Tags

, , , , , , ,

Judul: Wizards, Kumpulan Kisah Magis dari Pakar Fantasi Modern

Penulis: Neil Gaiman, Eoin Colfer, Garth Nix, etc

Penerbit: Matahati (2010)

Halaman: 571 p

Beli di: Pesta Buku Jakarta 2010 (IDR 92,5k, disc 30%)

Hampir semua penulis fantasi pernah memasukkan karakter penyihir ke dalam karyanya, baik berbentuk novel maupun cerita pendek. Wizards dengan jeli menangkap fenomena ini, menyatukan 18 cerita pendek dari para penulis fantasi terkenal ke dalam satu buku tebal. Beberapa nama dalam buku ini sangat familiar bagiku, seperti Neil Gaiman dan Eoin Colfer, namun sisanya kebanyakan adalah penulis hardcore fantasi yang baru pernah kudengar dan kubaca karyanya melalui buku ini.

Yang menarik dari Wizards adalah membandingkan konsep penyihir yang terdapat di masing-masing cerpen. Ada beberapa konsep yang umum digunakan oleh beberapa penulis dan dapat dilihat benang merahnya dari cerpen-cerpen mereka, namun ada juga penulis yang memiliki pemikiran sendiri yang cukup berbeda tentang sosok penyihir.

Salah satu hal umum yang ditemui dalam kumpulan cerpen ini adalah hubungan penyihir dengan elemen alam, khususnya batu. Sihir batu dipercaya sebagai salah satu sihir tertua, dan karenanya menjadi favorit banyak penulis dalam menciptakan karakter penyihirnya. Dalam kisah “Stonefather” karya Orson Scott Card, misalnya, yang juga menjadi salah satu favoritku di buku ini, diceritakan tentang Runnel, anak laki-laki buangan yang tidak disukai oleh keluarganya dan melarikan diri dari rumah. Runnel terdampar di sebuah kota dan bekerja di rumah seorang penyihir batu, hingga akhirnya ia menemukan fakta mengejutkan bahwa dirinya pun ternyata memiliki kekuatan menyihir dengan batu. Runnel akhirnya terlibat perseteruan seru antara penyihir batu dan penyihir air yang sudah sejak lama bermusuhan.

Kisah “Penguasa Batu” karya Nancy Kress sedikit mirip. Ceritanya tentang seorang anak berandalan yang baru mengetahui kalau dirinya menyimpan kekuatan sihir batu setelah berhasil terhindar dari sebuah kecelakaan. Ia dipaksa untuk memilih bergabung dengan salah satu kubu: si baik dan si jahat. Satu lagi kisah penyihir batu yang cukup mencekam dan membuat merinding adalah “Istri Winter” karangan Elizabeth Hand. Tersebutlah seorang perempuan misterius yang datang dari Iceland dan menjadi istri salah seorang pentolan desa, Winter. Istri Winter ternyata mewarisi kekuatan sihir kuno yang luar biasa, yang akhirnya digunakannya untuk membalas kelakuan jahat seorang penguasa desa. Menurutku kisah ini adalah salah satu yang paling kelam, sekaligus ditujukan lebih kepada pembaca dewasa ketimbang anak-anak.

Selain sihir elemental, beberapa penulis sepertinya tertarik meneruskan trend Harry Potter, dengan menghadirkan suasana sekolah sihir yang memang cukup potensial dijadikan setting cerita yang menarik. “Hari Penamaan” oleh Patricia McKillip merupakan kisah lucu tentang seorang siswi sekolah sihir yang sudah menanti-nantikan hari pentingnya di sekolah, namun ternyata harus menghadapi peristiwa aneh yang melibatkan nenek sihir jahat terlebih dahulu. Sedangkan di “Magikker”, Terry Dowling berkisah tentang dilema seorang siswa berbakat mengenai masa depannya dan resiko kehilangan bakat sihirnya.

Sebagian penulis juga dengan lihainya menggabungkan kisah sihir modern dengan legenda yang sudah terkenal, seperti kisah “Binatang Ajaib” karya Gene Wolfe yang bercerita tentang seorang gadis masa kini yang jatuh cinta pada Merlin, si penyihir legendaris. Atau “Holly dan Besi”,karya Garth Nix, yang mengisahkan perseteruan kaum Norman dengan kaum Inglish dalam sudut pandang sihir.

Dua penulis yang karya-karyanya sudah familiar bagiku ikut menyumbangkan kisah mereka dengan ciri khas masing-masing. Neil Gaiman menghadirkan “Batu Nisan Sang Penyihir”, penggalan segmen dari novel The Graveyard Book yang fenomenal, lengkap dengan gaya gothicnya, tentang seorang anak yang dibesarkan di pemakaman oleh hantu-hantu baik hati. Sedangkan Eoin Colfer, si penulis Artmeis Fowl yang terkenal, kembali melucu dalam “Kisah Unggas” dengan tokoh utama seekor burung pembohong =)

Secara keseluruhan, Wizards dikemas dengan menarik, mewakili hampir setiap sub genre fantasi (jadi baru ngeh kalau ada yang namanya urban fantasy-lah, high fantasy, dan lain-lain). Meski ada beberapa cerita yang sedikit absurd untuk seleraku, juga ada yang agak membosankan, tapi aku menyukai sebagian besar kisah yang ada. Recommended to any fantasy lover!

Tahukah kamu?

Wizard alias penyihir yang paling terkenal dalam literatur sempat dipegang oleh Merlin, yang kisahnya sudah diadaptasi ribuan kali dalam berbagai bentuk dan jenis, bahkan menjadi cameo dalam banyak kisah modern. Namun seiring waktu, bocah yang bertahan hidup akhirnya mengalahkan kepopuleran Merlin dan kini dinobatkan sebagai penyihir paling terkenal dalam literatur. Yep, I’m talking about the famous Mr. Potter! Kepopuleran Gandalf juga sempat terangkat berkat film trilogi Lord of The Rings yang super sukses. Nah, kalau the most famous witch in literature, siapa ya? Apa Hermione Granger menempati urutan pertama saat ini?