Tags

, , , ,

Judul: Kedai 1001 Mimpi

Penulis: Valiant Budi

Penerbit: Gagas Media (2011)

Halaman: 456 p

Gift from Mom =)


Kadang-kadang mamaku suka ngasih buku tanpa terduga-duga, dan buku ini salah satunya. Aku sendiri, walau banyak membaca review bagus tentang buku ini, tidak pernah berniat membacanya dalam waktu dekat. Tapi berhubung dikasih, siapa sih yang mau nolak? =) Free books are always welcomed!

Sebenarnya ceritanya simpel, kisah nyata seorang penulis yang sengaja menjadi TKI untuk mengetahui seluk beluk tinggal di salah satu negara Timur Tengah, Arab Saudi. Mungkin karena terlalu banyak buku travel dan kisah-kisah nyata yang bertebaran di luar sana (siapapun yang pernah jalan-jalan atau tinggal sebentar di luar negeri, rasanya sekarang bisa menerbitkan buku asal diniatin, dan punya kontak yang tepat), aku sendiri nggak terlalu antusias saat membuka buku ini. Apalagi, ternyata sang penulis menjadi “TKI” di salah satu coffee shop franchise Amerika, bukannya jadi pembantu atau kuli pekerjaan kasar lainnya yang sepertinya lebih dramatis.

Namun ternyata, banyak sekali kegilaan yang digali dengan sukses oleh penulis yang akrab dengan nama Vabyo ini. Pekerjaannya sebagai barista di kedai kopi yang namanya disamarkan menjadi Sky Rabbit ini cukup menantang, dan sangat berbeda dengan yang dialami oleh barista kedai kopi yang sama di Indonesia. Mulai dari bos-bos yang korup dan nggak kompeten, pelanggan yang aneh-aneh, sampai peraturan dan budaya Saudi yang membuat suasana kerja kacau balau, semua diceritakan dengan detail olehnya.

Paling seru sih bagian menghadapi pelanggan yang gila, ada yang suka memperlihatkan p*nis-nya segala, ada cewek-cewek selingkuhan yang suka ketemu bapak-bapak hidung belang di cafe, atau keluarga sinting yang punya laptop canggih tapi nggak ngerti gimana menggunakan wireless. Everything is so crazy, so unreal, sometimes it’s hard to be believed (but I know deep down that they’re all true!).

Dari buku ini juga aku jadi tahu beberapa budaya Saudi (yang suka mengatasnamakan agama) yang cukup aneh dan tidak masuk akal. Pemisahan antara single section dan family section di restaurant misalnya, terasa mengada-ada, karena family section yang sering disekat-sekat tirai malah sering digunakan oleh pasangan yang mengaku suami-istri (padahal selingkuhan) untuk berasyik-masyuk. Lalu, keberadaan muttawa (semacam polisi) yang suka menggerebek padahal sendirinya juga nggak bersih dari dosa, terasa amat sangat menyebalkan.

Membaca buku ini sungguh membuatku miris, karena ternyata betul, kalau kekayaan itu tidak selalu berbanding lurus dengan kecerdasan. Terbukti mayoritas penduduk Saudi yang kaya raya, tidak terbiasa untuk berpikir (entah memang karena bodoh atau malas), bahkan untuk mengutak-atik gadget atau berbahasa Inggris pun kadang lebih jago pembantu nya. Parah!

Kedai 1001 Mimpi adalah sebuah eye opener yang sebenarnya cukup beresiko untuk ditulis. Vabyo sendiri mengaku banyak mendapatkan ancaman berupa komentar-komentar tak bernama di blognya saat ia pertama kali memposting pengalamannya ini. Namun, meski isinya sangat menarik, gaya penulisan Vabyo terkadang terasa kurang sreg buatku. Sometimes I think he tried too hard to be funny, that I lost the joke altogether.Sedikit mengingatkanku pada buku-buku awal Trinity (The Naked Traveler 1 &2), yang lebih banyak garingnya daripada lucunya.

Justru di beberapa bagian yang tidak dalam konteks bercanda, Vabyo dapat menulis dengan lebih lepas dan malah memancing tawa yang begitu natural. Beberapa adegan curhat bersama teman-teman segeng nya asal Indonesia misalnya, Yeti sang TKI yang kini diambil sebagai istri muda oleh majikannya, Mas Blitar yang acap kali jadi korban pelecehan seksual oleh para Madam nya, dan yang paling lucu, tentu saja Bambang Kusuma, dengan gaya-gaya setengah matengnya dan pengalamannya berhubungan dengan macam-macam lelaki Saudi.

Anehnya, hampir semua pangkal masalah dan joke-joke yang ada memang menyangkut seksualitas. Terbukti memang, semakin suatu negara dikekang, semakin hebohlah mereka mencoba mencari cara untuk mengeluarkan hasrat yang terpendam itu! =D

Jadi, apakah masih ada yang mau menjadi TKI di Saudi?