibaca benar-benar layak masuk daftar bergengsi tersebut? Well, Never Let Me Go membuat pendapatku terbelah dua: temanya yang tidak biasa, semi-dystopian yang berbeda dari kisah sejenis, membuatnya layak masuk ke daftar ini. Namun, gaya penceritaannya yang oh-so-British, sangat-sangat lambat dengan karakterisasi yang super datar, hmm…membuatku bertanya-tanya apa yang membuat buku ini segitu istimewanya hingga berhasil masuk ke list ini? Tapi sekali lagi, aku sendiri belum yakin apa kriteria yang dipakai si pembuat list untuk menyusun list ini? Temanya? Potensinya untuk menjadi buku yang klasik dan legendaris?

Never Let Me Go sdah difilmkan, dengan beberapa aktris Inggris seperti Keira Knightley dan Carrey Mulligan sebagai pemeran utamanya. Apakah alurnya selambat bukunya? Mudah-mudahan saja tidak =)