Tags

, , , ,

Judul: The Swan Thieves

Penulis: Elizabeth Kostova

Penerbit: Back Bay Books (2010)

Halaman: 564 p

Beli di: Periplus Setiabudhi Bandung (IDR 35k – bargain!)

Andrew Marlow adalah seorang psikiater yang sangat gemar melukis. Hidupnya yang monoton dan teratur di Washington, DC suatu hari berubah setelah kedatangan pasien terbaru, seorang pelukis jenius bernama Robert Oliver. Robert dirawat sebagai pasien di klinik tempat Marlow bekerja, setelah berusaha menyerang sebuah lukisan di National Gallery of Art.

Marlow berusaha mencari tahu apa yang membuat Robert ingin menghancurkan lukisan berjudul “Leda” tersebut. Namun, Robert mogok bicara, tidak mengeluarkan sepatah katapun, dan satu-satunya yang mau ia lakukan hanyalah melukis satu objek yang sama: seorang perempuan cantik misterius. Tanpa ada foto, atau model, Robert seolah mengingat jelas setiap lekuk wajah dan tubuh perempuan tersebut dalam imajinasinya.

Siapakah sosok perempuan cantik tersebut, dan apa hubungannya dengan lukisan Leda yang ingin dihancurkannya?

Marlow bertekad untuk memecahkan misteri ini, dan bersedia mundur ke masa lalu Robert, berbicara dengan mantan isterinya yang tampak lelah, mantan kekasihnya yang juga seorang pelukis, serta surat-surat kuno berbahasa Perancis yang ditulis oleh pelukis perempuan aliran Impresionisme Perancis yang hidup lebih dari satu abad yang lalu.

Elizabeth Kostova kembali bermain cemerlang dalam genre yang membesarkan namanya. Layaknya The Historian, The Swan Thieves penuh dengan detail sejarah yang memukau, diramu dengan kisah romansa yang mengambil dua setting: masa kuno dan modern. Namun bila di Historian kisah dipadukan dengan legenda teror Drakula yang menegangkan, maka Swan Thieves mengangkat tema yang lebih aman, bahkan di beberapa bagian terasa agak membosankan.

Kostova menggali berbagai fakta menarik seputar seni lukis aliran Impresionisme Perancis, dan menggabungkannya dengan berbagai karakter unik, seperti Marlow yang dikelilingi oleh hidup monoton, sangat kontras dengan kejeniusan Oliver yang meledak-ledak. Salah satu kekuatan Kostova adalah ketelitiannya dalam mendeskripsikan setting cerita dengan begitu hidup. Meski tidak seambisius Historian yang membawa kita keliling Eropa yang eksotik, Swan Thieves menghadirkan setting yang tidak kalah menarik – Washington, DC yang hectic, North Carolina yang asri, sampai perbandingan Paris di masa kuno maupun modern.

Sayang beberapa bagian terasa cukup datar, dan misteri buku ini bisa cukup tertebak sejak pertengahan cerita. Ending yang dieksekusi secara terburu-buru pun mengurangi kenikmatan membaca buku ini secara keseluruhan. Namun hal ini terbantu dengan detail menarik tentang kehidupan seniman di masa lalu maupun masa kini, yang digambarkan oleh Kostova dengan cukup meyakinkan. Kostova, yang memiliki gelar MFA (Master of Fine Art) dari University of Michigan, tahu benar bagaimana mendeskripsikan teknik melukis serta berbagai detail aliran Impresionisme, tak heran bahwa menulis tentang pelukis dan karya seni merupakan salah satu ambisinya.

Meski tidak se-wow Historian, Kostova cukup berhasil memukau lewat bidang yang dikuasainya,sehingga kisah tentang obsesi seniman brilian yang berakar dari masa lalu ini tetap cukup menyenangkan untuk diikuti.

Trivia:

Lukisan Leda karya Gilbert Thomas yang disebut-sebut dalam buku ini tidak benar-benar ada. Leda and The Swan merupakan legenda Yunani kuno tentang Zeus yang menggoda Leda dalam bentuk angsa. Legenda ini sudah dibuat menjadi berbagai karya seni, termasuk lukisan Peter Raul Rubens dan Cornelis Bos yang sama-sama mendasarkan lukisannya dari karya original Michelangelo.

Leda yang menghebohkan – by Cornelis Bos (sumber Wikipedia)

Advertisements