Tags

, , , , ,

Judul: Pompeii

Penulis: Robert Harris

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2009)

Halaman: 392 p

Beli di: Kompas Gramedia Fair 2012 (IDR 30k, bargain price!)


Setelah kesengsem dengan Robert Harris di The Ghost, aku memutuskan untuk membaca karya lainnya. Kali ini pilihan jatuh ke genre yang memang membesarkan namanya, historical fiction, khususnya jaman Romawi kuno. Kebetulan beli buku ini saat ke Kompas Gramedia Fair kemarin, lumayan dapat harga miring.

Buku ini berfokus pada empat karakter yang saling bergantian menjadi sentral cerita: Marcus Attilius, aquarius (insinyur pengairan) baru yang ditugaskan mengawasi salah satu saluran air terpanjang di dunia saat itu, Aqua Agusta, setelah pendahulunya menghilang secara misterius; Pliny, Laksamana tua yang merangkap ilmuwan dan sangat tertarik pada fenomena alam; Ampliatus, mantan budak yang kini sudah menjadi jutawan alias orang kaya baru akibat korupsi gila-gilaan; serta Corelia, anak Ampliatus yang ingin memberontak dari cengkeraman ayahnya.

Keempat orang inilah yang menjadi pusat cerita, dengan Pompeii, kota kuno di tepi gunung Vesuvius sebagai setting utamanya. Hari-hari menjelang letusan Vesuvius di tahun 79 M inilah yang dituturkan oleh Harris, dengan diselingi intrik antar karakter yang cukup menggigit. Fenomena alam yang aneh diceritakan dengan begitu indah dan detail oleh Harris. Mulai dari Aqua Agusta yang mengering, udara yang panas dan tidak berangin, guncangan dan bau belerang yang memuakkan, semuanya dilukiskan dalam suasana penantian yang mencekam, seolah menanti serangan yang mengerikan. Namun bencana alam bukanlah satu-satunya kerusakan yang menguasai buku ini, karena kekacauan manusia juga digambarkan dengan begitu gamblang. Para politikus licik, jutawan baru yang juga koruptor, pelacuran dan pelecehan wanita di mana-mana, serta penyembahan dewa-dewa yang membabi buta.

Attilius terpaksa menelusuri kerusakan Agusta yang menyebabkan saluran air tersebut mengering di tengah hari musim panas yang menyiksa, membuat ribuan orang rusuh akibat kelangkaan air minum. Seijin Pliny, Attilius pun berjalan ke Pompeii, yang diduga menjadi pangkal kerusakan saluran. Namun perjalanan ini membawa ancaman maut bagi Attilius, tidak saja dari gunung Vesuvius yang sudah menggelegak (namun tidak disadari seorangpun), tapi juga dari Ampliatus yang ternyata memiliki konspirasi busuk menyangkut saluran air tersebut.

Ternyata, Robert Harris sukses menempatkan dirinya sebagai salah satu pengarang favoritku =) Penuturannya yang lancar, jalan cerita yang mengalir cepat namun dengan detail yang tergali, membuat buku ini bisa dinikmati dengan mudah, bahkan bagi non-penyuka fiksi sejarah sekalipun, karena aura misteri dan ketegangannya juga sangat kental. Yang aku suka dari Harris selain gaya penulisannya adalah kebiasaannya menyelipkan fakta-fakta menarik yang diambil dari berbagai sumber, dan diletakkan di awal setiap bab. Di buku The Ghost, Harris menempatkan berbagai fakta tentang ghostwriter atau penulis bayangan. Sementara di Pompeii, proses meletusnya gunung berapi, serta gejala-gejalanya, menjadi pengantar tiap bab yang sempurna.

Facts:

-Akibat letusan Gunung Vesuvius, Pompeii sempat terkubur debu letusan hingga 1,600 tahun, sebelum akhirnya ditemukan secara tidak sengaja.

-Kini, Pompeii yang terletak di Campania, Italia, adalah salah satu situs warisan dunia UNESCO.

– Saksi mata satu-satunya yang diandalkan menjadi nara sumber peristiwa bersejarah ini adalah Pliny muda, keponakan Pliny sang ilmuwan yang dijadikan salah satu karakter oleh Robert Harris dalam bukunya.

– Bulan Oktober 1971, grup band legendaris Pink Floyd mengadakan konser di sebuah amfiteater kosong berusia 2,000 tahun di Pompeii. Konser ini hanya disaksikan oleh kru, dan dijual dalam bentuk film.

– Tadinya, novel ini sudah nyaris diadaptasi menjadi film oleh sutradara Roman Polanski tahun 2007, namun terpaksa dibatalkan akibat adanya pemogokan aktor tahun tersebut. Gosipnya, Polanski mengincar Orlando Bloom dan Scarlett Johansson sebagai peran utama di film tersebut. Batalnya kerja sama ini tidak mencegah Polanski dan Harris untuk bekerja sama, karena mereka tetap menjalani proyek The Ghost bersama-sama.

Letusan Vesuvius yang menhancurkan Pompeii - direkayasa komputer untuk Discovery Channel