Tags

, , , ,

Judul     : The Fault in Our Stars

Penulis : John Green

Penerbit : Dutton Books (2012)

Pages: 313p

Pinjam dari : @ndarow

Hazel Grace Lancaster adalah bukti keajaiban medis: kanker ganas yang menyerangnya berhasil dijinakkan, menyisakan tumor yang semakin mengecil dan memberikannya kesempatan hidup setelah sebelumnya telah kehilangan harapan. Namun hidup Hazel tidak pernah kembali normal: kankernya divonis terminal, membuat paru-parunya tidak dapat berfungsi normal sehingga ia harus selalu membawa-bawa tanki oksigen ke manapun ia pergi.

Kegiatan Hazel hanyalah mengikuti kuliah di community college dekat rumahnya, dan datang ke support group yang diadakan di gedung gereja yang suram. Bahkan teman-teman dekatnya saat sekolah dulu sudah tidak sama sepeti dulu lagi. Hidup tak mungkin lebih suram daripada ini.

Namun suatu hari, Augustus Waters tiba-tiba muncul begitu saja memasuki hidup Hazel. Mantan penderita kanker yang sudah bersih dari pernyakit tersebut, meski harus kehilangan sebelah kakinya akibat amputasi, Augustus (dikenal sebagai Gus di kalangan tertentu) adalah segalanya yang Hazel harapkan – namun belum pernah ia temukan. Cool, percaya diri, cerdas dengan humor sinis yang sarkastik, Augustus adalah belahan jiwa yang tidak pernah Hazel sangka akan mengisi hari-harinya yang entah berapa lama lagi akan tersisa.

Augustus adalah jawaban dari kerinduan Hazel akan hidup yang bermakna, sesingkat apapun itu. Apalagi saat mereka bersama-sama menelusuri jejak penulis misterius yang karya satu-satunya merupakan karya yang menginspirasi mereka berdua. Perjalanan mereka mencari penulis tersebut sekaligus menggambarkan pencarian mereka terhadap arti hidup masing-masing: waktu yang singkat, dan seberapa banyak jejak yang akan mereka tinggalkan di dunia?

The Fault in Our Stars mengukuhkan nama John Green sebagai penulis novel Young Adult papan atas. Tidak ada satu pun karyanya yang tidak menjadi best seller, sekaligus menerima berbagai penghargaan. Dalam novel ini, Green berusaha menjamah dunia yang lebih gelap dan gloomy, meski ia mengakui kalau banyak dari istilah kedokteran (termasuk pengobatan kanker yang dijabarkan dalam buku ini) merupakan imajinasinya belaka.

Namun meski jalan ceritanya begitu menyentuh, ada sesuatu dalam karakter-karakter di buku ini yang kurang mengena bagiku. Mungkin karena mereka terlalu cerdas, dialog-dialognya yang terlalu witty untuk anak-anak 18 tahun, atau simply karena Green terlalu asyik bermain dengan quote-quote yang memorable sampai lupa menambahkan sedikit “jiwa” ke dalam para tokoh utama buku ini, yang menyulitkanku sebagai pembaca untuk merasa simpati pada mereka (selain fakta bahwa mereka adalah para penderita kanker, kehilangan masa muda, masa depan, etc, etc). Meminjam istilah Ndari, mereka terlalu pretensius.

Yang lucu, saat membaca buku ini, aku sempat menulis tweet dan mention@realjohngreen sang penulis, berkomentar tentang salah satu pernyataannya dalam buku yang menyebutkan kalau film V for Vendetta adalah “a boy movie”.

Menanggapi ketidaksetujuanku, surprise, surprise, the famous John Green was actually replying my tweet! Nggak tanggung-tanggung, sampai 4 tweet sambung-menyambung.

@pippopu I don’t think it’s a boy movie (I’m not Hazel). Hazel is making a point about a specific construction of heroism-as-sacrifice…

@pippopu …which at the beginning of the novel she associates with masculinity. By the end, she’s realized that this weird way of…

@pippopu…constructing meaning to human life is far more pervasive than merely being associated with males…

@pippopu although I think Hazel would argue that even though it has become a very widespread idea of heroism, it’s still deeply problematic.

Phew! Even his tweets sound exactly like Augustus Waters! I was wondering whether Mr. Green put every ounce of his brain/personality into his characters, or is he simply becoming his characters? Which one comes first, chicken or egg?

Anyway, I don’t argue about John Green’s credibility, no Sir. I admire his works, his bravity, his compassion. But I am not too crazy of his characters, either. For me, they’re too far away, too witty to be true =) So I rather keep ’em in my books, and try not think too much of them.

BUT…if you are a huge fan of Augustus Waters, maybe you would like to check this tumblr. Dedicated especially for Augustus Waters, his quotes, all his great personality =) Enjoy!

Because you’re beautiful. I enjoy looking at beautiful people, and I decided a while ago not to deny myself the simpler pleasures of existence.

Some infinities are bigger than other infinities.

It would be a privilege to have my heart broken by you.

OK, enough! =)