Tags

, , , , ,

Judul: Across The Universe

Penulis: Beth Revis

Penerbit: Razorbill (2011)

Halaman:398 p

Pinjam dari: Dini

Amy dan kedua orang tuanya dibekukan untuk ikut dalam Project Ark Ship, suatu proyek pencarian planet baru akibat bumi sudah tidak layak lagi didiami oleh manusia. Mereka memasuki pesawat Godspeed dan rencananya akan dibangunkan 300 tahun kemudian, ketika mendarat di planet baru. Meski berat, Amy memilih untuk mengikuti kedua orang tuanya yang sama-sama dibutuhkan dalam proyek ini, dan meninggalkan segala yang dicintainya: teman-teman, kekasih, bahkan planet Bumi itu sendiri.

Namun 50 tahun sebelum jadwal pendaratan,Amy dibangunkan dengan paksa dari tidur bekunya, dan mendapati dirinya terjebak dalam kehidupan pesawat Godspeed yang tidak dapat ia mengerti. Semuanya begitu berbeda dari kehidupan di Bumi yang dikenalnya. Godspeed dipimpin oleh seorang tiran, Eldest, yang memerintah layaknya diktator, dan sebagian besar penduduk tidak tampak normal, lebih seperti robot ketimbang manusia. Satu-satunya teman Amy adalah Elder, calon penerus Eldest yang memiliki sifat pemberontak dan tampak normal layaknya manusia yang dikenal Amy di Bumi.

Plot cerita buku ini lebih menekankan tentang hubungan Amy dan Elder, bukan melulu dalam konteks romantis, tapi lebih ke rasa percaya yang berusaha mereka tanamkan satu sama lain. Apakah Amy bisa mempercayai Elder? Apalagi ketika ada sosok misterius yang mencoba mencairkan orang-orang yang dibekukan, termasuk orang tua Amy, dan menghilangkan nyawa mereka. Apakah Elder tahu sesuatu tentang hal itu?

Buku ini menggunakan sudut pandang yang bergantian antara Amy dan Elder, namun ketika kita dibawa ke sudut pandang Elder, terasa ada sesuatu yang misterius dan tidak diceritakan sepenuhnya, bahkan hingga akhir buku. Sementara Amy lebih jujur dalam mengungkapkan pikiran-pikirannya, terutama kesendiriannya menghadapi situasi ini, sementara Ayah dan Ibunya tampak begitu dekat, namun sekaligus begitu jauh!

Across the Universe mengingatkanku pada Chaos Walking Trilogy – dari tema dystopian, sentilan politis (diktator yang manipulatif, prinsip yang dipaksakan mengenai berbahayanya menjadi “berbeda” (Hitler, anyone?), demokrasi dan human rights), juga nuansa keputusasaan yang menguasai keseluruhan buku. Apa yang terjadi kalau misi ini gagal? Menunggu pesawat terapung-apung di luar angkasa? Dan betapa sempitnya dunia yang mereka kenal – untuk para claustrophobic, lebih baik hindari buku ini karena rasanya bikin sesak nafas! Tidak ada bintang, langit, sinar matahari, bahkan hujan pun buatan manusia, dan air yang diminum adalah hasil daur ulang bertahun-tahun! Sama sekali berbeda dengan kesan yang kita dapat saat menonton Star Trek – dengan peralatan canggih, modernisasi dan gemerlapnya bintang serta planet asing.

Buku ini merupakan serial pertama dari trilogi yang direncanakan. Buku kedua, A Million Suns baru diterbitkan Januari kemarin. Di antara bejibunnya buku Young Adult dengan teman dystopian, rasa-rasanya Across The Universe masih bisa dikategorikan lumayan, meski masih di bawah Hunger Games atau Chaos Walking. Paling tidak, aku masih penasaran bagaimana kelanjutan misi Godspeed di buku berikutnya, dan berharap agar karakter Elder lebih dibuat se-charming Amy.

a million suns, lebih bagus mana covernya dengan across the universe?