Tags

, ,

Another Wishful Wednesday, another chance to make a wish!

Aturan mainnya masih sama:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Untuk Rabu ini, wishku adalah buku-buku (yup, lebih dari satu nih!) yang masuk kategori buku baru-nya Gramedia minggu lalu.

 

 

Memoar Sherlock Holmes.

 

Sinopsis:

Bersama Watson, Holmes menyelidiki kasus-kasus pelik seperti lenyapnya Silver Blaze—kuda pacuan yang dijagokan dalam Kejuaraan Piala Wessex—dan misteri kematian Kolonel Barclay dari Kesatuan Royal Mallows yang diduga dibunuh oleh istrinya sendiri. Dan mengenang masa lalu di depan perapian pada musim dingin, Holmes menuturkan kepada Watson kasus-kasus yang pernah ditanganinya sewaktu dia masih meniti karier. Rahasia di balik meledaknya Kapal Gloria Scott dan harta terpendam yang terkandung dalam Ritual Keluarga Musgrave adalah dua di antaranya. Sebelas cuplikand ari perjuangan Sherlock Holmes memerangi kejahatan digelar dalam memoar ini, diakhiri dengan duel maut antara detektif kondang itu dengan Profesor Moriarty—Napoleon-nya dunia kejahatan—di Air Terjun Reichenbach.

 

 

 

 

 

 

Koleksi Kasus Sherlock Holmes

 

Sinopsis:

Nama Sherlock Holmes tentu tidak asing lagi bagi pembaca setianya. Anda telah menyaksikan kiprahnya sejak Petualangan Sherlock Holmes, saat Anda mulai berkenalan dengan detektif eksentrik itu dan mengunjungi kamar sewaanya di Baker Street. Anda barangkali terpukul ketika membaca Memoar Sherlock Holmes, dan melihat duel mautnya dengan Profesor Moriarty—Napoleon-nya dunia kejahatan. Dunia memang menjadi tempat yang lebih aman sejak Holmes menyingkirkan si Profesor, namun prestasi itu harus ditebusnya dengan nyawa.

Bersama sobat setianya, Dr. Watson, tentu Anda menyambut gembira Kembalinya Sherlock Holmes, dan kembali mengikuti aksinya sampai ia memasuki masa pensiun. Namun Anda tak perlu bersedih ketika detektif kesayangan Anda ini menyampaikan Salam Terakhir, karena Watson sudah menyiapkan peipur lara. Dalam Koleksi Kasus Sherlock Holmes, Watson mencatat berbagai kasus itu dijamin akan mengundang decak kagum, membangkitkan rasa haru, bahkan menegakkan bulu kuduk Anda.

 

 

 

 

 

Petualangan Sherlock Holmes

 

Sinopsis:

Melalui tokoh-tokoh kliennya yang datang minta pertolongan kepada konsultan detektif pertama di dunia ini, pembaca diajak mengunjungi kamar sewaan di Baker Street No. 221B yang termasyur itu, di mana Holmes yang eksentrik dan Dr. Watson yang istimewa pernah tinggal. Lalu, pembaca akan juga dibawa untuk menikmati daerah pedesaan di Inggris bersama ahli pengambil kesimpulan ini, ketika ia menguakkan sebuah misteri, memecahkan teka-teki, dan menangkap para pelaku kejahatan-atau kadang-kadang melepaskan mereka begitu saja.

Mulai dari Skandal di Bohemia di mana Holmes berjumpa dengan wanita yang sangat dikaguminya, sampai pengalamannya yang mendebarkan dalam Petualangan di Copper Beeches, cara-cara penyelesaian masalah yang dilakukannya sangat di luar dugaan, sedangkan alur ceritanya sendiri benar-benar sangat memukau.

 

 

 

 

 

 

Tidak seperti kecanduanku pada Agatha Christie dan Hercule Poirotnya, aku justru tidak pernah terlalu tertarik dengan sosok Sherlock Holmes. Sifatnya yang cenderung angkuh dan cuek membuatku kurang bisa bersimpati padanya. Tetapi Robert Downey, Jr. berhasil menghidupkan karakter Holmes dengan begitu sempurna, sehingga akhirnya timbul juga rasa penasaranku dengan detektif jenius yang satu ini. Kalau dulu aku hanya pernah sedikit-sedikit saja membaca beberapa kisah Holmes, maka sekarang adalah momen paling tepat untuk mulai mengoleksi bukunya satu demi satu. Kenapa? Karena Gramedia menerbitkan ulang serial ini dengan cover baru yang super keren: minimalis, nyaris monokrom, dengan siluet yang pas ditempatkan di tengah cover. Masuk wishlist!!!!

Now, it’s your turn!